• Patinews.com
  • Berita
    • event
    • Olahraga
    • politik
    • bisnis
  • wisata
    • kuliner
    • Sejarah
  • Lowongan Kerja
  • Kontak
  • Youtube
  • Kirim Artikel/Berita
  • Login
Patinews Berita Pati Hari Ini
  • Home
  • NewsPrime
  • Tech
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Review
  • Kirim Artikel/BeritaCreate Story
No Result
View All Result
  • Home
  • NewsPrime
  • Tech
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Review
  • Kirim Artikel/BeritaCreate Story
Patinews Berita Pati Hari Ini
No Result
View All Result
Patinews Berita Pati Hari Ini
No Result
View All Result
Home News

Umat Buddha di Pati Tunaikan Perayaan Kathina

patinews.com by patinews.com
27 November 2021
in Berita, Berita Pati Hari ini, News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Umat Buddha di Pati Tunaikan Perayaan Kathina

Umat Buddha di Pati Tunaikan Perayaan Kathina

163
VIEWS
Share on WAShare on FBShare on Twitter

Umat Buddha di Pati Tunaikan Perayaan Kathina

CLUWAK, PATINEWS.COM

Umat Buddha Vihara Eka Dhamma Loka, Desa Ngawen, Kecamatan Cluwak Pati menggelar perayaan hari Kathina pada Senin, 22 November 2021.

RelatedPosts

Ketua DPRD Pati Soroti Efisiensi Anggaran: Semua Pejabat Harus Siap Dievaluasi

Tunjangan Rumah DPRD Pati Disorot, Ketua DPRD: “Kalau Demi Rakyat, Kami Siap Dievaluasi”

DPRD Pati Soroti Trauma Santriwati Korban Kasus Ponpes Ndholo Kusumo: “Jangan Hanya Dipindah, Mentalnya Juga Harus Dipulihkan”

Hadir dalam perayaan tersebut, dua orang Bhikkhu yang mewakili sangha, untuk menerima dana Kathina. Meskipun perayaan dilaksanakan dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat, namun tidak menyurutkan niat dan semangat umat Buddha untuk melaksanakan dana Kathina.

Salah satu penyuluh agama Buddha Kemenag Pati, Jumiah menyampaikan bahwa Kathina merupakan salah satu hari raya Agama Buddha.

“Pada awalnya, Kathina adalah sebutan untuk bingkai kayu yang digunakan untuk mengukur panjang serta lebar potongan jubah atau pakaian para bhikkhu. Tetapi kemudian, sebutan hari raya Kathina adalah merujuk pada persembahan Jubah kepada Buddha, setelah para bhikkhu menjalankan masa vasa,” terangnya.

Masa vasa adalah masa dimana para bhikkhu berdiam diri di suatu tempat pada musim hujan. Hal ini selain untuk menghindari bahaya-bahaya yang ditimbulkan oleh alam di saat musim hujan, tetapi juga untuk menghindari ketidaksengajaan para bhikkhu melukai atau merusak makhluk hidup maupun tumbuhan yang muncul di saat musim hujan. Pada masa vasa para bhikkhu lebih memantapkan diri pada kehidupan suci, menyempurnakan sila, serta melaksanakan meditasi.

Setelah tiga bulan berlalu, lanjut Jumiah, saatnya umat Buddha yang merupakan penyokong sangha (perkumpulan para Bhikkhu) mempersembahkan Empat kebutuhan pokok (catupaccaya). Empat kebutuhan pokok bhikkhu antara lain: jubah (civara), makanan (ahara), tempat tinggal (senasana), dan obat-obatan (bhesajja). Dana umat kepada sangha, juga merupakan salah satu bentuk ungkapan terima kasih umat, karena sangha merupakan pelestari Dhamma dan penjaga ajaran Buddha. Dari sangha, umat Buddha mengenal, memahami, dan mengerti ajaran Buddha.

Tahun ini, perayaan Kathina diawali pada tanggal 20 Oktober, dan berakhir pada tanggal 19 November. Tetapi dikarenakan padatnya jadwal para bhikkhu, serta keterbatasan jumlah bhikkhu, maka beberapa vihara melaksanakan dana Kathina di luar tanggal tersebut. Hal ini tidak mengurangi kekusyukan serta makna dan pahala pelaksanaan dana Kathina. Asalkan barang yang didanakan bukan hasil dari pelanggaran sila atau hasil kejahatan.

“Dalam melaksanakan dana Kathina, umat Buddha juga harus dengan penuh keyakinan, penuh kebahagiaan, baik sebelum, saat, dan setelah berdana. Jika dana dilakukan dengan hal-hal seperti itu, maka pahala yang akan diperoleh sangatlah besar, yaitu: paras cantik, suara merdu, kemolekkan, kejelitaan, kekuasaan, serta mempunyai banyak pengikut.(Nidhikanda Sutta, SN. 1;8),” sambungnya.

