• Patinews.com
  • Berita
    • event
    • Olahraga
    • politik
    • bisnis
  • wisata
    • kuliner
    • Sejarah
  • Lowongan Kerja
  • Kontak
  • Youtube
  • Kirim Artikel/Berita
  • Login
Patinews Berita Pati Hari Ini
  • Home
  • NewsPrime
  • Tech
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Review
  • Kirim Artikel/BeritaCreate Story
No Result
View All Result
  • Home
  • NewsPrime
  • Tech
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Review
  • Kirim Artikel/BeritaCreate Story
Patinews Berita Pati Hari Ini
No Result
View All Result
Patinews Berita Pati Hari Ini
No Result
View All Result
Home Featured

Anak Kampung yang Berkisah

patinews.com by patinews.com
14 Juni 2021
in Featured
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Anak Kampung yang Berkisah

Anak Kampung yang Berkisah

131
VIEWS
Share on WAShare on FBShare on Twitter

Anak Kampung yang Berkisah

Identitas Novel

Judul: Novel Tujuh Cinta Si Anak Kampung 1

RelatedPosts

Tidak Hanya Mengobati, Ini Berbagai Peran Dokter Hewan Bagi Hewan Peliharaan Anda

Mbah Buyut Mas Waturoyo Margoyoso, Salah Satu Pengawal Pangeran Diponegoro

Berlinang Air Mata, Melihat Kisah Pilu Janda Sebatang Kara Melawan Kanker Payudara Akut

Pengarang: Ermanto Tolantang

Penerbit: FBS UNP Press

Tempat Terbit: Padang

Tahun Terbit: 2014

Cetakan: Pertama

Ukuran: 14, 6 x 20,1 cm

Jumlah Halaman: 132

ISBN: 978-602-1650-13-4

 

Resensi

Buku Novel Tujuh Cinta Si Anak Kampung 1 karya Ermanto Tolantang atau Prof. Dr. Ermanto, S.Pd, M.Hum yang lahir pada Februari tahun 1969. Beliau adalah seorang dosen sejak tahun 1994 dan Guru Besar Linguistik sejak tahun 2010 di Universitas Negeri Padang. Beliau menjalani S1 di IKIP Padang, S2 di Universitas Gadjah Mada, hingga S3 di Universitas Sebelas Maret. 

Novel ini menceritakan bagaimana kisah tentang kehidupan beliau dari kecil hingga remaja akhir setingkat SMP. Novel ini berlatarkan tempat pada sebuah kampung di Batang Kapas di Kabupaten Pesisir Selatan. Beliau menjalani kehidupan dan melewati beberapa kejadian sejarah bersama sang Ayah, Papa Kamto, Tuan Guru Masad, Beberapa tokoh yang berperan penting, hingga sahabat-sahabat masa kecil beliau. 

Pada masa kecil beliau, kampung tempat Ermanto tinggal identik dengan kemiskinan. Setidaknya terdapat sebuah sungai yang dulunya menjadi urat nadi untuk membantu perekonomian dan hal-hal penting lainnya seperti untuk air minum, tempat mandi, hingga tempat buang hajat. Dua orang tokoh penting Kampung seperti Almarhum Angku Karim dan Angku Udin yang berperan penting dalam membawa barang-barang dari kampung sebagai jurumudi sampan.

Namun, bak dua mata pisau, sungai itu juga bisa membawa musibah penyakit muntaber yang selalu memakan korban jiwa. Disini, digambarkan bagaimana rasanya perasaan para penduduk kampung yang dilanda rasa frustasi dan gundah gulana akibat penyakit muntaber yang merenggut nyawa orang-orang tersayang mereka. 

Sayangnya, karena buruknya ekonomi yang mereka alami, di kampung Ermanto ini tidak memiliki transportasi dan jalan yang memadai untuk membawa orang-orang yang sakit, maka peran penting kedua jurumudi tersebut adalah membawa penderita dengan sampan mereka ke Puskesmas Kecamatan. Namun, masalahnya setelah itu adalah untuk para penderita selanjutnya. Berhubung kedua jurumudi tersebut sedang tidak ada, maka penderita muntaber ini akan dibawa pergi dengan cara ditandu. Seringnya, jika rombongan penandu ini segera kembali ke kampung, maka itulah tanda bahwa penderita tersebut sudah meninggal dunia. 

Penyebab bencana yang terus terjadi setiap tahun ini masih belum diketahui. Hingga, mereka mengetahui apa penyebabnya dari dokter di Puskesmas Kecamatan. Seperti yang diceritakan, dikarenakan kesulitan ekonomi, orang-orang di kampung Ermanto tidak memiliki kamar mandi dan toilet di rumah mereka sehingga mereka menggunakan sungai untuk mandi dan buang hajat. Naasnya, sungai itu juga menjadi sumber air minum mereka. sehingga dengan kemiskinan dan tanpa mengetahui apa penyebabnya selama ini, korban jiwa terus berjatuhan setiap tahunnya. 

Dengan berbagai peristiwa dan hal-hal yang beragam, Ermanto menjalani masa mudanya dengan penuh keberagaman perasaan dan warna. 

Meski terasa asyik untuk dibaca, terdapat sedikit istilah yang kurang familiar bagi kami pembaca yang masih muda. Sehingga, secara positif menambahkan kosakata baru ke kamus sehari-hari. Lainnya, meskipun sudah  dikonfirmasi pada akhir buku bahwa akan dilanjutkan untuk buku kedua dan ketiganya, namun, dengan cerita nyata penulis pada bagian penutup yang memilukan hati, meninggalkan rasa janggal pada akhir ceritanya.

Kelebihannya, selain buku ini juga menceritakan tentang bagaimana keseharian, peristiwa, hingga berbagai kejadian masa kecil dan mudanya Beliau. para pembaca serasa kita yang diajak untuk berbicara, mengenang, dan merasakan bersama Ermanto, Bahkan, secara tidak langsung, pembaca juga dapat menangkap arus perkembangan dan perubahan zaman serta sejarah yang terjadi di sana. Rasanya seperti bertemu dengan saksi sejarah yang masih hidup karena rasanya beda sekali dengan keadaan zaman yang sekarang ini. 

Setelah muncul serial novelnya Tujuh Cinta Si Anak Kampung yang pertama ini, mari kita tunggu bersama-sama untuk novel yang kedua dan ketiganya ☺. 

(Resensi oleh: Eldiva Rafnan)

Anak Kampung yang Berkisah
Anak Kampung yang Berkisah
Tags: berita patikabar patipatipati hari inipatinewssuara patiwarta pati
patinews.com

patinews.com

redaksi@patinews.com

Related Posts

Tidak Hanya Mengobati, Ini Berbagai Peran Dokter Hewan Bagi Hewan Peliharaan Anda
Featured

Tidak Hanya Mengobati, Ini Berbagai Peran Dokter Hewan Bagi Hewan Peliharaan Anda

18 Agustus 2025
26
Mbah Buyut Mas Waturoyo Margoyoso, Salah Satu Pengawal Pangeran Diponegoro
Featured

Mbah Buyut Mas Waturoyo Margoyoso, Salah Satu Pengawal Pangeran Diponegoro

9 Agustus 2023
444
Berlinang Air Mata, Melihat Kisah Pilu Janda Sebatang Kara Melawan Kanker Payudara Akut
Berita

Berlinang Air Mata, Melihat Kisah Pilu Janda Sebatang Kara Melawan Kanker Payudara Akut

3 Agustus 2023
142
Melangkah ke Era Teknologi : Mahasiswa KKN-T IPB Kenalkan Siswa Sekolah Dasar di Desa Purworejo dengan Perangkat Elektronik Otomatis
Featured

Melangkah ke Era Teknologi : Mahasiswa KKN-T IPB Kenalkan Siswa Sekolah Dasar di Desa Purworejo dengan Perangkat Elektronik Otomatis

19 Juli 2023
229
Menguak Mitos Nasi Menangis
Featured

Menguak Mitos Nasi Menangis

20 Agustus 2021
424
Mahasiswa Sistem Informasi Universitas Semarang Membuat Program Sistem Pendukung Keputusan Berbasis Website pada Mitra Facta Tailor Semarang
Featured

Mahasiswa Sistem Informasi Universitas Semarang Membuat Program Sistem Pendukung Keputusan Berbasis Website pada Mitra Facta Tailor Semarang

5 Juli 2021
104
Seedbacklink
No Result
View All Result

Terbaru

  • Kapolres Rembang Cek Kesiapan Pasukan, Antisipasi Kerawanan Kamtibmas Jelang May Day 2026
  • Longsor Galian C di Sukolilo Pati, Satu Pekerja Tewas Tertimbun
  • Dugaan Pencabulan oleh Oknum Kiai di Pati, 50 Santriwati Jadi Korban
  • Seluruh Ahli Waris Korban Kecelakaan KRL Bekasi Terima Santunan, Jasa Raharja Pastikan Hak Terpenuhi
  • Polresta Pati Ungkap Kasus Pengeroyokan di Dukuhseti, Satu Pelaku Diamankan, Lainnya DPO
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

© 2020 patinews.com - Pati Hari Ini patinews.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Patinews.com
  • Berita
    • event
    • Olahraga
    • politik
    • bisnis
  • wisata
    • kuliner
    • Sejarah
  • Lowongan Kerja
  • Kontak
  • Youtube
  • Kirim Artikel/Berita

© 2020 patinews.com - Pati Hari Ini patinews.