[image: WhatsApp Image 2026-04-20 at 17.30.23.jpeg] Hadapi Ancaman Kekeringan, Pemkab Pati Usulkan 379 Titik Pompanisasi ke Kementan
Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, mengusulkan pembangunan 379 titik pompanisasi serta perbaikan dan pembangunan irigasi teknis maupun tersier dalam Rapat Koordinasi Nasional Mitigasi Kekeringan Lahan Pertanian di Kantor Pusat Kementerian Pertanian, Jakarta.
Langkah ini diambil sebagai respons atas ancaman kekeringan yang berpotensi berdampak luas terhadap sektor pertanian di Pati, sekaligus menindaklanjuti arahan pemerintah pusat dalam memperkuat ketersediaan air saat musim kemarau.
Dalam forum yang dihadiri para kepala daerah se-Indonesia tersebut, pemerintah daerah didorong untuk proaktif mengajukan kebutuhan sarana dan prasarana pengairan guna menjaga keberlanjutan produksi pertanian di tengah potensi cuaca ekstrem.
“Kekeringan di Kabupaten Pati memiliki dampak yang sangat besar bagi petani. Kami mengusulkan 379 titik pompanisasi, serta tambahan pembangunan dan perbaikan irigasi teknis dan tersier agar distribusi air ke sawah warga bisa lebih optimal,” ujar Chandra.
Ia menambahkan, usulan tersebut merupakan bagian dari strategi jangka pendek dan menengah untuk menjaga stabilitas distribusi air di sektor pertanian. Dalam kesempatan itu, Plt. Bupati turut didampingi jajaran dinas terkait, termasuk Dinas Pertanian dan Dinas PUPR Kabupaten Pati.
Sementara itu, untuk pembangunan bendungan, Pemkab Pati masih dalam tahap penyusunan teknis dan belum diajukan pada tahun ini.
“Untuk bendungan masih kami siapkan secara teknis. Insyaallah akan kami ajukan pada tahun depan,” jelasnya.
Pemerintah Kabupaten Pati berharap penguatan infrastruktur pengairan ini mampu menjaga produktivitas pertanian sekaligus mendukung ketahanan pangan nasional di tengah tantangan perubahan iklim.
“Ketersediaan air adalah kunci. Kami berkomitmen memastikan petani tetap bisa berproduksi secara optimal,” pungkasnya.
#fyp #virals #pati
Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, mengusulkan pembangunan 379 titik pompanisasi serta perbaikan dan pembangunan irigasi teknis maupun tersier dalam Rapat Koordinasi Nasional Mitigasi Kekeringan Lahan Pertanian di Kantor Pusat Kementerian Pertanian, Jakarta.
Langkah ini diambil sebagai respons atas ancaman kekeringan yang berpotensi berdampak luas terhadap sektor pertanian di Pati, sekaligus menindaklanjuti arahan pemerintah pusat dalam memperkuat ketersediaan air saat musim kemarau.
Dalam forum yang dihadiri para kepala daerah se-Indonesia tersebut, pemerintah daerah didorong untuk proaktif mengajukan kebutuhan sarana dan prasarana pengairan guna menjaga keberlanjutan produksi pertanian di tengah potensi cuaca ekstrem.
“Kekeringan di Kabupaten Pati memiliki dampak yang sangat besar bagi petani. Kami mengusulkan 379 titik pompanisasi, serta tambahan pembangunan dan perbaikan irigasi teknis dan tersier agar distribusi air ke sawah warga bisa lebih optimal,” ujar Chandra.
Ia menambahkan, usulan tersebut merupakan bagian dari strategi jangka pendek dan menengah untuk menjaga stabilitas distribusi air di sektor pertanian. Dalam kesempatan itu, Plt. Bupati turut didampingi jajaran dinas terkait, termasuk Dinas Pertanian dan Dinas PUPR Kabupaten Pati.
Sementara itu, untuk pembangunan bendungan, Pemkab Pati masih dalam tahap penyusunan teknis dan belum diajukan pada tahun ini.
“Untuk bendungan masih kami siapkan secara teknis. Insyaallah akan kami ajukan pada tahun depan,” jelasnya.
Pemerintah Kabupaten Pati berharap penguatan infrastruktur pengairan ini mampu menjaga produktivitas pertanian sekaligus mendukung ketahanan pangan nasional di tengah tantangan perubahan iklim.
“Ketersediaan air adalah kunci. Kami berkomitmen memastikan petani tetap bisa berproduksi secara optimal,” pungkasnya.
#fyp #virals #pati








