Penulis : Andea Devanya Quinni, ( UIN Syarif Hidayatullah Jakarta)
Di era milenial ini, semua bisa dilakukan dengan serba mudah. Kita bisa mendapatkan segala sesuatu dimana saja dan kapan saja dengan hadirnya internet di kehidupan kita. Internet sudah menjadi hal yang melekat pada kehidupan manusia karena aktivitas manusia modern tidak jauh dari peran internet, khususnya pada masa pandemi covid-19 seperti sekarang ini. Sejak berlakunya PSBB yang dicanangkan oleh beberapa pemerintah daerah dengan tujuan untuk memutus rantai penyebaran virus covid-19, semua kegiatan masyarakat di luar rumah menjadi terbatas. Kegiatan belajar-mengajar, bekerja, bahkan dalam hal berbelanja pun semuanya dilakukan secara online.
Belanja online adalah transaksi jual-beli yang dilakukan oleh pembeli dan penjual melalui internet tanpa tatap muka secara langsung. Dalam situasi pandemi seperti saat ini, masyarakat cenderung banyak memilih berbelanja dengan cara online karena berbelanja online tidak harus berkumpul dengan orang banyak. Belanja online bisa dilakukan melalui sosial media ataupun melalui aplikasi belanja online seperti shopee, tokopedia, lazada, dan lain-lain.
Saat situasi pandemi seperti saat ini, penjualan kebutuhan rumah tangga seperti bahan pangan serta produk kesehatan dan kebersihan seperti masker, hand sanitizer, vitamin mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Saat ini, permintaan produk dari masyarakat mulai berganti dari keinginan menjadi kebutuhan. Hal ini sesuai dengan yang disampaikan oleh Chief of Customer Experience Lazada Indonesia Ferry Kusnowo (dilansir dari suara.com).
Banyak penjual berlomba-lomba untuk melakukan inovasi dalam mempromosikan produknya agar bisa laku di pasaran. Salah satunya dengan memberikan berbagai macam kemudahan kepada para konsumen seperti diskon, cashback, gratis ongkir, bayar di tempat, serta kemudahan lainnya. Hal ini tentu menarik minat konsumen untuk berbelanja melalui online dibanding berbelanja langsung di pasaran.
Namun, dibalik dari banyaknya kemudahan yang diberikan kepada konsumen, berbelanja online pastilah memiliki kelebihan serta kekurangan. Kelebihan dari berbelanja di online shop adalah belanja menjadi lebih praktis, bisa mendapatkan barang dengan harga yang lebih murah, hemat tenaga dan waktu, serta lebih mudah mendapatkan barang yang diinginkan.
Kekurangan dari berbelanja di online shop adalah barang tidak sesuai dengan gambar, sering terjadi penipuan, serta tidak bisa membedakan antara barang asli dengan barang palsu.
Perilaku konsumtif juga bisa muncul karena adanya online shop. Pengertian perilaku konsumtif sendiri ialah tindakan seseorang membeli barang secara berlebihan, tidak sesuai kebutuhan dan hanya mengutamakan keinginan semata. Saat pandemi seperti ini, kita lebih sering berada di rumah dan merasa bosan. Akhirnya kita akan membuka aplikasi online shop dan membuat kita berbelanja tanpa melihat kebutuhan. Apalagi jika banyak promo yang ditawarkan di online shop tersebut, tentu secara tidak sadar kita akan gelap mata dalam berbelanja.
Lantas, bagaimana cara kita agar bisa berbelanja online secara bijak pada masa pandemi seperti ini?
Membuat list skala prioritas kebutuhan.
Adanya list skala prioritas kebutuhan tentu akan membantu kita mengetahui mana kebutuhan dan mana keinginan. Biasanya orang-orang lebih mementingkan memenuhi keinginan dibandingkan kebutuhan. Hal ini tentunya akan membuat hidup menjadi lebih boros karena akan muncul kebutuhan yang tak terpenuhi ketika kita lebih mementingkan memenuhi keinginan. Akhirnya mau tidak mau kita harus mengeluarkan biaya lagi untuk memenuhi kebutuhan tersebut.
Cermat ketika memilih barang.
Sebagai pembeli yang bijak, seharusnya kita membeli barang sesuai dengan fungsinya bukan berdasarkan merek hanya untuk menunjang gengsi. Hal ini untuk menghindari perilaku pemborosan. Untuk apa membeli barang seharga ratusan juta hanya demi merek, padahal banyak produk berharga puluhan ribu yang fungsinya sama dengan tas seharga ratusan juta.
Hindari penggunaan kartu kredit.
Penggunaan kartu kredit dalam berbelanja online sebenarnya boleh saja asal masih dalam batas wajar. Biasanya orang akan lupa diri ketika menggunakan kartu kredit, hal inilah yang bisa menjadi masalah ketika tiba-tiba tagihan menggunung tanpa kita sadari. Jadi, lebih baik kita jangan berbelanja dengan kartu kredit sehingga kita bisa mengontrol pengeluaran (dilansir dari cermati.com)
Memilih berbelanja online merupakan solusi yang tepat untuk berbelanja di masa pandemi seperti saat ini. Hal ini juga mendukung program pemerintah untuk tetap dirumah saja. Kita bisa memenuhi kebutuhan tanpa keluar rumah dan tetap mengikuti aturan yang ada. Namun, kita harus bisa bijak dalam berbelanja agar tidak menimbulkan perilaku konsumtif pada diri kita.





