• Patinews.com
  • Berita
    • event
    • Olahraga
    • politik
    • bisnis
  • wisata
    • kuliner
    • Sejarah
  • Lowongan Kerja
  • Kontak
  • Youtube
  • Kirim Artikel/Berita
  • Login
Patinews Berita Pati Hari Ini
  • Home
  • NewsPrime
  • Tech
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Review
  • Kirim Artikel/BeritaCreate Story
No Result
View All Result
  • Home
  • NewsPrime
  • Tech
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Review
  • Kirim Artikel/BeritaCreate Story
Patinews Berita Pati Hari Ini
No Result
View All Result
Patinews Berita Pati Hari Ini
No Result
View All Result
Home Berita

Dr. Lusia Mangiwa, Dampingi TKI Yang Tersandung Masalah

patinews.com by patinews.com
22 Februari 2017
in Berita, Nasional
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Dr. Lusia Mangiwa, Dampingi TKI Yang Tersandung Masalah

Dr. Lusia Mangiwa, Dampingi TKI Yang Tersandung Masalah

118
VIEWS
Share on WAShare on FBShare on Twitter
Dr. Lusia Mangiwa, Dampingi TKI Yang Tersandung Masalah
Dr. Lusia Mangiwa, Dampingi TKI Yang Tersandung Masalah

Patinews.com – Nasional, Dr. Lusia Mangiwa, adalah seorang aktivis perempuan yang mendalami masalah-masalah pekerja migran khususnya TKI sejak tahun 2003 silam. Mungkin tak banyak orang yang mengabdikan diri di bidang kesejahteraan sosial, apalagi memperhatikan nasib TKI sebelum pemberangkatan ke luar negeri.

Bahkan, dia kerap mendampingi dan memperjuangkan hak para TKI yang tersandung masalah maupun yang berurusan dengan hukum di negeri orang.

RelatedPosts

Lestarikan Budaya Lokal, Warga Sukolilo Pati Tumpah Ruah Sambut Perayaan Meron

Patroli Karhutla, Polres Rembang Bersama TNI dan BNPB Cegah Kebakaran Hutan dan Lahan di Sarang

Sambang Tatap Muka Polsek Sumber, Perkuat Sinergi dengan Masyarakat Jaga Kamtibmas

Wanita kelahiran Banjarmasin, 11 Juni 1961 lalu ini bukan tanpa alasan untuk membantu nasib para penyumbang devisa ini. Menurutnya persoalan sosial sangatlah kompleks sehingga banyak sekali tantangan yang harus dihadapinya.

“Tentunya persoalan yang mereka alami sangat kompleks dan itu tantangan buat seorang pekerja sosial dalam menggunakan pendekatan-pendekatan profesional misalnya bergaining dengan pihak Rumah Sakit untuk memberikan pembebasan biaya jika ada yang sakit, stress, depresi HIV AIDS disiksa majikan dan lain sebagainya, selain itu berhadapan dengan calo liar yang ingin merekrut mereka kembali karena menurut mereka bahwa sistem daur ulang dan ini mahal bayarannya di Malaysia”, imbuhnya.

“Saya mulai mendalami masalah-masalah tentang pekerja migran sejak pemulangan yang di deportasi sebanyak kurang lebih 20.000 thn 2003 dan terlibat sebagai pekerja sosial yg mendampingi ketika mereka di pulangkan karena menyangkut masalah sosial yang dialami”, kata Alumni Universitas Indonesia tersebut.

Dunia yang digeluti Lusia Mangiwa tak luput dari support dan dukungan dari keluarga di sekekilingnya menurutnya keluarganya tidak ada masalah karena seorang pekerja sosial harus punya komitmen untuk melayani secara profesional dengan dasar ilmu pekerjaan sosial yang mempunyai metode dan tehnik dalam melakukan pendekatan terhadap masyarakat yang membutuhkan.

Lusia menambahkan Maraknya TKI ilegal dan TKI yang menjadi korban penyiksaan dan kekerasan baik yang dilakukan oleh Agent TKI maupun saat dipenampungan itu sangat ditentangnya. Hal itu karena mereka adalah masyarakat yg perlu mendapatkan pelatihan sebagai modal kerja bukan penyiksaan hal ini sangat bertentangan dengan Peraturan Menakertrans No. (PER-07/MEN/IV/2005) bahwa selama Pekerja Migran dalam penampungan calon pekerja migran berhak mendapatkan pelatihan pengetahuan dan keterampilan untuk meningkatkan kulitas SDMnya sebagai modal kerja sehingga bargaining power mereka tinggi.

