• Patinews.com
  • Berita
    • event
    • Olahraga
    • politik
    • bisnis
  • wisata
    • kuliner
    • Sejarah
  • Lowongan Kerja
  • Kontak
  • Youtube
  • Kirim Artikel/Berita
  • Login
Patinews Berita Pati Hari Ini
  • Home
  • NewsPrime
  • Tech
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Review
  • Kirim Artikel/BeritaCreate Story
No Result
View All Result
  • Home
  • NewsPrime
  • Tech
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Review
  • Kirim Artikel/BeritaCreate Story
Patinews Berita Pati Hari Ini
No Result
View All Result
Patinews Berita Pati Hari Ini
No Result
View All Result
Home Opini

Bersama Tunalaras Tak Kenal Maka Tak Sayang

patinews.com by patinews.com
28 Mei 2022
in Opini
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Bersama Tunalaras Tak Kenal Maka Tak Sayang

Bersama Tunalaras Tak Kenal Maka Tak Sayang

810
VIEWS
Share on WAShare on FBShare on Twitter

Oleh: Asma’ul Khusnah

Mahasiswi Prodi PIAUD INISNU Temanggung

RelatedPosts

Susyi dan Keamanan Pangan: Kesegaran dan Risiko Sepotong Ikan Mentah

Narasi Beracun

DPR Hanya Kumpulan “Korea”? Demo ke DPR untuk Apa?

 

Anak berkebutuhan khusus biasanya memiliki rasa rendah diri disebabkan kekurangan/ inferioritasnya. Namun dukungan dari orang sekitar akan sangat berpengaruh bagi perkembangan kepribadiannya.

Tunalaras mengalami hambatan dalam mengendalikan emosi, perilaku dan  kontrol sosial. Menurut Undang-Undang pokok pendidikan nomor 12 tahun 1952 anak tunalaras adalah individu yang mempunyai tingkah laku menyimpang atau berkelainan , tidak memiliki sikap,  melakukan pelanggaran terhadap peraturan dan norma-norma sosial dengan frekuensi yang cukup besar, tidak atau kurang mempunyai toleransi terhadap kelompok dan orang lain,  serta mudah terpengaruh oleh suasana,  sehingga membuat kesulitan bagi diri sendiri maupun orang lain. 

Menurut Sechmid dan Mercer (1981) anak tunalaras adalah anak yang secara kondisi dan terus menerus menunjukkan penyimpangan tingkah laku tingkat berat yang mempengaruhi proses belajar meskipun telah menerima layanan belajar serta bimbingan seperti anak lain.

Anak tunalaras mengalami gangguan perilaku yang kacau, anak yang cemas menarik diri, dimensi ketidakmatangan mengacu kepada anak yang tidak ada perhatian, lambat, tidak minat sekolah mirip seperti anak autis, anak agresi sosialisasi.

Tingkah laku yang muncul merupakan suatu tindakan yang ekstrim yang tidak biasa dilakukan anak biasanya. Anak tunalaras  ini disebut gangguan karena bersifat sesuatu kronis, tidak mudah sembuh. Tingkah laku yang digambarkan anak tunalaras merupakan tingkah laku yang tidak dapat diterima, tidak sesuai dengan harapan-harapan sosial budaya.

Anak tunalaras tingkah lakunya tidak terarah seperti tidak patuh, anak yang suka berkelahi, melakukan perusakan, mengucap kata-kata kotor yang tidak senonoh, suka memerintah dan berperilaku kurang sopan. Biasanya anak tunalaras sering merasa rendah diri, merasa cemas, depresi, pemalas, kesedihan yang mendalam dan suka menarik diri dalam pergaulannya. Anak tunalaras juga tidak matang/tidak dewasa, sikapnya pasif, kaku,pemarah, tidak bisa bergaul, senang melamun dan juga berkhayal. 

Faktor yang menyebabkan ketunalarasan pada anak diantaranya faktor biologis,yaitu perilaku serta emosi yang dipengaruhi oleh faktor genetik. Faktor keluarga, kondisi keluarga sangat mempengaruhi sumber perilaku penyimpangan anak. Faktor sekolah, lingkungan sekolah juga merupakan tempat berkembangnya tingkah laku anak. Faktor budaya, kebiasaan budaya juga sangat mempengaruhi berkembangnya tingkah laku anak.

Bentuk pendidikan anak berkebutuhan khusus tunalaras  dapat diselenggarakan di SLB khusus untuk anak tunalaras yaitu SLB-E.  Bentuk penyelenggaraan pendidikan anak berkebutuhan tunalaras dapat dilakukan bimbingan serta penyuluhan disekolah regular bisa juga dengan menyediakan kelas khusus bagi anak berkebutuhan khusus tunalaras jika mereka perlu belajar terpisah dari teman-teman satu kelas.

