• Patinews.com
  • Berita
    • event
    • Olahraga
    • politik
    • bisnis
  • wisata
    • kuliner
    • Sejarah
  • Lowongan Kerja
  • Kontak
  • Youtube
  • Kirim Artikel/Berita
  • Login
Patinews Berita Pati Hari Ini
  • Home
  • NewsPrime
  • Tech
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Review
  • Kirim Artikel/BeritaCreate Story
No Result
View All Result
  • Home
  • NewsPrime
  • Tech
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Review
  • Kirim Artikel/BeritaCreate Story
Patinews Berita Pati Hari Ini
No Result
View All Result
Patinews Berita Pati Hari Ini
No Result
View All Result
Home News

Orang Desa Tak Pakai Dolar, Tapi Kok Harga Pupuk & Sembako Tetap Naik? Ini Hubungannya!

patinews.com by patinews.com
17 Mei 2026
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Orang Desa Tak Pakai Dolar, Tapi Kok Harga Pupuk & Sembako Tetap Naik? Ini Hubungannya!
10
VIEWS
Share on WAShare on FBShare on Twitter

RelatedPosts

Bea Cukai Kudus Segel Pabrik Rokok Ilegal di Bae, Jutaan Batang Rokok Tanpa Cukai Diamankan

Terekam CCTV, Maling Gasak Honda Beat Milik Petani di Sawah Wotan Sukolilo Pagi Tadi

85 Koperasi Merah Putih Sudah Berjalan di Pati, Siap Dongkrak Ekonomi Rakyat

[image: 45 Template Patinews (49).jpg] Orang Desa Tak Pakai Dolar, Tapi Kok Harga Pupuk & Sembako Tetap Naik? Ini Hubungannya!
Belakangan ini, pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menyebut bahwa “orang desa tidak pakai dolar” saat menanggapi melemahnya nilai tukar Rupiah tengah ramai diperbincangkan netizen.
Secara harfiah, ucapan tersebut memang 100% benar. Di warung kelontong desa, kita bertransaksi menggunakan Rupiah, bukan lembaran Dolar Amerika.
Namun, mengapa saat Dolar mengamuk, dompet masyarakat di pelosok desa tetap ikut menjerit? Mari kita bedah alur logikanya secara sederhana tanpa pusing rumus ekonomi!
1. Jalur Logistik: Dari Mana Datangnya Pupuk dan Pakan Ternak? Meskipun petani menanam padi di sawah sendiri dan peternak memelihara ayam di kandang sendiri, mayoritas bahan baku pendukungnya berasal dari luar negeri:
Pupuk & Bahan Kimia Sawah: Bahan baku pembuatan pupuk kimia sebagian besar masih harus diimpor.
Pakan Ternak: Komponen pakan ayam (seperti bungkil kedelai) dibeli menggunakan mata uang Dolar.
Efek Dominonya: Ketika Dolar naik, biaya produksi pupuk dan pakan ternak otomatis membengkak. Mau tidak mau, harga jual di tingkat petani dan peternak harus dinaikkan agar mereka tidak gulung tikar.
2. Efek Berantai Distribusi (Ongkos Kirim) Sembako, pakaian, hingga barang elektronik tidak langsung jatuh dari langit ke pasar desa. Barang-barang tersebut diangkut menggunakan truk atau kapal cargo.
Suku cadang kendaraan (ban, mesin, oli) banyak yang dipengaruhi oleh harga global dan kurs Dolar.
Jika biaya perawatan transportasi naik, ongkos kirim ke daerah-daerah otomatis ikut naik. Alhasil, harga sabun, minyak goreng, dan mie instan di toko kelontong desa ikut menyesuaikan.
3. Biaya Listrik dan BBM Pembangkit listrik dan operasional industri di Indonesia masih sangat bergantung pada komponen dan bahan bakar yang harganya dipatok dengan standar Dolar global. Jika beban operasional negara membengkak akibat pelemahan Rupiah, tekanan tersebut lambat laun akan dirasakan oleh konsumen akhir, termasuk masyarakat di pedesaan.
Kesimpulannya: Orang desa memang tidak pernah memegang fisik uang Dolar untuk beli kopi atau bayar angkot. Namun, Dolar adalah hulu (awal) dari rantai pasokan, sedangkan desa adalah hilir (ujung) dari rantai konsumsi.
Ketika hulu mengalami badai, air yang sampai ke hilir pasti akan ikut bergejolak. Jadi, wajar sekali jika emak-emak di desa ikut pusing saat Dolar naik, karena “efek domino” ekonomi tidak pernah memandang apakah kita tinggal di kota metropolitan atau di pelosok desa.
Bagaimana menurut pendapat kalian di kolom komentar? 👇
#fyp #virals #jangkauan #dolar #orangdesa

patinews.com

patinews.com

redaksi@patinews.com

Related Posts

Bea Cukai Kudus Segel Pabrik Rokok Ilegal di Bae, Jutaan Batang Rokok Tanpa Cukai Diamankan
News

Bea Cukai Kudus Segel Pabrik Rokok Ilegal di Bae, Jutaan Batang Rokok Tanpa Cukai Diamankan

17 Mei 2026
11
Terekam CCTV, Maling Gasak Honda Beat Milik Petani di Sawah Wotan Sukolilo Pagi Tadi
News

Terekam CCTV, Maling Gasak Honda Beat Milik Petani di Sawah Wotan Sukolilo Pagi Tadi

16 Mei 2026
13
85 Koperasi Merah Putih Sudah Berjalan di Pati, Siap Dongkrak Ekonomi Rakyat
News

85 Koperasi Merah Putih Sudah Berjalan di Pati, Siap Dongkrak Ekonomi Rakyat

16 Mei 2026
23
Tanggapi Rupiah Anjlok 17.600, Prabowo: Rakyat Desa Tak Pakai Dolar
News

Tanggapi Rupiah Anjlok 17.600, Prabowo: Rakyat Desa Tak Pakai Dolar

16 Mei 2026
24
Gedung DPRD Kabupaten Pati
Berita

DPRD Pati Soroti Minimnya Anggaran Bantuan Petani Puso, Perda Dinilai Belum Maksimal

16 Mei 2026
24
Muslihan, Anggota DPRD Pati
Berita

DPRD Pati Minta APBD Berpihak ke Petani Puso, Jangan Hanya Perda Tanpa Bantuan Nyata

16 Mei 2026
16
Seedbacklink
No Result
View All Result

Terbaru

  • Orang Desa Tak Pakai Dolar, Tapi Kok Harga Pupuk & Sembako Tetap Naik? Ini Hubungannya!
  • Bea Cukai Kudus Segel Pabrik Rokok Ilegal di Bae, Jutaan Batang Rokok Tanpa Cukai Diamankan
  • Polres Rembang Dukung Ketahanan Pangan Nasional, Kapolres Pimpin Panen Raya Jagung Serentak Kuartal II Tahun 2026
  • Terekam CCTV, Maling Gasak Honda Beat Milik Petani di Sawah Wotan Sukolilo Pagi Tadi
  • 85 Koperasi Merah Putih Sudah Berjalan di Pati, Siap Dongkrak Ekonomi Rakyat
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

© 2020 patinews.com - Pati Hari Ini patinews.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Patinews.com
  • Berita
    • event
    • Olahraga
    • politik
    • bisnis
  • wisata
    • kuliner
    • Sejarah
  • Lowongan Kerja
  • Kontak
  • Youtube
  • Kirim Artikel/Berita

© 2020 patinews.com - Pati Hari Ini patinews.