• Patinews.com
  • Berita
    • event
    • Olahraga
    • politik
    • bisnis
  • wisata
    • kuliner
    • Sejarah
  • Lowongan Kerja
  • Kontak
  • Youtube
  • Kirim Artikel/Berita
  • Login
Patinews Berita Pati Hari Ini
  • Home
  • NewsPrime
  • Tech
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Review
  • Kirim Artikel/BeritaCreate Story
No Result
View All Result
  • Home
  • NewsPrime
  • Tech
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Review
  • Kirim Artikel/BeritaCreate Story
Patinews Berita Pati Hari Ini
No Result
View All Result
Patinews Berita Pati Hari Ini
No Result
View All Result
Home Opini

Ecobrick, Cara Asik Edukasi Pengelolaan Sampah Plastik

Ali Ahmadi by Ali Ahmadi
18 November 2020
in Opini
Reading Time: 3 mins read
A A
0
318
VIEWS
Share on WAShare on FBShare on Twitter
Sumber: pinterest
Sumber: pinterest

Sampah merupakan sebagian dari sesuatu yang tidak dipakai, disenangi atau sesuatu yang harus dibuang, yang umumnya berasal dari kegiatan yang dilakukan oleh manusia (termasuk kegiatan industri), tetapi yang bukan biologis (karena human waste tidak termasuk didalamnya) dan umumnya bersifat padat (karena air bekas tidak termasuk didalamnya).

Dari tahun ke tahun jumlah sampah di Indonesia terus menunjukkan penambahan yang cukup signifikan. Jumlah penduduk Indonesia yang besar dengan tingkat pertumbuhan yang tinggi mengakibatkan bertambahnya volume sampah. Di samping itu, pola konsumsi masyarakat memberikan kontribusi dalam menimbulkan jenis sampah yang semakin beragam, antara lain, sampah kemasan yang berbahaya dan/atau sulit diurai oleh proses alam.

RelatedPosts

Narasi Beracun

DPR Hanya Kumpulan “Korea”? Demo ke DPR untuk Apa?

Membangun Tata Kelola Yayasan Pendidikan Madrasah yang Modern dan Adaptif di Tengah Dinamika Perubahan

Salah satu sampah yang banyak sekali menimbulkan masalah adalah sampah plastik. Plastik adalah salah satu makromolekul yang proses pembentukannya melalui tahap polimerisasi. Polimerisasi adalah suatu proses penggabungan dari beberapa molekul sederhana atau monomer menjadi molekul besar yang disebut makromolekul atau polimer melalui suatu proses kimia. Penggunaan sampah plastik yang terus menerus tentunya sangat berdampak buruk bagi lingkungan. Karena sampah plastik merupakan jenis sampah yang lama untuk hancur karena sifatnya yang sulit untuk terurai.

Ditambah saat pandemi mulai melanda Indonesia sejak awal bulan Maret lalu mengakibatkan lonjakan sampah plastik. Hal itu dikarenakan karena adanya kebijakan dari pemerintah Indonesia yang menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Sehingga menyebabkan ketergantungan yang besar pada layanan pengiriman makanan dan belanja online di tengah pandemi, sementara daur ulang telah menurun.

Tanpa disadari bahaya sampah plastik sangat nyata bagi lingkungan dan kesehatan tetapi banyak masyarakat yang belum sadar dan masih acuh dengan hal tersebut. Sampah plastik yang dibakar dapat meningkatkan peluang terjadinya kebakaran. Selain itu juga menimbulkan asap yang mengandung gas beracun seperti Hidrogen Sianida (HCN) dan Karbon Monoksida (CO) yang apabila terhirup oleh manusia akan berbahaya bagi kesehatan tubuh. Dan juga akan mengakibatkan polusi karena asap hasil pembakaran otomatis dapat mencemari udara.

Oleh karena itu dibutuhkan kesadaran yang tinggi dari semua pihak mulai dari anak kecil, remaja hingga dewasa. Edukasi kepada anak-anak mengenai pentingnya peduli terhadap lingkungan khusunya sampah plastik sangat perlu digalakkan. Semakin dini individu dibiasakan untuk menghagai lingkungan maka semakin dini pula kesadaran individu untuk menjaga keseimbangan lingkungan.

Edukasi tersebut dapat dimulai dengan mengajarkan kepada anak-anak untuk tidak membuang sampah sembarangan, mengurangi penggunaan sampah plastik, membawa tas sebagai pengganti plastik saat berbelanja, edukasi bahaya dan dampak sampah plastik serta mengajarkan kepada anak tentang pengelolaan sampah plastik.

Salah satu pengelolaan sampah plastik yang aman dan ramah lingkungan adalah dengan menggunakan metode ecobrick. Metode ini dinilai solusi  yang paling efektif dalam menangani sampah plastik dibandingkan dengan metode yang selama ini diterapkan seperti 3R (Reuse, Reduce dan Recycle) karena tanpa menghancurkan dan memusnahkan sampah plastik.

