Sekolah dan Pendidikan di Masa Covid 19

By : Ilham Wiji Pradana (Artikel Opini) 

Sudah beberapa bulan ini Negara Indonesia terdampak Virus Covid 19 atau sering disebut Virus Corona. Dampak dari Virus tersebut sangat signifikan bagi masyarakat Indonesia, salah satunya yaitu pada dunia sekolah. Sekolah merupakan bangunan yang didirikan untuk tempat belajar peserta didik sehingga dapat mengembangkan kepribadiannya melalui aspek kognitif, afektif dan psikomotorik. Melalui sekolah guru (tenaga pendidik) dapat berinteraksi secara langsung dengan peserta didik pada saat di dalam kelas maupun di luar kelas. Tujuan interaksi berguna untuk mengakrabkan guru dengan peserta didik. Sehingga antara guru dengan peserta didik dapat saling mengerti dan memahami satu sama lain. 

Hal yang mungkin terjadi pada dunia sekolah saat ini yaitu hilangnya rasa saling mengerti dan memahami antara peserta didik dengan guru. Penyebab hilangnya rasa mengerti dan memahami tersebut diakibatkan interaksi yang kurang antara guru dengan peserta didik. Terjadinya interaksi yang kurang diakibatkan oleh belajar dengan sistem jarak jauh atau daring. Pada dasarnya sistem daring merupakan sistem yang kurang efektif digunakan untuk kegiatan belajar mengajar (KBM). Guru dengan peserta didik hanya berinteraksi ketika Si guru memberikan tugas dan penjelasan, terkadang peserta didik tidak memahami tugas dan penjelasannya. Ada beberapa factor yang dapat menghalangi interaksi secara daring, salah satunya yaitu koneksi internet yang buruk. 

Pekerjaan rumah atau (PR) sering disebut tugas bagi kalangan peserta didik. Hal ini sangat memprihatinkan bagi peserta didik. Sebabnya tugas yang diberikan oleh guru sangat banyak. Ada beberapa peserta didik yang mengeluh dengan adanya tugas yang menumpuk. Memungkinkan system daring ini menghilangkan rasa mengerti dan memahami kondisi fisik dan psikis peserta didik. Terkadang seorang guru hanya memikirkan enaknya saja, misalnya pada saat jam pelajaran secara daring seorang langsung memberikan tugas tanpa memberikan penjelasan terlebih dahulu.

Exit mobile version