Limbah Sekam Padi Dimana – Mana Mahasiswa UNDIP Sosialisasikan Pembuatan Arang Sekam Potensi Dongkrak Ekonomi Di Pandemi Covid 19
Oleh : Muhammad Punomo Andrimulyo
Jakenan, Pati (03/02), Pandemi covid 19 yang telah menerjang Indonesia terhitung sejak maret 2020 mengakibatkan banyak berubahnya sistem tatanan di masyarakat, terutama berfokus pada pembatasan dalam berkerumun. Hampir semua wilayah di Indonesia terdampak oleh pandemi covid 19 terutama di sektor ekonomi walaupun dengan intensitas berbeda-beda di setiap wilayahnya tidak terkecuali di Ds. Tlogorejo Kec. Jakenan Kab. Pati.
Masyarakat Ds. Tlogorejo didominasi oleh petani dan wiraswasta. Untuk wiraswasta pandemi covid 19 sangat berdampak terhadap kondisi keuangan mereka sehingga mereka harus mengatur keuangan mereka sedemikian rupa agar tercukupi segala kebutuhan keluarga mereka. Muhammad Purnomo A. selaku mahasiswa KKN TIM I UNDIP berkoordinasi dengan Bapak Ir. Bambang Sulistyo, M.Agr.Sc., Ph.D.,I.P.U. selaku dosen pembimbing melihat salah satu potensi yang dimiliki oleh Ds. Tlogorejo yang diharapkan sebagai salah satu alternatif mendongkrak perekonomian di Ds. Tlogorejo yaitu sekam padi yang dapat diubah menjadi arang sekam yang mempunyai nilai jual tersendiri.
Wilayah desa yang sebagian besar wilayahnya adalah sawah menyimpan potensi berupa sekam padi. Sekam padi merupakan lapisan keras yang membungkus butir gabah, terdiri atas dua belahan yang disebut lemma dan palea yang saling bertautan. Pada proses penggilingan gabah, sekam akan terpisah dari butir beras dan menjadi bahan sisa atau limbah penggilingan. Sekam padi biasanya di buang begitu saja atau dijadikan obat nyamuk untuk hewan ternak padahal sekam padi dapat diubah menjadi arang sekam yang dapat dimanfaatkan sebagai media tanam dan mempunyai nilai ekonomi. Masyarakat Ds. Tlogorejo terutama di RT 06 RW 02 sebagian besar belum mengetahui tentang arang sekam, manfaat, proses pembuatanya, serta harga jual dari arang sekam itu sendiri. Oleh sebab itu Muhammad Purnomo A. selaku mahasiswa KKN TIM I UNDIP berinisiatif untuk melakukan sosialisasi tentang arang sekam tersebut.
Sosilasisasi dan Produk Jadi Arang Sekam
(Sumber : Galeri Penulis)
Sosialisasi arang sekam dilakukan dengan membuat kelompok kecil yang berisi warga Ds. Tlogorejo RT 06 RW 02 kemudian dijelaskan tentang pengertian, kandungan, manfaat, harga dan proses pembuatan dari sekam padi sampai menjadi arang sekam yang siap untuk dipasarkan. Pembuatan arang sekam pun tergolong mudah dan murah dimana bahan yang perlu disiapkan berupa sekam padi, sabut kelapa sebagai sumber api, untuk sabut kelapa dapat diganti dengan kertas atau apapun yang dapat dibakar dan menghasilkan api sebagai awalan pembakaran sekam, dengan alat yang perlu disiapkan berupa cerobong (untuk teknik pembuatan dengan cerobong) namun juga bisa tanpa cerobong, minyak (sebagai pemercepat reaksi pembakaran sekam), dan korek api.
Untuk teknik pembuatan arang sekam tanpa cerobong dilakukan dengan cara membuat gunungan sekam padi dengan kawah di bagian tengah kemudian pembakaran dilakukan dengan sabut kelapa yang diletakan dibagian tengah kawah, ketika sabut kelapa sudah menyala dan mulai berubah menjadi arang kemudi ditimbun dengan sekam padi hingga membentuk seperti gunung, asap yang masih keluar menadakan pembakaran masih berlangsung, kemudian ketika puncak sekam sudah menghitam sekam padi dibolak balik agar tidak berubah menjadi abu. Tantangan tersebar dari pembuatan sekam padi ini yaitu proses pembuatanya yang lama dan harus sabar.
Harga arang sekam dipasaran 250gr arang sekam murni dihargai kisaran Rp 1.500,00 – Rp 2.000,00 sehingga dengan melihat kondisi Ds. Tlogorejo yang mempunyai sawah yang luas dengan sekam padi yang mudah didapatkan diharapkan arang sekam dapat menjadi sudut pandang baru untuk mendongkrak perokoniman masyarakat Ds. Tlogorejo terutama di masa pandemi covid 19 ini.
Penulis : Muhammad Punomo Andrimulyo
DPL : Ir. Bambang Sulistiyanto, M.Agr.Sc., Ph.D.,I.P.U









