Selamatkan Mental Anak Indonesia dengan Stop Cyberbullying
Di era 4.0 kita dituntut untuk mengikuti perkembangan teknologi yang semakin berkembang dengan pesat saat ini. Dan sekarang media sosial tidak hanya digunakan oleh orang dewasa (pekerja, guru, orang tua) melainkan sudah semua kalangan dari anak-anak sampai remaja.
Adanya media sosial sangat membantu untuk mempermudah kegiatan misal dalam belajar dan juga bermanfaat untuk para pengguna dalam mengembangkan bakat. Media sosial juga membantu dalam mengembangkan bisnis.
Namun, dibalik itu semua juga banyak yang menyalahgunakan media sosial untuk kegiatan yang negatif seperti, ujaran kebencian, ekploitasi dan cyberbullying. Nah, kasus saat ini yang menimpa seluruh negara salah satunya indonesia adalah kasus cyberbullying.
Apasih cyberbullying? cyberbullying adalah kejahatan yang dilakukan secara sengaja dalam bentuk kata-kata kasar, pelecehan, hinaan dan ancaman. Cyberbullying menjadi fenomena baru terutama dikalangan remaja kasus cyberbullying lebih kejam dibandingkan dengan bullying karena meninggalkan jejak digital seperti foto, vidio.
Kasus cyberbullying di indonesia masih sering terjadi terutama dikalangan remaja, kita ambil contoh seperti kasus betrand peto yang terkena cyberbullying yang dilakukan oleh remaja berusia 19thn. Bahwa dari kita tau dampak dari cyberbullying bagi korban adalah bisa mengguncang psikologis mereka menyebabkan depresi dan juga bisa mengarah ingin bunuh diri.
Kasus cyberbullying ini masih sering terjadi di indonesia khusunya yang di dominan oleh kalangan remaja, meskipun mereka menganggap hanya sebagai guyonan namun mereka tidak sadar bahwa hal itu merujuk ke pembulyan.
Mari kita sebagai kalangan remaja milenial berhenti menggunakan jari-jemari kita untuk melakukan cyberbullying selamatkan mental anak indonesia, lebih baik kita manfaatkan media sosial dengan baik, seperti menyalurkan hobi, membuat cerpen, atau memberikan tips hidup sehat, yang berdampak positif bagi netizen (warga media sosial).
Penulis: Firdaus Catur pamungkas
program studi: Ilmu Komunikasi
(*).