• Patinews.com
  • Berita
    • event
    • Olahraga
    • politik
    • bisnis
  • wisata
    • kuliner
    • Sejarah
  • Lowongan Kerja
  • Kontak
  • Youtube
  • Kirim Artikel/Berita
  • Login
Patinews Berita Pati Hari Ini
  • Home
  • NewsPrime
  • Tech
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Review
  • Kirim Artikel/BeritaCreate Story
No Result
View All Result
  • Home
  • NewsPrime
  • Tech
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Review
  • Kirim Artikel/BeritaCreate Story
Patinews Berita Pati Hari Ini
No Result
View All Result
Patinews Berita Pati Hari Ini
No Result
View All Result
Home Opini

Kurangnya Pemahaman Orang Tua Tentang Pemenuhan Asupan Gizi Berdampak Buruk Terhadap Kesehatan Anak

patinews.com by patinews.com
18 Juni 2022
in Opini
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Kurangnya Pemahaman Orang Tua Tentang Pemenuhan Asupan Gizi Berdampak Buruk Terhadap Kesehatan Anak
29.1k
VIEWS
Share on WAShare on FBShare on Twitter

Kurangnya Pemahaman Orang Tua Tentang Pemenuhan Asupan Gizi Berdampak Buruk Terhadap Kesehatan Anak

 

Oleh : Ika Widyas Tuti

RelatedPosts

Susyi dan Keamanan Pangan: Kesegaran dan Risiko Sepotong Ikan Mentah

Narasi Beracun

DPR Hanya Kumpulan “Korea”? Demo ke DPR untuk Apa?

Mahasiswi INISNU Temanggung

 

Gizi adalah zat kimia yang dibutuhkan oleh tubuh untuk menghasilkan energi, memelihara jaringan tubuh, dan mengatur proses di dalam tubuh. Gizi merupakan kebutuhan yang mutlak dan harus dipenuhi oleh seseorang. Dengan gizi yang cukup, seseorang dapat melakukan kegiatan hariannya dengan optimal dan memiliki kualitas hidup yang baik. Gizi yang cukup juga memungkinkan seseorang untuk terhindar dari beragam penyakit yang mungkin timbul. Zat gizi dibagi menjadi gizi hewani, yang diperoleh dengan mengkonsumsi produk olahan hewani, dan zat gizi nabati, yang diperoleh dengan mengonsumsi buah, sayur, dan biji-bijian (Adriani dan Wirjatmadi, 2006).

Sayangnya saat ini masih banyak anak-anak bahkan orang dewasa yang tidak menyukai sayur, padahal sayur sangat berguna bagi tubuh karena sayur merupakan sumber energi bagi tubuh. Kurangnya konsumsi sayuran dapat berdampak buruk bagi kesehatan tubuh, seperti nafsu makan menjadi kurang, terjadinya obesitas, pencernaan terganggu dan lain sebagainya. Kurangnya mengkonsumsi sayur juga dapat menyebabkan anak menjadi malnutrisi seperti stunting, underweight, overweight dan wasting. Stunting adalah masalah gizi yang menitikberatkan pada hasil pengukuran tinggi/panjang badan menurut umur antara sangat pendek dan pendek. Sementara underweight merupakan masalah gizi yang menitikberatkan pada hasil penimbangan berat badan berdasarkan umur antara gizi buruk dan gizi kurang. Sedangkan wasting dipahami sebagai masalah gizi yang menitikberatkan pada hasil penimbangan berat badan menurut tinggi/panjang badan antara sangat kurus dan kurus.

Berdasakan data Survei Status Gizi Balita Indonesia (SSGBI) tahun 2021, prevalensi stunting saat ini masih berada pada angka 24,4 persen atau 5,33 juta Balita. Padahal, Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul dan berkualitas merupakan syarat untuk membawa Indonesia Maju pada tahun 2045. Namun, penyiapan SDM unggul masih menghadapi tantangan bernama “stunting”.

Sebenarnya kasus stunting pada setiap tahun mengalami penurunan, tetapi karena adanya pandemi covid 19 menyebabkan anak rentan terkena penyakit dan membuat balita mengalami gizi buruk dan stunting berpotensi meningkat. Selain karena pandemi, stunting juga disebabkan oleh kurangnya pemahaman orang tua terhadap gizi seimbang anak, padahal orang tua adalah faktor pendukung utama terjaminnya asupan gizi anak. Faktor penghambat lainnya adalah faktor ekonomi keluarga karena ketersediaan pangan, harga pangan, tingkat pendidikan, pendapatan dan peluang kerja keluarga sangat rendah. Oleh sebab itu pemahaman orang tua tentang asupan gizi anak sangat penting.