Sementara saat perayaan, Bhikkhu Sujano menekankan bahwa salah satu bentuk pelepasan adalah dengan berdana, karena pada dasarnya setiap manusia memiliki tabiat keserakahan, kebencian, dan kegelapan batin.

Melalui praktik berdana umat Buddha diajarkan untuk melepas agar terbebas dari lingakaran penderitaan. Sehingga dengan kebajikan yang dilakukan mampu meningkatkan kualitas batin yang sempurna dan mampu membuahkan kebahagiaan baik pada kehidupan sekarang maupun yang akan datang. Dengan berdana, umat Buddha tidak akan merasa kekurangan dan dengan usaha yang benar, rejeki akan melimpah yang datang dari berbagai penjuru sehinggan merekan akan selalu merasa puas dengan apa yang dimiliki. Inilah arti “kaya” yang sesungguhnya.

Dana akan memberikan pahala yang besar apabila diberikan kepada ladang yang subur. Sangha adalah ladang yang paling subur setelah orang tua. Seperti kita bertanam, apabila ladang kita subur, maka akan memberikan hasil yang maksimal. Berdanalah dengan mereka yang menjalankan sila dengan penuh kebijaksanaan.

“Sesungguhnya, orang kikir tidak dapat pergi ke alam Dewa dan orang bodoh tidak akan memuji kemurahan hati, tetapi orang bijaksana senang dalam memberi, dan karenanya ia akan bergembira sampai alam berikutnya (Dhammapada, 177), Semoga semua makhluk hidup berbahagia,” urai Bhikkhu Sujano.

(*/ dok Kemenag Pati)

Tags: berita patiCluwakjatengkabar patimediapatinewspatipati hari inipatihitspatinewssentralpatinewssuara patisuarapatinewswarta pati
patinews.com

patinews.com

redaksi@patinews.com

Related Posts

Bambang Susilo, Ali Badrudin, Hardi, DPRD Pati
Berita

Ketua DPRD Pati Soroti Efisiensi Anggaran: Semua Pejabat Harus Siap Dievaluasi

25 Mei 2026
16
Ali Badrudin, DPRD Pati
Berita

Tunjangan Rumah DPRD Pati Disorot, Ketua DPRD: “Kalau Demi Rakyat, Kami Siap Dievaluasi”

25 Mei 2026
13
Gedung DPRD Kabupaten Pati
Berita

DPRD Pati Soroti Trauma Santriwati Korban Kasus Ponpes Ndholo Kusumo: “Jangan Hanya Dipindah, Mentalnya Juga Harus Dipulihkan”

25 Mei 2026
11
Eko Kuswanto, DPRD Pati
Berita

252 Santri Ponpes Ndholo Kusumo Direlokasi, DPRD Pati: Pendidikan Anak Jangan Sampai Terputus

25 Mei 2026
13
Bambang Susilo, Ali Badrudin, Hardi, DPRD Pati
Berita

UMKM Pati Bakal Kena Pajak? DPRD Ungkap Batas Omzet Rp6 Juta Masih Bisa Berubah

25 Mei 2026
17
Bambang Susilo, Ali Badrudin, Hardi, DPRD Pati
Berita

Omzet UMKM Rp6 Juta Bakal Kena Pajak? DPRD dan Pemkab Pati Masih Bahas Aturan Baru

25 Mei 2026
14
Seedbacklink
No Result
View All Result

Terbaru

  • Ketua DPRD Pati Soroti Efisiensi Anggaran: Semua Pejabat Harus Siap Dievaluasi
  • Tunjangan Rumah DPRD Pati Disorot, Ketua DPRD: “Kalau Demi Rakyat, Kami Siap Dievaluasi”
  • DPRD Pati Soroti Trauma Santriwati Korban Kasus Ponpes Ndholo Kusumo: “Jangan Hanya Dipindah, Mentalnya Juga Harus Dipulihkan”
  • 252 Santri Ponpes Ndholo Kusumo Direlokasi, DPRD Pati: Pendidikan Anak Jangan Sampai Terputus
  • UMKM Pati Bakal Kena Pajak? DPRD Ungkap Batas Omzet Rp6 Juta Masih Bisa Berubah
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

© 2020 patinews.com - Pati Hari Ini patinews.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Patinews.com
  • Berita
    • event
    • Olahraga
    • politik
    • bisnis
  • wisata
    • kuliner
    • Sejarah
  • Lowongan Kerja
  • Kontak
  • Youtube
  • Kirim Artikel/Berita

© 2020 patinews.com - Pati Hari Ini patinews.