Grup Facebook JADWAL KETOPRAK SE KABUPATEN PATI, Forum Para Penggemar hingga Jadwal Pentas yang Update
PATI, PATINEWS.COM
Kesenian tradisional ketoprak tidak tergeser oleh arus globalisasi dengan masuknya berbagai budaya asing di era kini yang secara mudah. Kesenian ini justru tetap eksis di Pesisir Utara Pulau Jawa, khususnya Kabupaten Pati. Bahkan, baru-baru ini telah berdiri beberapa grup ketoprak baru, misalnya Tepos Kuncoro dan Kidung Kencono. Kepopuleran ketoprak Pati merupakan gambaran orang lokal yang masih mempertahankan nilai-nilai tradisi. Biasanya, mereka ditanggap untuk memeriahkan acara sedekah bumi yang diadakan setahun sekali. Selain itu, untuk menghibur para tamu undangan, orang tua yang mengawinkan anaknya atau mengkhitankan putranya juga turut mengundang mereka bagi sebagian kalangan yang mampu.
Era globalisasi yang ditandai dengan kemajuan digital rupanya dapat dimanfaatkan dengan baik oleh orang-orang lokal. Para pencinta ketoprak memiliki forum tersendiri di Facebook bernama JADWAL KETOPRAK SEKABUPATEN PATI. Grup yang dibuat oleh akun bernama Syaiful Rieff sekitar 2014–2015 itu bertujuan untuk saling berbagi informasi tentang jadwal ketoprak dan untuk mewadahi para pencinta ketoprak dalam menjalin silaturahmi dengan berlandaskan rasa kekerabatan agar tercipta kerukunan dan pemikiran positif dalam melestarikan kebudayaan Jawa. Saat ini, tercatat 85 ribuan anggota yang telah bergabung.
Meskipun berembel-embel Sekabupaten Pati, grup tersebut sejatinya terbuka bagi siapa pun yang ingin bergabung untuk mendapatkan informasi hiburan, khususnya ketoprak. Selain itu, jadwal pentas ketoprak yang diunggah juga tidak melulu jadwal pentas ketoprak asli Pati saja atau pun ketoprak yang sedang pentas di Pati. Akun Catur Reekobaa yang sebagai pengunggah jadwal setiap hari turut menginfokan jadwal pentas di sekitaran Pati, misalnya Rembang, Blora, Kudus, Grobogan, Tuban, dan lainnya. Sebagai pembuat jadwal, Catur mencari-cari informasi pentas setiap ketoprak lalu dikumpulkan menjadi satu dan diunggah. Meskipun tanpa bayaran, dirinya mengaku ikhlas untuk membantu sesama.
Akun Kuatzidane (Pak Kuatno) mengaku terbantu dengan adanya jadwal yang selalu update setiap hari itu. Pria yang nge-fans Ketoprak Agung Budoyo itu juga mengatakan bahwa ia memiliki teman baru untuk nonton bareng sekaligus menambah persaudaraan sejak bergabung di grup. Jika diamati dari aktivitasnya, beliau sering mengunggah foto-foto pementasan yang mereka tonton. Selain itu, beliau juga sering melakukan siaran langsung.
Mereka yang masih muda pun tidak mau kalah. Akun Bakul Uyah (Mas Dedi, kelahiran 1992) juga merasa terbantu dengan adanya jadwal. Laki-laki yang bekerja sebagai karyawan swasta itu merupakan penyuka seni. Itulah sebabnya ia masuk grup ini. Hal yang sama juga dirasakan oleh akun Asis Lavechia Signora (Mas Asis, kelahiran 1995). Pekerja proyek satu ini juga merasa terbantu dengan adanya jadwal. Si Penggemar Ketoprak Wahyu Budoyo (Pati) itu ingin memiliki banyak teman melalui grup tersebut. Tidak jauh berbeda, akun Yudha Yudha (Yudha, kelahiran 2001) juga mengaku terbantu dengan adanya jadwal karena ia dapat mengetahui tempat pentas ketoprak.
Selain sebagai wadah bagi para penggemar ketoprak, grup tersebut akan mempermudah para pedagang. Atau bisa jadi, para pedagang juga penggemar ketoprak. Dengan mengetahui jadwal yang selalu update, para pedagang mudah mencari lokasi jualan terdekat dari rumahnya atau yang dianggap berpotensi mendapatkan banyak pelanggan.
Sumber:
https://facebook.com/groups/927981380623888/
Penulis : Martono