Orang tua wajib mengetahui makanan apa yang bergizi untuk anak, bahkan seharusnya sejak dalam kandungan. Tetapi saat ini banyak orang tua yang acuh tak acuh terhadap asupan gizi anak, karena mereka sibuk bekerja dan mau yang praktis-praktis saja, mereka sering kali memberikan anak makanan yang instan-instan seperti mie instan dan junkfood terlebih lagi saat anak mengalami kendala sulit makan. Mereka menganggap yang penting anak mau makan terlebih dahulu tanpa memikirkan kandungan gizi pada makanan yang diberikan.

Jika hal itu benar-benar diabaikan, kasus malnutrisi yang terjadi pada balita Indonesia akan semakin meningkat, pada saat ini yang bisa dilakukan adalah kerjasama antara orang tua, posyandu, maupun dari pemerintah daerah setempat dengan memberikan edukasi berupa penyuluhan yang memfokuskan pada cara meningkatkan nafsu makan bergizi pada anak dan cara agar anak tertarik dengan sayuran.

Harapan penulis adalah agar orang tua semakin sadar dan semakin paham arti penting makanan bergizi untuk anak, dan angka balita malnutrisi di Indonesia semakin menurun dan anak bisa berkembang sesuai dengan usianya. Karena sejatinya merekalah generasi penerus kita yang akan memajukan bangsa, seperti semboyan Baltibangkes yaitu Balita kita masa depan bangsa, jaga balita Indonesia sehat, tanpa stunting,wasting dan underweight.

 

Tags: berita patijatengkabar patimediapatinewspatipati hari inipatihitspatinewssentralpatinewssuara patisuarapatinewswarta pati
patinews.com

patinews.com

redaksi@patinews.com

Related Posts

Opini

Susyi dan Keamanan Pangan: Kesegaran dan Risiko Sepotong Ikan Mentah

23 Juni 2026
27
Opini

Narasi Beracun

7 Oktober 2025
345
DPR Hanya Kumpulan “Korea”? Demo ke DPR untuk Apa?
Opini

DPR Hanya Kumpulan “Korea”? Demo ke DPR untuk Apa?

22 September 2025
93
Membangun Tata Kelola Yayasan Pendidikan Madrasah yang Modern dan Adaptif di Tengah Dinamika Perubahan
Opini

Membangun Tata Kelola Yayasan Pendidikan Madrasah yang Modern dan Adaptif di Tengah Dinamika Perubahan

14 Juli 2025
85
Menatap Tahun Ajaran Baru: Ijazah Itu Hanya Tanda Anda Pernah Sekolah, Bukan Pernah Berpikir
Opini

Menatap Tahun Ajaran Baru: Ijazah Itu Hanya Tanda Anda Pernah Sekolah, Bukan Pernah Berpikir

10 Juli 2025
183
Mendobrak Kepalsuan Akademik: Refleksi Kebijakan Bupati Pati
Opini

Saat SD Negeri Sepi Peminat: Fenomena Baru SPMB di Kabupaten Pati

18 Juni 2025
572
Seedbacklink
No Result
View All Result

Terbaru

  • Patroli Malam Minggu, Polres Rembang Tingkatkan Pengamanan Cegah Gangguan Kamtibmas
  • Kapolsek Kragan Pimpin Pengamanan Lomba Miniatur Sound System, Kegiatan Berlangsung Aman dan Kondusif
  • Pelanggaran Lawan Arah Masih Jadi Ancaman Keselamatan Berlalu Lintas
  • Nobar Piala Dunia 2026 dan Launching Logo Hari Jadi Pati ke-703, Kasdim 0718/Pati Ajak Perkuat Kebersamaan
  • Makna Logo Hari Jadi ke-703 Kabupaten Pati, Semangat “Sumunar Terang Mbangun Kamajengan”
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

© 2020 patinews.com - Pati Hari Ini patinews.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Patinews.com
  • Berita
    • event
    • Olahraga
    • politik
    • bisnis
  • wisata
    • kuliner
    • Sejarah
  • Lowongan Kerja
  • Kontak
  • Youtube
  • Kirim Artikel/Berita

© 2020 patinews.com - Pati Hari Ini patinews.