Anak tunalaras mempunyai hak untuk mendapatkan pendidikan, hal tersebut sangat membantu perkembangannya, berikut kebutuhan pendidikan anak tunalaras :

  1. Berusaha mengatasi semua masalah perilaku akibat kelainannya dengan menyesuaikan lingkungan belajar maupun proses pembelajaran yang sesuai dengan kondisi anak tunalaras
  2. Berusaha mengembangkan kemampuan fisik sebaik-baiknya,  mengembangkan bakat dan kemampuan intelektualnya
  3. Memberi keterampilan khusus untuk bekal hidupnya
  4. Memberi kesempatan sebaik-baiknya agar anak dapat menyesuaikan diri dengan baik terhadap lingkungan atau terhadap norma-norma hidup dimasyarakat
  5. Memberi rasa aman , agar mereka memiliki rasa percaya diri dan merasa tidak tersia-siakan oleh lingkungan sekitarnya
  6. Menciptakan suasana yang tidak menambah rasa rendah diri,  rasa bersalah.

Kondisi yang tidak menguntungkan bagi anak tunalaras yaitu diantaranya lingkungan fisik yang kurang memenuhi persyaratan, disiplin sekolah yang kaku dan tidak konsisten, guru yang tidak simpatik sehingga situasi belajar tidak menarik, kurikulum yang digunakan tidak berdasarkan kebutuhan anak, metode dan teknik mengajar yang kurang mengaktifkan anak.

Berdasarkan dimensi tingkah laku anak tunalaras yang dikemukakan Hallahan & Kauffman bahwa :

  1. Anak yang mengalami kekacauan tingkah laku memperlihatkan ciri-ciri suka berkelahi,  memukul,  mengamuk,  membangkang dan sebagainya. 
  2. Anak yang sering merasa cemas dan menarik diri,  dengan ciri-ciri khawatir,  cemas,  ketakutan,  kaku,  pemalu dan sebagainya. 
  3. Anak yang kurang dewasa,  dengan ciri-ciri pelamun,  kaku,  berangan-angan,  pasif,  mudaj dipengaruhi,  pembosan,  pengantuk,  kotor. 
  4. Anak yang agresif bersosialisasi,  dengan ciri-ciri mempunyai komplotan jahat,  loyal terhadap teman nakal,  suka diluar rumah sampai larut malam.

Tunalaras  yang disebabkan faktor genetik tidak dapat disembuhkan. Tunalaras sementara yang memiliki gangguan sama seperti tunalaras psikopat (yaitu tunalaras faktor genetik) dipengaruhi oleh lingkungan namun dapat disembuhkan. 

Pada tunalaras ringan menunjukkan penyimpangan emosi dan penyesuaiannya masih pemulaan dan ringan, namun ada gangguan dalam dirinya. Tunalaras sedang menunjukkan penyimpangan emosi dan penyesuaian pada taraf sedang sehingga memelrukan perlakuan tersendiri dalam belajarnya dan dipisah dari anak biasa atau normal. Sedangkan tunalaras berat menunjukkan pelanggaran ketertiban dalam masyarakat.

Tags: berita patijatengkabar patimediapatinewspatipati hari inipatihitspatinewssentralpatinewssuara patisuarapatinewswarta pati
patinews.com

patinews.com

redaksi@patinews.com

Related Posts

Opini

Susyi dan Keamanan Pangan: Kesegaran dan Risiko Sepotong Ikan Mentah

23 Juni 2026
27
Opini

Narasi Beracun

7 Oktober 2025
345
DPR Hanya Kumpulan “Korea”? Demo ke DPR untuk Apa?
Opini

DPR Hanya Kumpulan “Korea”? Demo ke DPR untuk Apa?

22 September 2025
93
Membangun Tata Kelola Yayasan Pendidikan Madrasah yang Modern dan Adaptif di Tengah Dinamika Perubahan
Opini

Membangun Tata Kelola Yayasan Pendidikan Madrasah yang Modern dan Adaptif di Tengah Dinamika Perubahan

14 Juli 2025
85
Menatap Tahun Ajaran Baru: Ijazah Itu Hanya Tanda Anda Pernah Sekolah, Bukan Pernah Berpikir
Opini

Menatap Tahun Ajaran Baru: Ijazah Itu Hanya Tanda Anda Pernah Sekolah, Bukan Pernah Berpikir

10 Juli 2025
183
Mendobrak Kepalsuan Akademik: Refleksi Kebijakan Bupati Pati
Opini

Saat SD Negeri Sepi Peminat: Fenomena Baru SPMB di Kabupaten Pati

18 Juni 2025
572
Seedbacklink
No Result
View All Result

Terbaru

  • Patroli Malam Minggu, Polres Rembang Tingkatkan Pengamanan Cegah Gangguan Kamtibmas
  • Kapolsek Kragan Pimpin Pengamanan Lomba Miniatur Sound System, Kegiatan Berlangsung Aman dan Kondusif
  • Pelanggaran Lawan Arah Masih Jadi Ancaman Keselamatan Berlalu Lintas
  • Nobar Piala Dunia 2026 dan Launching Logo Hari Jadi Pati ke-703, Kasdim 0718/Pati Ajak Perkuat Kebersamaan
  • Makna Logo Hari Jadi ke-703 Kabupaten Pati, Semangat “Sumunar Terang Mbangun Kamajengan”
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

© 2020 patinews.com - Pati Hari Ini patinews.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Patinews.com
  • Berita
    • event
    • Olahraga
    • politik
    • bisnis
  • wisata
    • kuliner
    • Sejarah
  • Lowongan Kerja
  • Kontak
  • Youtube
  • Kirim Artikel/Berita

© 2020 patinews.com - Pati Hari Ini patinews.