[image: 45 Template Patinews (63).png]
Sudewo Prihatin Kasus P3nc4bul4n di Ponpes Pati, Dukung Sanksi Berat dan Pencabutan Izin
PATINEWS
Kasus dugaan pencabulan santriwati yang menjerat oknum pengasuh pondok pesantren berinisial AS di Tlogowungu memantik reaksi keras dari berbagai pihak, termasuk Bupati Pati non-aktif, Sudewo. Ia menyatakan keprihatinan mendalam atas peristiwa yang mencoreng dunia pendidikan agama di wilayahnya tersebut.
Saat dimintai keterangan, Sudewo menegaskan bahwa tindakan asusila di lingkungan pesantren adalah hal yang sangat disayangkan dan tidak bisa ditoleransi.
Apresiasi Ketegasan Polisi dan Kemenag Sudewo memberikan dukungan penuh terhadap langkah cepat yang diambil oleh aparat penegak hukum dan instansi terkait dalam menangani kasus ini.
“Saya sangat memprihatinkan dan sangat menyayangkan kejadian ini. Saya apresiasi terhadap kepolisian yang telah mengambil sikap tegas, serta apresiasi kepada Kementerian Agama (Kemenag) yang telah mencabut izin operasional pondok tersebut,” ujar Sudewo kepada awak media.
Langkah pencabutan izin tersebut dinilai sebagai bentuk perlindungan bagi santri lain agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan.
Berharap Hukuman Proporsional Meski baru mengetahui detail kasus tersebut belakangan ini, Sudewo berharap proses hukum berjalan secara transparan dan menghasilkan keputusan yang seadil-adilnya bagi korban.
“Saya berharap hal serupa tidak terjadi lagi di pondok pesantren yang lain. Terkait hukuman, saya berharap diberikan hukuman yang seberat-beratnya secara proporsional sesuai dengan aturan yang berlaku,” tambahnya.
Baru Mengetahui Kasus Tersebut Sudewo juga mengklarifikasi bahwa dirinya belum pernah mendengar kabar mengenai dugaan kekerasan seksual di ponpes tersebut sebelumnya. Ia mengaku baru mengetahui informasi ini setelah kasusnya mencuat ke publik dalam beberapa waktu terakhir.
“Belum pernah sama sekali (mendengar sebelumnya), jadi baru tahu ini,” pungkasnya.
#fyp #virals #jangkauan #pati #jateng
Sudewo Prihatin Kasus P3nc4bul4n di Ponpes Pati, Dukung Sanksi Berat dan Pencabutan Izin
PATINEWS
Kasus dugaan pencabulan santriwati yang menjerat oknum pengasuh pondok pesantren berinisial AS di Tlogowungu memantik reaksi keras dari berbagai pihak, termasuk Bupati Pati non-aktif, Sudewo. Ia menyatakan keprihatinan mendalam atas peristiwa yang mencoreng dunia pendidikan agama di wilayahnya tersebut.
Saat dimintai keterangan, Sudewo menegaskan bahwa tindakan asusila di lingkungan pesantren adalah hal yang sangat disayangkan dan tidak bisa ditoleransi.
Apresiasi Ketegasan Polisi dan Kemenag Sudewo memberikan dukungan penuh terhadap langkah cepat yang diambil oleh aparat penegak hukum dan instansi terkait dalam menangani kasus ini.
“Saya sangat memprihatinkan dan sangat menyayangkan kejadian ini. Saya apresiasi terhadap kepolisian yang telah mengambil sikap tegas, serta apresiasi kepada Kementerian Agama (Kemenag) yang telah mencabut izin operasional pondok tersebut,” ujar Sudewo kepada awak media.
Langkah pencabutan izin tersebut dinilai sebagai bentuk perlindungan bagi santri lain agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan.
Berharap Hukuman Proporsional Meski baru mengetahui detail kasus tersebut belakangan ini, Sudewo berharap proses hukum berjalan secara transparan dan menghasilkan keputusan yang seadil-adilnya bagi korban.
“Saya berharap hal serupa tidak terjadi lagi di pondok pesantren yang lain. Terkait hukuman, saya berharap diberikan hukuman yang seberat-beratnya secara proporsional sesuai dengan aturan yang berlaku,” tambahnya.
Baru Mengetahui Kasus Tersebut Sudewo juga mengklarifikasi bahwa dirinya belum pernah mendengar kabar mengenai dugaan kekerasan seksual di ponpes tersebut sebelumnya. Ia mengaku baru mengetahui informasi ini setelah kasusnya mencuat ke publik dalam beberapa waktu terakhir.
“Belum pernah sama sekali (mendengar sebelumnya), jadi baru tahu ini,” pungkasnya.
#fyp #virals #jangkauan #pati #jateng








