• Patinews.com
  • Berita
    • event
    • Olahraga
    • politik
    • bisnis
  • wisata
    • kuliner
    • Sejarah
  • Lowongan Kerja
  • Kontak
  • Youtube
  • Kirim Artikel/Berita
  • Login
Patinews Berita Pati Hari Ini
  • Home
  • NewsPrime
  • Tech
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Review
  • Kirim Artikel/BeritaCreate Story
No Result
View All Result
  • Home
  • NewsPrime
  • Tech
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Review
  • Kirim Artikel/BeritaCreate Story
Patinews Berita Pati Hari Ini
No Result
View All Result
Patinews Berita Pati Hari Ini
No Result
View All Result
Home News

Warga Gunuwungkal Terpaksa Jual Sapi Seharga 6 Juta, Padahal Harga Normal 20 Juta

patinews.com by patinews.com
25 Juni 2022
in Berita, Berita Pati Hari ini, News
Reading Time: 1 min read
A A
0
Warga Gunuwungkal Terpaksa Jual Sapi Seharga 6 Juta, Padahal Harga Normal 20 Juta
18.5k
VIEWS
Share on WAShare on FBShare on Twitter

Warga Gunuwungkal Terpaksa Jual Sapi Seharga 6 Juta, Padahal Harga Normal 20 Juta

 

RelatedPosts

Diguyur Hujan, Kapolres Rembang Pimpin Langsung Pengamanan Kunjungan RI 4 di Makam RA Kartini

Gubernur Jateng Ahmad Luthfi Raih Penghargaan CSR dan Pengembangan Desa atas Program Pengelolaan Sampah

Pemkab Pati Percepat Penanganan TBC, 120 Titik Cek Kesehatan Gratis Disiapkan

GUNUNGWUNGKAL, PATINEWS.COM

 

Akibat wabah penyakit mulut dan kuku memicu kepanikan di kalangan peternak sapi di Kabupaten Pati, Jawa Tengah.

 

Ditambah belum adanya penanganan yang dianggap tepat oleh pemerintah. Mereka terpaksa menjual murah sapinya karena takut tertular PMK dan rugi lebih banyak.

 

Puluhan peternak sapi di Desa Sumberejo, Kecamatan Gunung Wungkal, Pati, Jawa Tengah mengalami kepanikan di tengah mewabahnya penyakit mulut dan kuku yang menyerang hewan ternak.

 

Sekitar 90 persen hewan ternak dari 200 lebih sapi milik warga kini terjangkit wabah PMK.

 

Mereka terpaksa menjual sapinya dengah harga murah, yakni 5 hingga 6 juta rupiah per ekor. Padahal harga normal sapi berkisar 20 juta rupiah per ekor. Peternak takut sapinya tertular virus PMK dan mengalami kerugian.

 

Akibat pandemi tersebut, menyebabkan tidak sedikit sapi hamil hingga keguguran. Bahkan ada juga janin sapi mati di dalam kandungan. Untuk mengatasi penyebaran wabah PMK ini, peternak juga mengkarantina sapi yang sudah kondisinya parah

 

Kepala Desa Sumberejo, Sururi, sempat merasa kebingungan mendapati wabah PMK yang merugikan warganya, yang beternak sapi. Dia kemudian meminta peternak di desanya untuk memberi asupan probiotik sebagai penambah imun bagi ternak dan menyempatkan eco enzym di lingkungan kandang.

 

Sementara, Pendamping Desa Sumberejo, Handoko mengungkapkan, pihaknya memberikan pelatihan secara mandiri terkait penanganan PMK. Pelatihan tersebut berisi pembuatan probiotic dan aplikasi Eco Enzyme. Mengingat, saat ini belum ditemukan obat yang tepat, untuk mengobati sapi yang terkena PMK. Maka peternak harus melakukan sterilisasi kandang.

 

Diketahui, data dari Dinas Pertanian dan Peternakan (Dispertan) Pati hingga pekan kemarin, sedikitnya ada 1.633 hewan ternak di Pati yang terindikasi terkena PMK. Dari jumlah itu, 690 hewan ternak dinyatakan sembuh, 11 ekor sapi mati, 9 sapi dipotong paksa dan 35 kerbau dipotong. Sedangkan sisanya masih dalam penanganan.

 

(pn/ed).

Tags: berita patiGunungwungkaljatengkabar patimediapatinewspatipati hari inipatihitspatinewsPmksentralpatinewssuara patisuarapatinewssumberejowarta pati
patinews.com

patinews.com

redaksi@patinews.com

Related Posts

Diguyur Hujan, Kapolres Rembang Pimpin Langsung Pengamanan Kunjungan RI 4 di Makam RA Kartini
Berita

Diguyur Hujan, Kapolres Rembang Pimpin Langsung Pengamanan Kunjungan RI 4 di Makam RA Kartini

21 April 2026
13
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi Raih Penghargaan CSR dan Pengembangan Desa atas Program Pengelolaan Sampah
News

Gubernur Jateng Ahmad Luthfi Raih Penghargaan CSR dan Pengembangan Desa atas Program Pengelolaan Sampah

21 April 2026
14
Pemkab Pati Percepat Penanganan TBC, 120 Titik Cek Kesehatan Gratis Disiapkan
News

Pemkab Pati Percepat Penanganan TBC, 120 Titik Cek Kesehatan Gratis Disiapkan

21 April 2026
16
6.700 Petani di Pati Peroleh Bantuan Puso Senilai Total Rp15 Miliar
News

6.700 Petani di Pati Peroleh Bantuan Puso Senilai Total Rp15 Miliar

21 April 2026
18
Menelisik Jejak Raden Ajeng Kartini dalam Seni Ukir Jepara
News

Menelisik Jejak Raden Ajeng Kartini dalam Seni Ukir Jepara

21 April 2026
15
Pelaku Peng4ni4yaan di Batangan Dibekuk Saat Kabur ke Jepara, Dua Rekannya Masih Diburu
News

Pelaku Peng4ni4yaan di Batangan Dibekuk Saat Kabur ke Jepara, Dua Rekannya Masih Diburu

21 April 2026
23
Seedbacklink
No Result
View All Result

Terbaru

  • Diguyur Hujan, Kapolres Rembang Pimpin Langsung Pengamanan Kunjungan RI 4 di Makam RA Kartini
  • Gubernur Jateng Ahmad Luthfi Raih Penghargaan CSR dan Pengembangan Desa atas Program Pengelolaan Sampah
  • Pemkab Pati Percepat Penanganan TBC, 120 Titik Cek Kesehatan Gratis Disiapkan
  • 6.700 Petani di Pati Peroleh Bantuan Puso Senilai Total Rp15 Miliar
  • Menelisik Jejak Raden Ajeng Kartini dalam Seni Ukir Jepara
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

© 2020 patinews.com - Pati Hari Ini patinews.

No Result
View All Result
  • Patinews.com
  • Berita
    • event
    • Olahraga
    • politik
    • bisnis
  • wisata
    • kuliner
    • Sejarah
  • Lowongan Kerja
  • Kontak
  • Youtube
  • Kirim Artikel/Berita

© 2020 patinews.com - Pati Hari Ini patinews.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist