MARGOYOSO, PATINEWS.COM
Penulis : Imam Muhlis Ali
Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Kusuma Abadi Desa Ngemplak Kidul Kecamatan Margoyoso Kabupaten Pati yang mengelola pengolahan sampah menjadi pupuk alami, gas bio reaktor kapal selam serta pertanian kedatangan tamu dari Semarang. Jajaran Wakil rektor, Dosen, Lembaga Penelitian dan Pengembangan Masyarakat (LP2M). dan Mahasiswa KKN UIN Walisongo Semarang mengunjungi Bumdes untuk bersama meresmikan pengembangan Smart Irigasi pada hari Sabtu (14/11/2020).
Sebelumnya Bumdes Kusuma Abadi Ngemplak Kidul ini sudah mendapat kunjungan dari tim KKN RDR 75 UIN Walisongo Semarang kelompok 11 dan beberapa dosen pembimbing. Tidak mudah menyeleksi program unggulan ini. Karena juga ada beberapa dari daerah lain yang mempunyai program bagus. Informasi dari tim KKN akhirnya Smart irigasi di BUMDES Ngemplak Kidul inilah yang terpilih menjadi program unggulan KKN Reguler DR 75.
Mokh. Sya’roni selaku sekretaris LP2M setelah melihat langsung di lokasi mengatakan bahwa tepat sekali program Smart Irigasi di Bumdes Ngemplak Kidul. Ini layak menjadi program unggulan.
Puncak acara peresmian Smart Irigasi di lahan 5 Ha dekat pasar buah Desa Ngemplak Kidul ini dihadiri dari jajaran kampus UIN Walisongo Semarang seperti Wakil rektor, Ketua LP2M, Kepala Desa Ngemplak Kidul beserta jajaran perangkatnya, Pengurus Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Kusuma Abadi dan para mahasiswa KKN Kelompok 11 dan 12.
“Memang kedepannya kebutuhan Smart Irigasi akan menjadi teknologi yang memudahkan perkebunan dan pertanian terutama dalam hal pengairan air. Sekaligus ini juga sebagai strategi jitu mengefektifkan waktu dan tenaga manusia. Cara kerjanya juga mudah,” ungkap Arif Junaidi selaku yang mewakil rektor UIN Walisongo Semarang.
Seperti yang dikatakan salah.satu anggota Bumdes, Mas Udin, “Tinggal tekan tombol tertenti atau ucapkan saja oke google nyalakan air, maka otomatis peralatan pengairan yang sudah terhubung dengan hand phone akan segera terealisasi pengairan pada tanaman,” urainya.
Ditambahkan pula dari Sukmono, SE selaku ketua BUMDES bahwa teknologi Smart Irigasi ini sangat membantu. “Pengairannya juga bisa di handle dari rumah dengan menggunakan smartphone yang sudah tersambung sebelumnya, selain itu juga bisa di setting otomatis jika ingin melakukan pengairan pada jam tertentu.”
Bapak Kunowo selaku Kepala Desa Ngemplak Kidul mengatakan “Alhamdulillah dengan adanya tim KKN ini sangat banyak membantu dalam mengembangkan BUMDES Ngemplak Kidul terutama dalam melengkapi peralatannya. Harapannya kedepan kita akan menggabungkan teknologi bio reaktor kapal selam sebagai penghasil olahan sampah menjadi pupuk alami dan gas akan menunjang smart irigasi. Teknisnya setelah sempurna energi gas tersebut nantinya akan mensuplai aliran listrik yang akan menggerakkan energi smart energi,” jelasnya.
Artinya aliran energi listriknya tidak dari PLN. Juga mudah-mudahan kebutuhan sampah bio reaktor tidak hanya dari sampah buah jeruk namun akan diupayakan ada peternakan sapi yang seterusnya akan menyuplai kotorannya menjadi bahan gas pemgolahan sampah bio reaktor kapal selam.
Dari wakil pihak LP2M dalam sambutannya mengatakan bahwa semoga dengan kerjasama para mahasiswa KKN RD 75 UIN Walisongo Semarang dengan Bumdes Kusuma Abadi Ngemplak Kidul serta Pemerintah Desa kedepannya akan dapat lebih berkembang teknologi Smart Irigasi ini. Juga dari pihak UIN Walisongo Semarang berharap Bumdes Ngemplak Kidul akan berpeluang menjadi rujukan di Jawa Tengah.
“Silakan dibuatkan video yang bagus tentang teknologi Smart Irigasi. Bapak Gubernur Jawa Tengah akan mengetahuinya dan berkunjung ke lokasi ini,” kata salah satu dosen UIN Walisongo Semarang.
*) Data alamat pengolahan sampah bio reaktor kapal selam dengan sistem digital penyiraman air pertanian, smart irigasi :
Lokasi di Jalan Pasar buah Desa Ngemplak Kidul Kecamatan Margoyoso Kabupaten Pati, Jawa Tengah.







