
Patinews.com – Kota, Demo akbar yang akan dilakukan salah satu ormas Islam di Jakarta, tanggal 4 November mendatang banyak menghiasi laman media online, elektronik dan cetak. Demo atas dugaan penistaan agama oleh Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaya Purnama atau Ahok ini juga menarik perhatian warga Kabupaten Pati.
Terkait hal ini, Pemkab Pati dan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Pati mengadakan kegiatan Silaturahmi Kamtibmas dengan tema “Dengan Semangat Antar Umat Beragama Dan Warga Masyarakat, Kita Rawat Dan Jaga Harmonisasi Kehidupan Masyarakat Kabupaten Pati”. Kegiatan yang dihadiri oleh lima puluh orang ini dilaksanakan di Ruang Pragola Setda Pati (Rabu, 2 November 2016).
Adapun yang hadir dalam kegiatan ini adalah, Plt. Bupati Pati HM. Budiyono, Dandim 0718 / Pati (Letkol Inf.Andri Amijaya Kusuma S.Sos), Kapolres Pati (AKBP. Ari Wibowo Sik), Kajari Pati, Ketua pengadilan Negeri Pati, ketua PBNU / Diwakilkan oleh wakil PBNU, Ketua MUI Kabupaten Pati, dan tokoh agama lainnya.
Dalam kesempatan ini, Plt. Bupati Pati HM. Budiyono menyampaikan, “Dalam Pilkada nanti, yang dilaksanakan secara serentak di tengah – tengah masyarakat selalu ada pro-kontra dan yang semakin hari semakin panas. Jadi untuk warga Pati yang akan mengikuti demokrasi akbar tersebut, harus tetap mengedepankan persatuan dan kesatuan”.
Terkait panasnya Pilkada DKI yang juga menyinggung isu SARA, Plt.Bupati Pati menghimbau agar warga Pati menyikapinya dengan kepala dingin dan fikiran yang cerdas. Karena tidak dapat dipungkiri, aksi demo tersebut bisa saja ditunggangi oleh orang – orang yang ingin memecahbelah kesatuan NKRI.
Dalam sambutannya, Kapolres Pati menghimbau, “kami sebagai Kapolres Pati menindak lanjuti perintah dari bapak Kapolri dan Kapolda agar untuk wilayah propinsi Jawa tengah juga melaksanakan kegiatan seperti sekarang ini. Kepada bapak dan ibu sekalian yang saya hormati, di negara kita Republik Indonesia ini, Pilkada yang baru ramai disorot adalah Pilkada DKI. Karena sangat berpengaruh terhadap wilayah lainnya, untuk menyikapi kondisi tersebut, kita juga harus mengantisipasi dan waspada adanya hal yang tidak kita inginkan, kota Pati terbawa arus seperti DKI Jakarta dalam Pilkada”.
“Pemerintah pusat sampai Daerah juga sudah menerapkan aturan dan undang – undang kepada seluruh WNI siapapun mempunyai hak untuk menyampaikan pendapat dan orasi, akan tetapi harus sesuai aturan yang berlaku, mengenai demo 4 November besok, saya menghimbau kepada para tokoh agama, dan tokoh masyarakat agar membantu TNI dan Polri agar warganya tidak ikut – ikutan demo ke Jakarta, mudah – mudahan dengan adanya acara silahturohim ini, persepsi, pandangan dan sesuai aturan jangan ada anarkis dalam aksi demontrasi di Jakarta nanti”.
Dandim 0718/ Pati juga berpesan, “saya sebagai Dandim 0718/ Pati mengajak kita jaga kerukunan agama, kota Pati pada khususnya nanti saat pilkada bersatu sama – sama menjaga ketentraman, kenyamanan. Terkait demo tanggal 4 nanti, kita semua jangan ikut terprovokasi oleh siapapun, semoga harapan saya atas kerja sama ini bisa Kondusif dan lancar untuk Pilkada kabupaten Pati”.
Sedangkan Ketua MUI kabupaten Pati menyampaikan, “Kami sebagai ketua MUI kabupaten Pati memang sudah tahu dan menanggapi adanya Demo di Jakarta besok tanggal 4 November yang sasaran utamanya adalah Kantor Gubernur DKI, istana kepresidenan dan Mabes polri. Istilahnya menuntut agar gubenur DKI Jakarta Bapak Ahok diperiksa Mabes polri dan diberhentikan dari jabatannya. Akan tetapi saya mengajak kepada seluruh elemen masyarakat Kabupaten Pati tidak ada yang ikut demo ke Jakarta besok. Mari kita sama – sama menjaga keharmonisan dalam kehidupan sehari – hari. Karena Pati juga ada Pilkada juga yang akan dilaksanakan tahun 2017 bulan Februari kalau tidak ada hambatan. Semoga Dengan seijin Alloh SWT dalam Pilkada Pati nanti kita sama-sama menjaga demi suksesnya acara nanti”. (Patinews.com/ pdp)







