fbpx
  • Patinews.com
  • Berita
    • event
    • Olahraga
    • politik
    • bisnis
  • wisata
    • kuliner
    • Sejarah
  • Lowongan Kerja
  • Kontak
  • Youtube
  • Kirim Artikel/Berita
  • Login
Patinews Berita Pati Hari Ini
  • Home
  • NewsPrime
  • Tech
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Review
  • Kirim Artikel/BeritaCreate Story
No Result
View All Result
  • Home
  • NewsPrime
  • Tech
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Review
  • Kirim Artikel/BeritaCreate Story
Patinews Berita Pati Hari Ini
No Result
View All Result
Patinews Berita Pati Hari Ini
No Result
View All Result
Home News

Rembuk Nelayan Pati–Rembang Redakan Ketegangan, Sepakati Penghentian Alat Garuk dan Perjelasan Batas Tangkap

patinews.com by patinews.com
26 November 2025
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Rembuk Nelayan Pati–Rembang Redakan Ketegangan, Sepakati Penghentian Alat Garuk dan Perjelasan Batas Tangkap
17
VIEWS
Share on WAShare on FBShare on Twitter

RelatedPosts

Polda Jateng Gelar Rakor Lintas Sektoral, Matangkan Kesiapan dan Perkuat Sinergi Pengamanan Nataru 2025-2026

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni Diminta DPR Inisiasi “Taubat Ekologi” sebagai Gerakan Nasional

Dinilai Tak Paham Soal Hutan, Anggota DPR Minta Menhut Mundur

Rembuk Nelayan Pati–Rembang Redakan Ketegangan, Sepakati Penghentian Alat Garuk dan Perjelasan Batas Tangkap
Rembuk besar antara nelayan Pati dan Rembang digelar di Resto Kampung Air, Juwana, Selasa (25/11/2025) pukul 13.00 WIB hingga selesai. Pertemuan ini menjadi langkah strategis untuk meredam ketegangan buntut penggunaan alat garuk dan cotok oleh sebagian nelayan layur Rembang. Suasana awal sempat memanas, namun forum akhirnya berjalan kondusif dan menghasilkan sejumlah kesepakatan penting.
Kasat Polairud Polresta Pati, *Kompol Hendrik Irawan*, yang mewakili Kapolresta Pati, menegaskan bahwa rembuk tersebut merupakan momentum untuk mendinginkan situasi di laut. “Rembuk ini langkah penting untuk menurunkan tensi dan menjaga situasi tetap aman,” ujarnya. *Diikuti Lintas Instansi dan Koordinator Nelayan*
Rembuk turut dihadiri berbagai pihak, antara lain DKP Provinsi Jawa Tengah, DKP Rembang, Pos AL Juwana, Polairud Rembang, ABK 1016 Ditpolairud, Bhabinkamtibmas, serta koordinator nelayan dari enam wilayah pesisir Pati. Kompol Hendrik mengapresiasi kehadiran kedua pihak sebagai bukti kuat bahwa masalah ini dapat diselesaikan tanpa gesekan fisik. *Nelayan Rembang Akui Pelanggaran dan Sampaikan Permintaan Maaf*
Perwakilan nelayan Rembang, *Eko Santoso*, mengakui penggunaan alat garuk di sekitar Pulau Gede dan sekaligus menyampaikan permintaan maaf. Kompol Hendrik menegaskan bahwa praktik destruktif fishing tidak bisa dibiarkan karena merusak ekosistem dan rawan memicu konflik horizontal.
“Destruktif fishing tidak dapat ditoleransi, apa pun alasannya,” tegasnya. *Sorotan Pelanggaran dan Penegasan Aturan*
Nelayan dari Tunggul Sari dan Pecangaan menilai pelanggaran tersebut bertentangan dengan kesepakatan lokal yang sudah lama berlaku. Mereka meminta kedisiplinan seluruh pihak agar insiden kejar-kejaran di laut tidak terulang.
Kompol Hendrik kembali menegaskan bahwa larangan alat garuk sudah jelas tercantum dalam *Perda No. 8/2002* dan *Permen KP No. 36/2023*. “Aturannya jelas. Jadi tidak ada alasan untuk melanggar,” imbuhnya. *Usulan Penegasan Batas Laut*
Para nelayan Pati juga mengusulkan pemasangan acir sebagai batas antara Benowo–Puncel serta perbaikan lampu kelop di wilayah Rembang untuk menghindari kesalahpahaman zona tangkap. Menurut Kompol Hendrik, kejelasan batas sangat penting agar pengawasan dan aktivitas melaut berjalan tertib. *Komitmen Alat Tangkap Ramah Lingkungan*
Dari Bumirejo, perwakilan nelayan menegaskan bahwa nelayan Rembang dipersilakan masuk wilayah Pati selama menggunakan alat tangkap ramah lingkungan. Kompol Hendrik menegaskan bahwa kepatuhan alat tangkap adalah syarat mutlak menjaga keberlanjutan perairan serta keseimbangan ekonomi antar nelayan. *Harapan Sinkronisasi Aturan Antar Kabupaten*
Perwakilan nelayan dari berbagai desa pesisir juga berharap adanya sinkronisasi kebijakan antara Kabupaten Pati dan Rembang sehingga batas ruang tangkap tidak lagi menimbulkan multitafsir. Mereka meminta forum rembuk semacam ini diadakan rutin untuk memperkuat komunikasi dan mencegah kesalahpahaman di laut. *Akhiri Rembuk dengan Komitmen Bersama*
Pertemuan ditutup dengan komitmen bersama untuk menghentikan penggunaan alat garuk dan cotok serta memperjelas batas ruang tangkap. Semua pihak sepakat meningkatkan patroli dan koordinasi lintas instansi.
Kompol Hendrik memastikan bahwa Polairud akan terus mengawal implementasi kesepakatan agar kearifan lokal tetap terjaga dan konflik antarnelayan tidak terulang.
[image: 4d05b3a4-5986-436e-bdfb-7606f2ff7449.jpg]

