
Patinews.com – Kota, (Minggu, 23 Oktober 2016) bertempat di Pendopo Kabupaten Pati telah diadakan kegiatan Pengajian Akbar dalam tema Memperingati Hari Santri Dan Tahun Baru Hijriyah 1438 H. “Dengan Peringatan Hari Santri Dan Tahun Baru Hijriyah Kita Tingkatkan Persatuan dan Kesatuan Dalam Kerukunan Bangsa Serta Kedaulatan NKRI”.
Hadir dalam kegiatan pengajian akbar tersebut diantaranya adalah Bupati Pati, Dandim 0718/ Pati Diwakilkan oleh pasintel Kodim 0718/ Pati, Kapten Yauhudi, Ketua PCNU Kabuapaten Pati / KH. Drs. Ali Munfaat, Mpd, Ketua Kesbangpol Kab. Pati / Diwakilkan oleh HM . Amin Prasetyo S.Ag .MM dan Ketua PWNU Propinsi Jateng KH. Prof.Dr . Abu Hafsin.
Dalam sambutannya Ketua PCNU kabupaten Pati KH. Drs. Ali Munfaat Mpd menyampaikan, “Saya panjatkan puji syukur kepada Alloh SWT atas karunia rejeki dan kelancaran kesehatan maupun perlindungannya, karena kita masih dapat bertemu dalam acara hari santri dan tahun baru Hijriyah 1438 H Di gedung Pendopo Kabupaten Pati ini, walaupun hujan turun terus menerus tapi niat kita semua tetap berdatangan bukan karena alasan tertentu tetapi karena niat kita untuk mencari hakekat amal ibadah dalam kebaikan kita, kelak di akhirat nanti”.
“Mari kita pahami dan belajar apa arti tentang kitab kuning, dan apa manfaatnya bagi kita semua dan juga saya mengajak kepada para santri di wilayah pati, kita hindari perilaku yang tidak benar dan dilarang oleh Allah SWT terutama Narkoba, maksiat, dan lain – lain yang mencakup dalam Dosa besar dan Dosa kecil”.
Sambutan dari Kesbangpol Kab. Pati memaparkan, “Setelah PWNU berhasil melaksanakan hari santri, saya minta harus bersatu padu dalam pembangunan kota Pati lebih maju dan modern, ini respon dari Kesbangpol, karena Kesbangpol punya visi dan misi yang harus mumpuni”.
“Tujuan dari perguji ( persatuan guru ngaji ) harus bisa memahami arti dari Satu Muharam dan tahun baru Hijriyah, demikian Kesbangpol merespon niat baik para santri seluruh kota Pati agar benar – benar seluruh ormas dari FPI, Perguji, dan LDII bisa bersatu menjaga keamanan NKRI dan kota Pati sendiri”.
Sedangkan Bupati Pati menyampaikan, “walaupun diguyur hujan dari pagi sampai sekarang ini tapi tidak menghambat acara hari santri ini, Kepada semua pihak, harapan kita tidak mengenal paham ajaran agama Islam saja, dan mengenal bacaan ayat suci Al Quran juga akan tetapi saya berharap para santri ini harus mampu dan Memahami kehidupan dalam masyarakat karena kalau sudah punya ahklak, budi pekerti yang baik tapi juga harus paham arti sosiologi dan fisiologi maupun Pancasila dan UUD 45”.
“Saya dan pemerintah daerah mengakui bahwa selama memimpin sebagai kepala daerah kab. Pati belum bisa mensejahterakan kepada masyarakat Pati, guru, dan lainnya. Dalam bantuan bentuk pembangunan khususnya wilayah kota Pati memang masih ada kendala karena adanya aturan dan anggaran yang selalu dari pusat min 3 tahun baru turun, jadi kepada masyarakat kota Pati / para santri mohon kesabaran dalam bantuan pendidikan dan pembangunan gedung – gedung sekolah dan pesantren”.
KH. prof. Dr. Abu Hafsin selaku Ketua PWNU Propinsi Jateng menyampaikan, “Dalam momentum hari santri ini kita harus bisa melaksanakan kewajiban – kewajiban dalam nasionalisme ini,mari kita syukuri bisa membentuk persatuan para santri bisa lebih modern. Dalam rangka meningkatkan agamanisme, bahwa Islam itu indah karena keseimbangan dalam hidup bersama baik kehidupan sehari – hari. Supaya pemahaman ajaran agama harus semangat mempelajari secara kooferensif dan ikhlas. Kalau memang kita tidak tahu beragama maka hal ini akan terjebak dalam sikap – sikap radikalisme dan anarkisme. Semoga kegiatan hari santri ini bisa menjadi kegiatan yang baik di mata masyarakat dan negara”. (Patinews.com/ Berita Pati Hari Ini)






