• Patinews.com
  • Berita
    • event
    • Olahraga
    • politik
    • bisnis
  • wisata
    • kuliner
    • Sejarah
  • Lowongan Kerja
  • Kontak
  • Youtube
  • Kirim Artikel/Berita
  • Login
Patinews Berita Pati Hari Ini
  • Home
  • NewsPrime
  • Tech
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Review
  • Kirim Artikel/BeritaCreate Story
No Result
View All Result
  • Home
  • NewsPrime
  • Tech
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Review
  • Kirim Artikel/BeritaCreate Story
Patinews Berita Pati Hari Ini
No Result
View All Result
Patinews Berita Pati Hari Ini
No Result
View All Result
Home Berita

Begini Tips Memelihara Ayam Mutiara, Ala Mbah Yanto

patinews.com by patinews.com
1 April 2018
in Berita
Reading Time: 3 mins read
A A
0
1.6k
VIEWS
Share on WAShare on FBShare on Twitter

PatiNews.Com – Kota, Mbah Yanto (74) merupakan salah satu pecinta unggas di kota Pati. Diantara beraneka unggas yang ia pelihara, kakek yang tinggal di Desa Blaru Kecamatan Pati ini rupanya paling sayang dengan ayam mutiara yang menjadi peliharaannya.

RelatedPosts

Blue Light Patrol Siang, Polsek Sale Antisipasi Gangguan Kamtibmas di Wilayah Kecamatan Sale

Kapolres Rembang Tinjau Langsung TKP Kebakaran KM Wahyu Mina Barokah 2 di PPN Tasikagung

DPRD Pati Matangkan Perda Pilkades, Targetkan Pemilihan Kepala Desa Lebih Berkualitas

Begitu mesranya hubungan Mbah Yanto dengan ayam mutiara, membuat Bapak dari tujuh anak ini hafal betul dengan karakter hewan kesayangannya itu.

Mbah Yanto banyak berbagi kisah tentang asal muasal, kebiasaan, cara budidaya hingga tips merawat ayam mutiara saat musim penghujan tiba.

Cara budidaya ayam mutiara sendiri, menurutnya, hampir sama seperti ayam hias yang lainnya.

“Ayam yang berasal dari Afrika ini mempunyai postur yang berbeda, dengan bentuk kepala yang kecil”, ujar suami dari Mbah Rum ini.

Lebih lanjut Mbah Yanto menjelaskan bahwa ayam mutiara ini habitat aslinya di gurun atau semak belukar dan padang ilalang.

“Dulu penduduk belum terbiasa membudidayakan ayam mutiara karena populasinya yang cukup banyak. Setelah terjadi perburuan liar yang mengakibatkan jumlah ayam mutiara berkurang drastis, maka kini muncul usaha untuk melestarikan ayam mutiara”, ungkapnya.

Menurut kakek ini, penamaan jenis ayam mutiara di Indonesia biasanya berdasarkan warna bulunya. “Jadi saat berada di kandang pemeliharaan mutiara, siapa pun dapat dengan mudah mengenali mereka dengan nama Mutiara Hitam, Mutiara Putih, Mutiara Silver (abu-abu-red) dan Mutiara Plangkok”, jelasnya.

Ayam Mutiara rupanya juga mempunyai karakter yang berbeda dibandingkan dengan jenis unggas lain. “Ayam Mutiara hanya bertelur pada saat musim hujan sedangkan pada saat musim kemarau mereka berhenti bertelur. Karena itulah, regenerasi berjalan baik jika memasuki musim penghujan”, ujar Mbah Yanto berbinar-binar.

Tak seperti ayam jenis lain yang dapat sepanjang tahun bisa berproduksi, ayam mutiara hanya dapat bertelur pada musim hujan. “Di musim seperti sekarang ini hasil telurnya dapat dimaksimalkan dengan cara menitipkan telur pada indukan ayam lain atau ditetaskan menggunakan mesin penetas telur”, ungkap kakek berperawakan kurus ini.

Agar produksi telur bisa maksimal, lanjut Mbah Yanto, maka perlu dilakukan berbagai cara diantaranya dengan pemberian pakan dengan nutrisi yang baik dan mengandung kalsium dan karbohidrat yang cukup.

“Pakan bisa berupa konsentrat yang biasa dipakai untuk ayam petelur. Tujuannya agar dapat mencukupi kebutuhan nutrisi di masa pembentukan cangkang telur”, ungkap kakek berkulit eksotis ini.

Selain itu, di musim penghujan seperti ini, Mbah Yanto juga lebih rajin memberi tambahan makanan berupa irisan sayuran segar.

“Pada musim bertelur sebaiknya antara pejantan dan betina dipisahkan. Hal itu untuk mengantisipasi pejantan memakan telur betinanya. Namun harus dipastikan bahwa pejantan telah membuahi betinanya”, jelas kakek yang lahir di Dukuh Kranggan Desa Pati Kidul ini.

Pemisahan itu, lanjutnya, bertujuan agar betina dapat bertelur dengan tenang.M bah Yanto juga menerangkan, pada umumnya pemeliharaan ayam mutiara lebih banyak untuk tujuan dikembangbiakkan sebagai hiasan, sementara daging ayam mutiara belum lazim dikonsumsi sebagai lauk pauk layaknya ayam pada umumnya. “Masih jarang penduduk yang menjadikan daging ayam mutiara sebagai daging konsumsi keluarga”, imbuhnya.

Mbah Yanto juga mengungkapkan, ayam mutiara dalam sekali periode bertelur cukup banyak menghasilkan telur. “Apabila mendapatkan asupan nutrisi yang baik dapat menghasilkan jumlah telur ayam mutiara lebih dari 15 butir telur. Bahkan ada yang dapat menghasilkan telur sebanyak 30 butir” , ungkapnya.

Lebih lanjut, kakek yang telah beruban ini menjelaskan bahwa telur ayam mutiara masih dapat ditetaskan setelah 14 hari. “Untuk itu setelah bertelur cukup banyak bisa langsung dititipkan pada indukan ayam lain atau dimasukkan ke dalam mesin penetas telur” , terang Mbah Yanto.

Setelah dierami selama 28 hari maka telur tersebut akan menetas. Dan untuk khasiat telur ayam mutiara sendiri hingga saat ini Mbah Yanto belum banyak mengetahuinya.

Harga Ayam Mutiara, menurut kakek ini, termasuk stabil dibandingkan ayam pelung dan ayam ketawa yang harganya tergantung kualitas suaranya.

“Ayam Mutiara yang harganya cukup mahal diantaranya adalah ayam mutiara Fulturin yang saat ini populasinya masih langka dan harganya cukup mahal. Untuk harga ayam mutiara mempunyai variasi berdasarkan umur dan jenis ayam. Sedangkan mutiara hitam adalah jenis mutiara yang paling terjangkau harganya”, terang Mbah Yanto panjang lebar.

Sepanjang tahun mengurus ayam mutiara dengan penuh rasa sayang, saat musim penghujan seperti ini, kakek ini mengaku sangat gembira. “Puncak kepuasannya ya memang pas musim penghujan seperti ini. Kan telurnya jadi semakin banyak sekali. Di situ kepuasan batin saya terus bertambah” , ungkapnya.

Bermula dari sekedar iseng untuk mengisi hari tuanya Mbah Yanto mengaku dapat menyelami perasaan ayam peliharaannya. “Semakin lama semakin tahu bahwa walaupun seekor ayam, mereka ternyata punya naluri, punya batin yang kuat dan bisa mengenali saya yang tiap hari memeliharanya” jelas pria yang ramah ini sambil tertawa lebar.

Dari sinilah mbah Yanto juga mulai tertarik untuk memelihara jenis unggas yang lain, mulai ayam bangkok, ayam burma, bebek, bahkan burung dara.

“Saya menjual peliharaan saya lebih senang kalau pembeli berniat untuk dipelihara di tempat lain” terang mbah Yanto.

Ia juga mengaku tidak pernah tawar menawar saat menjual peliharaan. Berapapun, ia akan menerima hasil penjualannya sebagai sebuah rejeki.

“Saya pelihara dengan hati, saya harap di tempat lain akan dipelihara seperti saya memelihara mereka”, ujar mbah Yanto.

Memelihara unggas di usia senja, menurutnya, sekaligus menjadi hiburan yang sangat berarti. “Unggas-unggas ini sudah menjadi teman yang menghibur buat saya, banyak makna yang saya peroleh dari aktivitas ini”, pungkasnya. (pn/dok Humas Kab Pati)

Tags: ayam mutiarapati
patinews.com

patinews.com

redaksi@patinews.com

Related Posts

Blue Light Patrol Siang, Polsek Sale Antisipasi Gangguan Kamtibmas di Wilayah Kecamatan Sale
Berita

Blue Light Patrol Siang, Polsek Sale Antisipasi Gangguan Kamtibmas di Wilayah Kecamatan Sale

24 Mei 2026
20
Kapolres Rembang Tinjau Langsung TKP Kebakaran KM Wahyu Mina Barokah 2 di PPN Tasikagung
Berita

Kapolres Rembang Tinjau Langsung TKP Kebakaran KM Wahyu Mina Barokah 2 di PPN Tasikagung

23 Mei 2026
18
Narso, DPRD Pati
Berita

DPRD Pati Matangkan Perda Pilkades, Targetkan Pemilihan Kepala Desa Lebih Berkualitas

23 Mei 2026
20
Narso, Anggota DPRD Pati
Berita

Banyak Desa di Pati Belum Punya Kades Definitif, DPRD Kebut Penyusunan Perda Baru

23 Mei 2026
18
Berita

Emergency Plumber vs Routine Plumber: Which Service Should You Choose?

23 Mei 2026
22
Calon Pengantin Wanita yang Kabur di Hari Pernikahan Ditemukan di Hotel Jepara Bersama Kekasihnya
Berita

Calon Pengantin Wanita yang Kabur di Hari Pernikahan Ditemukan di Hotel Jepara Bersama Kekasihnya

23 Mei 2026
39
Seedbacklink
No Result
View All Result

Terbaru

  • Blue Light Patrol Siang, Polsek Sale Antisipasi Gangguan Kamtibmas di Wilayah Kecamatan Sale
  • Talud Ambrol Ancam Jalan Pakis–Gunungwungkal, Plt Bupati Pati Turun Tangan
  • Dorong Wisata Lokal Pati, Plt Bupati Chandra Pantau Destinasi untuk Outing Class Sekolah
  • Pengantin Wanita Kabur Jelang Akad di Pati Berakhir Damai, Mempelai Pria Minta Ganti Rugi Rp30 Juta
  • Kapolres Rembang Tinjau Langsung TKP Kebakaran KM Wahyu Mina Barokah 2 di PPN Tasikagung
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

© 2020 patinews.com - Pati Hari Ini patinews.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Patinews.com
  • Berita
    • event
    • Olahraga
    • politik
    • bisnis
  • wisata
    • kuliner
    • Sejarah
  • Lowongan Kerja
  • Kontak
  • Youtube
  • Kirim Artikel/Berita

© 2020 patinews.com - Pati Hari Ini patinews.