Dakwah melalui media sosial ? Bagaimana prosesnya ? Zaman telah berubah, teknologi semakin canggih, dan waktu terus berkembang. Cara orang mencari informasi juga telah berubah. Dulu, dakwah dilakukan di majlis ta’lim, namun kini bisa dilakukan di mana saja dan kapan saja melalui media sosial. Setiap orang bisa menjadi komunikator dakwah melalui media sosialnya. Dakwah melalui media sosial hanya perlu menggunakan gadget dan jaringan internet, dengan ke dua fasilitas tersebut seseorang dapat melakukannya, dan dapat menemukan pengajian yang diinginkannya. Kemajuan teknologi informasi telah mengubah mereka dalam mencari wawasan, termasuk memahami ilmu agama. Oleh karena itu, pesan yang harus disampaikan dakwah tersebut haruslah benar dan sejalan dengan syariat Islam.
Secara etimologis, kata dakwah merupakan bentuk masdar dari yad’u (fi’il mudhari’) dan da’a (fi’il madli) yang artinya memanggil, mengundang, mengajak dan menyeru. Al-Qur’an juga menyebutkan kata yang hampir sama dengan dakwah, yaitu “Tabligh” yang berarti “menyampaikan”, dan “Bayan” yang berarti “Penjelasan”.
Sementara itu, Secara terminologi, Prof. Dr. Muhammad Quraisy Shihab, mendefinisikan Dakwah adalah seruan atau ajakan kepada keinsyafan atau usaha mengubah situasi kepada situasi yang lebih baik dan sempurna, baik terhadap pribadi maupun masyarakat.
Dari pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa Dakwah adalah upaya yang dilakukan oleh seseorang dengan sengaja dengan mengajak orang lain untuk mengambil jalan yang benar, yaitu dengan melakukan perbuatan baik dan mencegah kejahatan. Dakwah sebagai himbauan atau ajakan kepada individu dan masyarakat, atau upaya untuk mengubah keadaan menjadi situasi yang lebih baik dan lebih sempurna.
Di Era digital seperti ini, media sosial menjadi media penyampaian informasi atau pesan dakwah kepada pengguna media sosial lainnya. Di Era digital saat ini, setiap orang dapat menjadi komunikator berdakwah, dan setiap orang dapat menyebarkan informasi dan manfaat melalui teknologi yang semakin canggih ini. Setiap orang bisa berdakwah melalui media sosial. Seperti Facebook, YouTube, Instagram, Twitter bahkan bisa berdakwah lewat blog. Karena kemudahan ini, setiap orang dapat mengembangkan pesan dakwahnya sendiri dengan membuat konten yang menarik, mengkomunikasikan bahasa dan gerak tubuh yang baik, serta memilih waktu yang tepat untuk melakukan dakwah secara virtual.
Melalui media sosial, informasi dakwah akan dikomunikasikan kepada pengguna media sosial yang lain. Namun pengguna media sosial juga harus mengecek ulang konten yang disampaikan komunikator melalui media sosial. Hal ini bukan karena meragukan konten yang disampaikan, tetapi lebih baik mengecek konten yang disampaikan dengan tuhjuan mencari kebenaran dakwah tersebut sesuai syariat islam atau tidak, misalnya ayat-ayat yang digunakan untuk menyampaikan informasi dalam Al-Quran.
Selama ini sosial media adalah salah satu cara berkomunikasi dan memperoleh informasi, oleh karena itu menurut saya wajar untuk berdakwah melalui media sosial sekarang. Ini bisa menjadi alternatif untuk mengajar atau mengkomunikasikan hal-hal yang baik, yaitu dakwah kepada banyak orang. Pemberitaan melalui media sosial efektif dan efisien karena tidak membutuhkan fasilitas yang rumit dan memakan waktu lama. Karena hanya membutuhkan gadget dan tentunya dukungan internet. Pemberitaan melalui media sosial dapat dilakukan secara rutin atau terus menerus. Dengan menggunakan media, Anda dapat menebar kebaikan dimana saja, kapan saja, dan untuk siapa saja. (Lisa Izzah Karim, Mahasiswa Insititut Pesantren Mathali’ul Falah (IPMAFA) Pati)







