Waspadai Bahaya Gawai, Atik Sudewo Ajak Ibu-Ibu Jadi Garda Terdepan Lindungi Anak di Era Digital
PATI, PATINEWS.COM
Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Pati, Atik Sudewo, mengajak para ibu untuk lebih aktif dalam mengawasi anak-anak di era digital. Pesan tersebut disampaikan saat dirinya menghadiri pengajian yang diselenggarakan bersama Muslimat dan Fatayat Nahdlatul Ulama di kediaman Kepala Desa Wotan, Kecamatan Sukolilo, pada Rabu (14/5).
Acara yang dihadiri oleh jajaran TP-PKK Kabupaten, TP-PKK Kecamatan Sukolilo, dan TP-PKK Desa Wotan ini tak sekadar menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga menjadi wadah penyampaian pesan-pesan pembangunan dari pemerintah daerah, khususnya terkait peran strategis perempuan dalam membina keluarga.
Dalam sambutannya, Atik menyampaikan sejumlah kebijakan Bupati Pati, Sudewo, yang menaruh perhatian besar pada pendidikan dan pembentukan karakter anak. Salah satu kebijakan unggulan yang dipaparkan adalah pemberlakuan jam belajar malam dari pukul 19.00 hingga 21.00.
“Ini bukan sekadar aturan, tapi bentuk komitmen kami agar anak-anak Pati tumbuh menjadi generasi yang beradab, cerdas, dan santun,” ujar Atik.
Selain itu, Atik juga menginformasikan adanya program beasiswa untuk siswa yang berhasil masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN) melalui jalur SNBP maupun UTBK-SNBT. Program ini diharapkan dapat mendorong semangat belajar dan pemerataan akses pendidikan tinggi di Kabupaten Pati.
Namun demikian, Atik juga mengingatkan akan tantangan besar yang kini dihadapi para orang tua: kemajuan teknologi yang belum tentu diiringi dengan kesiapan mental anak-anak. Ia menyoroti maraknya anak yang sudah mahir mengakses internet, namun kurang pengawasan, sehingga mudah terjerumus ke dalam konten negatif.
“Sekarang ini banyak anak yang bahkan lebih paham teknologi dibanding orang tuanya. Ada yang sudah bisa akses situs pornografi, ada pula yang main slot. Di sinilah pentingnya fungsi pengawasan dari orang tua, terutama ibu,” tegasnya.
Kehadiran Atik dalam pengajian ini menjadi pengingat pentingnya peran ibu sebagai benteng utama keluarga di tengah derasnya arus digitalisasi. Ia berharap kegiatan seperti ini dapat terus menjadi ruang edukasi dan penguatan nilai-nilai keagamaan serta moral dalam keluarga.
(pn/ dok Humas Prokompim Pati)