patinews.com

patinews.com

redaksi@patinews.com

Related Posts

Polda Jateng Gelar Rakor Lintas Sektoral, Matangkan Kesiapan dan Perkuat Sinergi Pengamanan Nataru 2025-2026
News

Polda Jateng Gelar Rakor Lintas Sektoral, Matangkan Kesiapan dan Perkuat Sinergi Pengamanan Nataru 2025-2026

5 Desember 2025
14
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni Diminta DPR Inisiasi “Taubat Ekologi” sebagai Gerakan Nasional
News

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni Diminta DPR Inisiasi “Taubat Ekologi” sebagai Gerakan Nasional

5 Desember 2025
13
Dinilai Tak Paham Soal Hutan, Anggota DPR Minta Menhut Mundur
News

Dinilai Tak Paham Soal Hutan, Anggota DPR Minta Menhut Mundur

5 Desember 2025
14
DPR Soroti Lemahnya Penegakan Hukum Kehutanan
News

DPR Soroti Lemahnya Penegakan Hukum Kehutanan

5 Desember 2025
14
Di Hadapan Menhut, Titiek Soeharto Miris Lihat Truk Angkut Kayu Hutan 2 Hari Pasca Banjir Sumatera
News

Di Hadapan Menhut, Titiek Soeharto Miris Lihat Truk Angkut Kayu Hutan 2 Hari Pasca Banjir Sumatera

5 Desember 2025
11
Kebijakan Strategis Pemkab Pati Dipaparkan Sudewo di Hadapan Kepala Staf Presiden
News

Kebijakan Strategis Pemkab Pati Dipaparkan Sudewo di Hadapan Kepala Staf Presiden

5 Desember 2025
16
Seedbacklink
No Result
View All Result

Terbaru

  • Polda Jateng Gelar Rakor Lintas Sektoral, Matangkan Kesiapan dan Perkuat Sinergi Pengamanan Nataru 2025-2026
  • Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni Diminta DPR Inisiasi “Taubat Ekologi” sebagai Gerakan Nasional
  • Dinilai Tak Paham Soal Hutan, Anggota DPR Minta Menhut Mundur
  • DPR Soroti Lemahnya Penegakan Hukum Kehutanan
  • Di Hadapan Menhut, Titiek Soeharto Miris Lihat Truk Angkut Kayu Hutan 2 Hari Pasca Banjir Sumatera
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

© 2020 patinews.com - Pati Hari Ini patinews.

No Result
View All Result
  • Patinews.com
  • Berita
    • event
    • Olahraga
    • politik
    • bisnis
  • wisata
    • kuliner
    • Sejarah
  • Lowongan Kerja
  • Kontak
  • Youtube
  • Kirim Artikel/Berita

© 2020 patinews.com - Pati Hari Ini patinews.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist