Tingkatkan Kompetensi Literasi, Alfakids Gelar Pelatihan Jurnalistik
Patinews.com
Cluwak – Sejumlah guru Sekolah Alam Alfakids di Desa Ngablak, Kecamatan Cluwak mengikuti pelatihan jurnalistik. Selain diajarkan tentang ilmu jurnalistik, juga diberikan materi pembuatan konten di media sosial.
Kegiatan tersebut diharapkan akan mampu membekali tenaga pendidik dalam menghadapi era digital. Selain narasumber dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pati, juga menghadirkan konten kreator.
“Harapannya dengan kegiatan ini kemampuan literasi tenaga pendidik di Alfakids ini semakin meningkat. Sehingga berita-berita dari kelas nantinya bisa terkomunikasi dengan baik kepala wali murid dan masyarakat,” ujar Abu Choir, Pengasuh Sekolah Alam Alfakids, kemarin.
Kegiatan yang diadakan di Rumah Joglo Alfakids ini, juga diajarkan bagaimana membuat konten untuk diunggah di media sosial. Juga diberikan materi tentang pengambilan dan mengedit video sehingga menjadi konten dan materi pembelajaran yang menarik.
“Tidak hanya menarik namun juga ada pesan dan edukasi yang disampaikan kepada siswa dan nitizen. Karena memang eranya sudah begitu. Jadi jangan sampai kita sudah melakukan banyak tapi tidak dikomunikasikan, jatuhnya orang juga menganggap tidak berbuat apa-apa,” imbuhnya.
Sementara, Ketua PWI Pati Moch Noor Efendi dalam penyampaian materi, menekankan secara spesifik terhadap penulisan berita dengan penggunaan 5W+1H sebagai pondasi dasar dalam pembuatan berita. Lebih lanjut, ia juga mengaitkan pengalamannya sebagai wartawan. Setiap berita diusahakan dapat memberikan pencerahan, bukan menjerumuskan.
“Penulis atau pihak yang meluncurkan informasi harus mampu mengelola ego dan kepentingan pribadinya. Itu cara ampuh meredam produk informasi yang subyektif. Produk informasi selayaknya padat data dan teruji faktanya dengan bahasa yang lugas dan egaliter,” jelasnya.
Narasumber juga menyampaikan contoh penulisan berita dan komposisi berita. Harapannya setelah mengikuti pelatihan, setiap guru dapat membuat berita yang nantinya akan dimuat di website, media online ataupun cetak.
“Sebagai instansi pendidikan harus produktif dalam memanfaatkan arus digital, akan tetapi berita yang ditulis harus valid, akurat dan bermakna,” harapnya. (red1)