Ketika ditanya tentang saran bagi pemerintah, Lusia Mangiwa memberikan beberapa catatan, “Saran saya adalah pertama-tama kepada masyarakat kita yang hendak bekerja keluar negeri jangan terlalu mudah diiming-iming pekerjaan bagus mudah dan gaji tinggi yngg tidak memiliki dasar pengetahuan dan keterampilan hal itu sudah pasti fibohongi, kedua Pemerintah harus mampu menciptakan TKI yang siap bekerja baik dari segi pengetahuan dan keterampilan agar bisa bersaing dengan tenaga kerja dari negara lain, ketiga mendorong kebijakan migrasi sebagai kebijakan publik sehingga perlu menyediakan sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan yang komprehensif dan integratif dalam satu lokasi dengan fasilitas yg memadai dengan biaya yg dapat dijangkau oleh masyarakat miskin sehingga mereka dapat mengakses ilmu dan pengetahuan sebagai modal sosial untu bekerja”.

“lalu keempat mendorong instansi terkait untuk mereview mekanisme pengelolaan migrasi pada pra pemberangkatan dengan melubatkan multi profesi sehingga para pihak yang terlibat didalamnya tidak memperlakukan calon pekerja migran sebagai barang industri atau komoditas tetapi sistem pengawasan yg terintegrasi dari segala lini perlu dilakukan dan terakhir setidaknya pelatihan-pelatihan singkat yang dilakukan menitik beratkan kepada pemahaman bahasa, karakteristik dan budaya negara tujuan dan tak lupa pemahaman aspek-aspek hukum yang berlaku di negara tujuan kerja 3 hal pokok ini sangat penting diketahui oleh calon TKI”, pungkasnya. (Patinews.com/ Zan)

Tags: berita baru patiberita patiberita pati hari iniberita pati newsberita pati terbaruberita seputar patijawatengahkabar patikilas patilintas patipatipati newspati updatesekitar muriasekitar patiseputarpatisuara patiwarta pati
patinews.com

patinews.com

redaksi@patinews.com

Related Posts

Lestarikan Budaya Lokal, Warga Sukolilo Pati Tumpah Ruah Sambut Perayaan Meron
Berita

Lestarikan Budaya Lokal, Warga Sukolilo Pati Tumpah Ruah Sambut Perayaan Meron

25 Agustus 2026
30
Patroli Karhutla, Polres Rembang Bersama TNI dan BNPB Cegah Kebakaran Hutan dan Lahan di Sarang
Berita

Patroli Karhutla, Polres Rembang Bersama TNI dan BNPB Cegah Kebakaran Hutan dan Lahan di Sarang

25 Agustus 2026
19
Sambang Tatap Muka Polsek Sumber, Perkuat Sinergi dengan Masyarakat Jaga Kamtibmas
Berita

Sambang Tatap Muka Polsek Sumber, Perkuat Sinergi dengan Masyarakat Jaga Kamtibmas

25 Agustus 2026
14
Tumbuhkan Cinta Lingkungan Sejak Dini, KKN 142 Tanam Lidah Buaya di SD Muktiharjo 2
Berita

Tumbuhkan Cinta Lingkungan Sejak Dini, KKN 142 Tanam Lidah Buaya di SD Muktiharjo 2

25 Agustus 2026
13
KKN 142 UIN Sunan Kudus Tingkatkan Kesadaran Siswa SDN Muktiharjo 01 Tentang Pemilahan Sampah
Berita

KKN 142 UIN Sunan Kudus Tingkatkan Kesadaran Siswa SDN Muktiharjo 01 Tentang Pemilahan Sampah

24 Agustus 2026
25
Rehabilitasi Jalan Sumbermulyo–Sendangsoko Dianggarkan Rp2 Miliar, Ditangani dengan Hotmix dan Beton
Berita

Rehabilitasi Jalan Sumbermulyo–Sendangsoko Dianggarkan Rp2 Miliar, Ditangani dengan Hotmix dan Beton

23 Agustus 2026
21
Seedbacklink
No Result
View All Result

Terbaru

  • Lestarikan Budaya Lokal, Warga Sukolilo Pati Tumpah Ruah Sambut Perayaan Meron
  • Patroli Karhutla, Polres Rembang Bersama TNI dan BNPB Cegah Kebakaran Hutan dan Lahan di Sarang
  • Sambang Tatap Muka Polsek Sumber, Perkuat Sinergi dengan Masyarakat Jaga Kamtibmas
  • Tumbuhkan Cinta Lingkungan Sejak Dini, KKN 142 Tanam Lidah Buaya di SD Muktiharjo 2
  • Mewakili Kapolres Rembang Kaur Bin Ops Sat Intelkam Polres Rembang Hadiri Pengajian Umum Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

© 2020 patinews.com - Pati Hari Ini patinews.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Patinews.com
  • Berita
    • event
    • Olahraga
    • politik
    • bisnis
  • wisata
    • kuliner
    • Sejarah
  • Lowongan Kerja
  • Kontak
  • Youtube
  • Kirim Artikel/Berita

© 2020 patinews.com - Pati Hari Ini patinews.