Ecobrick berasal dari kata ecology yang berarti ekologi dan brick yang berarti bata. Dengan demikian ecobrick juga dapat disebut juga dengan bata ramah lingkungan. Bahan-bahan yang dibutuhkan untuk membuat ecobrick biasanya dari botol bekas dan plastik. Untuk membuatnya tidaklah sulit, tetapi dibutuhkan ketelatenan yang ekstra. Secara umum langkah-langkah membuat ecobrick sebagai berikut:

  1. Mengumpulkan botol-botol plastik bekas, seperti botol bekas kemasan minuman, kemudian dicuci hingga bersih, lalu dikeringkan.
  2. Mengumpulkan berbagai macam kemasan plastik, seperti kemasan mie instan, minuman instan, dll, kemudian cuci dan keringkan.
  3. Masukkan segala jenis plastik ke dalam botol-botol plastik.
  4. Plastik yang dimasukkan ke dalam botol harus dimampatkan dengan kayu/bambu hingga sangat padat dan mengisi seluruh ruangan dalam botol.
  5. Jika ingin membuat sesuatu dengan hasil ecobrick ini, misalnya membuat meja, kursi, atau benda-benda lain, maka bisa menggunakan botol-botol yang berukuran sama, atau bahkan dari jenis dan merk yang sama, sehingga memudahkan penyusunan.
  6. Jika menginginkan hasil yang berwarna-warni, maka plastik-plastik kemasan yang disusun didalamnya bisa diatur sedemikian rupa sehingga menghasilkan warna sesuai yang diinginkan.
  7. Setelah semua botol plastik diisi dengan kemasan-kemasan plastik hingga padat, maka botol-botol plastik tersebut siap disusun dan digabungkan menjadi benda lain, seperti meja, kursi, bahkan dinding dan atau lantai panggung, pembatas ruangan dan banyak lagi lainnya.

Ecobrick adalah salah satu usaha kreatif bagi penanganan sampah plastik. Fungsinya bukan untuk menghancurkan sampah plastik, melainkan untuk memperpanjang usia plastik-plastik tersebut dan mengolahnya menjadi sesuatu yang berguna, yang bisa dipergunakan bagi kepentingan manusia pada umumnya. Pembuatan ecobrick masih belum begitu populer di kalangan masyarakat luas. Jadi perlu sosialisasi yang intens agar upaya kreatif ini dapat bernilai ekonomis dan dapat menyelamatkan dunia.

Penulis: Khoirul Ali Ahmadi

Tags: berita patiecobrickkabar patipatipati hari inipatinewssampah plastiksuara patiwarta pati
Ali Ahmadi

Ali Ahmadi

Related Posts

Opini

Narasi Beracun

7 Oktober 2025
342
DPR Hanya Kumpulan “Korea”? Demo ke DPR untuk Apa?
Opini

DPR Hanya Kumpulan “Korea”? Demo ke DPR untuk Apa?

22 September 2025
82
Membangun Tata Kelola Yayasan Pendidikan Madrasah yang Modern dan Adaptif di Tengah Dinamika Perubahan
Opini

Membangun Tata Kelola Yayasan Pendidikan Madrasah yang Modern dan Adaptif di Tengah Dinamika Perubahan

14 Juli 2025
77
Menatap Tahun Ajaran Baru: Ijazah Itu Hanya Tanda Anda Pernah Sekolah, Bukan Pernah Berpikir
Opini

Menatap Tahun Ajaran Baru: Ijazah Itu Hanya Tanda Anda Pernah Sekolah, Bukan Pernah Berpikir

10 Juli 2025
179
Mendobrak Kepalsuan Akademik: Refleksi Kebijakan Bupati Pati
Opini

Saat SD Negeri Sepi Peminat: Fenomena Baru SPMB di Kabupaten Pati

18 Juni 2025
566
Menjaga Amanah, Mengawal Masa Depan: Refleksi Pemilihan Kepala MTs Raudlatut Tholibin
Opini

Menjaga Amanah, Mengawal Masa Depan: Refleksi Pemilihan Kepala MTs Raudlatut Tholibin

19 Mei 2025
53
Seedbacklink
No Result
View All Result

Terbaru

  • Polisi Ungkap Kasus Sabu di Wedarijaksa, Dua Pelaku Residivis Diamankan
  • Polres Rembang Laksanakan Monev Pembangunan Zona Integritas Menuju WBK 2026
  • Patroli Perairan, Sat Polairud Polres Rembang Tingkatkan Keselamatan dan Antisipasi Kebakaran Kapal
  • Pemkab Pati Gandeng KPK, Perkuat Pengawasan APBD dan Cegah Korupsi dari Perencanaan
  • Bidkeu Polda Jateng Laksanakan Asistensi dan Pendampingan Pertanggungjawaban Keuangan kepada Polres Rembang & Polresta Pati
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

© 2020 patinews.com - Pati Hari Ini patinews.

No Result
View All Result
  • Patinews.com
  • Berita
    • event
    • Olahraga
    • politik
    • bisnis
  • wisata
    • kuliner
    • Sejarah
  • Lowongan Kerja
  • Kontak
  • Youtube
  • Kirim Artikel/Berita

© 2020 patinews.com - Pati Hari Ini patinews.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist