Jepara – Patinews.com
Jepara – Para pelaku pembobol Anjungan Tunai Mandiri (ATM) di wilayah hukum Kabupaten Jepara mengaku, tak butuh waktu lama untuk membobol mesin penyedia uang tunai tersebut. Hal itu diakui salah satu pelaku M saat konfrensi pers yang digelar Polres Jepara, Jumat (7/4/2023).
M mengaku, modus yang digunakan saat melakukan aksinya yaitu dengan memasukkan tusuk gigi ke lubang mesin ATM. Lalu salah satu dari mereka bertugas mengintip pin ATM sasaran.
“Kemudian menukar ATM milik korban. Selanjutnya kami mengambil seluruh isi saldo ATM milik korban. Hanya butuh waktu sekitar 10 menit saja untuk sekali aksi,” ujar M kepada awak media.
Dijelaskan, ketrampilan ini ia dapatkan saat belajar di YouTube. Tidak hanya satu TKP, para tersagka ini juga telah melakukan pembobolan ATM di sejumlah tempat, termasuk di Kabupaten Batang.
Dari keterangan saat penyidikan, pihak berwajib memperoleh informasi bahwa korban terakhir mengalami kerugian sebesar Rp 3,7 juta.
Sementara, menurut Kapolres Jepara AKBP Warsono, pelaku sebenarnya berjumlah tiga orang. Namun, satu orang lainnya masih Daftar Pencarian Orang (DPO). Adapun barang bukti yang berhasil disita yaitu sebuah pisau cutter, 3 bungkus tusuk gigi.
“Selain itu, satu gergaji besi kecil, dua gunting kecil, 18 ATM dari berbagai bank, dua buah buku tabungan bank BRI, uang tunai Rp750 ribu, sepasang pelat nomor dan satu unit mobil Daihatsu Terios hitam,” urai kapolres.
Dengan adanya kasus ini, Kapolres Jepara mengimbau, jangan menyerahkan kartu ATM kepada siapapun selain petugas. Juga hindari menekan pin kartu ATM di depan orang yang tidak dikenal.
“Berkaca dari kejadian itu, saya menghimbau kepada masyarakat untuk selalu waspada dan melakukan langkah-langkah setiap mengalami gangguan saat mengambil uang di ATM. Apabila ada gangguan segera hubungi petugas atau karyawan,” tegas kapolres. (red1)





