Setiap anak terlahir dengan keistimewaan tersendiri. Tugas orang tua adalah mencari dan menggali kelebihan yang ada dalam diri si kecil. Karena pada dasarnya anak diciptakan Allah SWT sebagai anugerah, bukan musibah. Mereka terlahir suci bagaikan kertas putih, sedangkan orang tua bertanggung jawab untuk mewarnai kertas itu. Warna warni itulah yang kemudian akan menjadi pengalaman hidup anak yang tentu saja berpengaruh terhadap perilaku mereka di masa mendatang.
Salah satu wujud perilaku anak adalah soal bicara. Anak akan menirukan suara atau ucapan apa saja yang mereka dengar. Karena itu orang tua senantiasa membiasakan diri bertanya, bercerita, atau lainnya tentang percakapan bersama anak dengan bahasa yang santun. Dengan harapan anak akan meniru ucapan yang baik tersebut.
Sayangnya tidak semua anak mau menirukan ucapan, kata, atau suara secara spontan saat ucapan itu terdengar. Terkadang beberapa anak lebih suka berbicara sesuai dengan keinginannya daripada menirukan orang lain. Lantas bagaimana trik dan tips agar anak dengan karakter tersebut tidak tertinggal dalam hal kecakapan berbicara? Simak 7 solusi berikut!
- Belajar dari buku bergambar
Usahakan memilih buku yang berisi gambar-gambar kesukaan si kecil. Secara tidak langsung dia akan menyebutkan nama dari gambar tersebut. Kemudian orang tua menambahkan beberapa kata agar kosa kata anak bertambah. Contohnya, dalam buku tersebut berisi gambar “bus tayo” dan si kecil berucap “ayo”, lalu orang tua menambahkan kata “iya, bus tayo warna biru”.
- Bernyanyi
Solusi agar anak tidak jenuh dengan ucapan yang didengarnya adalah mengajaknya bernyanyi. Upayakan lagu yang dipilih adalah lagu yang tidak asing bagi si kecil, agar dia merasa terlibat untuk menyanyikan lagu tersebut.
- Bermain harta karun
Mencari harta karun bisa saja merangsang bicara si kecil. Pasalnya orang tua bisa bertanya pada anak tentang “dimana harta karun itu?” Dia pasti ikut bertanya-tanya “mana, mana?” Lalu orang tua mengajak anak mencari harta karun tersebut, sembari bertanya-tanya lagi “apakah di sana ya Nak? Atau di mana?” Secara tidak langsung anak akan berusaha menjawab, berpikir dan mencari. Adapun sebaiknya harta karun yang digunakan adalah mainan kesukaannya, agar si kecil antusias untuk mencari.
- Gunakan bahasa isyarat
Bahasa isyarat akan mendorong anak agar mau berbicara. Misalnya orang tua bertanya, “dimana ya Nak?” sambil mengangkat kedua tangan ke samping sembari mengangkat bahu. “Tak tahu,” sambil menirukan orang tuanya mengangkat bahu dan dua tangan ke samping.
- Bercerita
Sambil mencari harta karun, adakalanya orang tua bercerita bagaimana deskripsi barang yang dicari. Secara tidak langsung anak akan berlari mencari harta karun sambil mengingat-ingat ciri-ciri harta karun tersebut. Saat ini coba perhatikan, apakah si kecil menirukan ciri-ciri yang disebutkan? Sedikit banyak pasti dia menirukan agar tidak lupa.
- Tak perlu mengoreksi ucapan si kecil
Biarkan si kecil berbicara apa adanya. Misalnya si kecil menyebut kata “apak” yang seharusnya “bapak”. Maka orang tua tidak perlu mengoreksi kebenarannya. Lebih baik jika orang tua merespon dengan ucapan “iya, bapak”. Secara tidak langsung anak telah mendengar kosa kata yang benar.
- Meminimalisir penggunaan handphone
Satu kali, dua kali it’s ok. Tapi jangan keterusan, lantaran anak-anak bisa ditinggal mengerjakan pekerjaan rumah atau lainnya. Hal ini akan lambat laun akan memengaruhi cara dia berbicara, bahkan bisa jadi si kecil tidak mau bicara karena dia lebih senang dengan kebiasaan melihat daripada berbicara.
Penulis : Nur Alfiyah







