
Patinews.com – Kediri, Pembinaaan kepramukaan tidak hanya berkutat di lingkungan sekolah umum saja, tetapi juga menjangkau ke pendidikan berbasis keagamaan termasuk pondok pesantren, dan dari pondok pesantren inilah ,diharapkan muncul generasi emas yang mampu menjadikan bangsa ini bersaing di kawasan asia hingga negara maju didunia. Wawasan kebangsaaan yang berlangsung di Ponpes Putri Gontor 5 yang terletak di Desa Kemiri, Kecamatan Kandangan, Kabupaten Kediri, secara langsung disampaikan Danramil Kandangan, Kapten Czi Kustoyo dan didampingi pengurus Ponpes Gontor 5 Putri, Ustadz H. Agus Mulyana, S.Ag., minggu (19/03/2017)
“Visi dan misi kepramukaan pada dasarnya berbasis kemanusiaan yang berakar pada sosial dan kebersamaan, tidak boleh ada sekat-sekat dalam memberikan bantuan sosial, entah itu latarbelakang etnis atau agama, semua wajib kita bantu berdasarkan jiwa kemanusiaan. Pramuka tidak bisa lepas dari mentalitas tanpa pamrih, karena pada hakekatnya Pramuka dibangun dengan pondasi moralitas sosial, dan moralitas sosial tumbuh dalam perasaan bukan pikiran,” kata Kapten Czi Kustoyo.
Lanjutnya, konsep saling membantu atau menolong, lebih identik pada suatu kejadian atau peristiwa, dimana Pramuka dibutuhkan, dan Pramuka ini punya peran penting pada bagian-bagian tertentu. Ditilik dari sejarahnya, kepramukaan atau dulunya lebih dikenal kepanduan, didirikan bukan atas nama agama atau atas nama bangsa tertentu, tetapi atasnama kemanusiaan dan pembinaan generasi muda kearah kepribadian yang berkarakter kemanusiaan.
“Kebersamaan dalam kepramukaan tidak boleh ada jarak satu sama lain karena beda suku, beda bahasa atau beda agama, karena Pramuka bukan milik satu pihak atau milik golongan tertentu. Untuk itu, dalam praktek kepramukaan dilapangan, satu hal yang penting harus ada di hati kita, yaitu keberagamaan dan kemajemukan sangatlah indah, segala perbedaan itu juga termuat dalam Bhinneka Tunggal Ika,”sambung Kapten Czi Kustoyo.
Wawasan kebangsaan bertemakan “Pramuka Menjadi Pondasi Kebhinnekaan” berlangsung berdurasi satu jam, sesuai dengan waktu yang diberikan pihak pengurus ponpes dan usai wawasan kebangsaan, seluruh santriwati akan diajak untuk melatih kedisiplinan dan kekompakan lewat latihan baris berbaris.





