fbpx

Distribusi Gas 3 Kg Harusnya Dengan Sistem Tertutup

Distribusi Gas 3 Kg Harusnya Tertutup

dok. humas jatengprov

PatiNews.Com – Jawa Tengah, Sudah hampir tiga pekan ini, LPG 3 kg langka, termasuk di Pati, kalaupun ada harganya melambung hingga 28.000 per tabung. 

Gubernur Jawa Tengah H Ganjar Pranowo SH MIP meminta agar distribusi gas elpiji tiga kilogram atau biasa disebut gas melon, dilakukan secara tertutup. Sehingga, tidak ada lagi kelangkaan pasokan gas di masyarakat.
Diakui, belakangan ini dia banyak mendapat keluhan dari masyarakat mengenai sulitnya memperoleh gas melon. Ganjar juga sudah mengonfirmasi pihak Pertamina dan diperoleh penjelasan jika sebenarnya pasokan gas melon sudah melebihi empat persen dari pasokan biasanya.
Jika memang pasokan sudah ditambah tapi tetap ada kelangkaan gas, dia menduga ada sinyalemen penyimpangan dalam distribusi gas melon. Apalagi penjualan gas bersubsidi yang semestinya khusus untuk warga miskin itu dilakukan secara terbuka, sehingga rentan terjadi penyimpangan.
Untuk mengatasi kelangkaan gas melon, dalam jangka pendek ini gubernur meminta agar dilakukan operasi pasar. ”Untuk jangka pendek, saya minta dilakukan operasi pasar. Dan itu sudah. Kenyataanya, melebihi empat persen dari target yang sudah dialokasikan,” kata Ganjar pada wartawan, Kamis (14/9).
Sedangkan solusi jangka panjang, Ganjar menyarankan, penjualan gas melon dilakukan secara tertutup, seperti distribusi pupuk bersubsidi. Masyarakat miskin yang akan membeli, mesti dilengkapi identitas yang membuktikan dia memang benar-benar warga tidak mampu. Tempat membeli gas bersubsidinya pun harus dikhususkan. Jika hal itu direalisasikan, dia optimistis tidak akan lagi terjadi kelangkaaan gas elpiji tiga kilogram. (humas jatengprov) 

Distribusi Gas 3 Kg Harusnya Dengan Sistem Tertutup | patinews.com | 4.5

Leave a Reply