Categories: Berita

Ramainya Karnaval Desa Sukorukun Jaken, Dari Fashion Unik Hingga “Turunkan Harga Lamaran”

Patinews.com – Jaken, Hari ini terlihat tidak seperti hari-hari biasa, di desa Sukorukun Kecamatan jaken sepanjang jalan mulai dari gapura selatan SDN Sukorukun dipenuhi sesak warga masyarakatnya.

Terlihat kerumunan warga dan sederet kendaraan serta warga yang memakai pakaian adat dan beraneka ragam, terlihat pula ada gunungan yang berisikan hasil bumi seperti padi,bawang merah serta sayur mayur tertata yang dipikul oleh warga masyarakat.

Usut punya usut ternyata keramaian warga disiang hari ini senin 01/07/2019 adalah acara karnaval/ tradisi kirab budaya yang diadakan untuk memeriahkan Bersih desa / sedekah bumi desa Sukorukun kecamatan jaken.

Event tahunan yang diselenggarakan oleh Karang taruna AJI SAKA desa Sukorukun ini selain memberikan hiburan segar kepada masyarakat, ini juga bertujuan untuk melestarikan tradisi peninggalan leluhur yang bertujuan menunjukan rasa syukur kepada Allah Tuhan Yang Maha Esa serta untuk menjaga kekompakan dan persatuan warga desa Sukorukun.

Acara ini diikuti oleh perwakilan 10 RT(Rukun Tetangga) yang setiap RT wajib mengeluarkan perwakilan warganya untuk berkreasi guna mengikuti kegiatan karnaval yang digelar pada siang hari ini.

Saat ditemui media, Kades Sukorukun bapak Susilo didampingi Babinsa serta Bhabin Kamtibmas, mengatakan, ”Pada hari ini saya sebagai kepala desa sukorukun mewakili seluruh warga desa sukorukun dalam rangka menyambut hari bersih desa atau sedekah bumi mengadakan acara karnaval, atau kirab budaya serta hasil bumi, ini bertujuan untuk menunjukan rasa syukur kepada Allah atas segala limpahan Rahmad, serta karunia yg luar biasa kepada desa kami,” terang kades.

“Tujuan lain dari acara ini juga untuk melestarikan tradisi peninggalan leluhur dan yang paling penting adalah untuk menyatukan dalam kebersamaan serta persaudaraan seluruh warga masyarakat desa sukorukun sehingga tambah erat dalam kerukunan dan persatuan,” pungkasnya.

Karnaval yang menempuh jarak sekitar lima Kilo meter ini mengikuti rute menyusuri sepanjang jalan desa denganpeserta karnaval tidak hanya didominasi oleh satu golongan usia tetapi bercampur membaur menjadi satu baik tua,muda, laki-laki dan perempuan.

Ada salah satu peserta Karnaval yang menarik perhatian warga, yakni dari RT 02 RW 01 dukuh Telanaan dengan membentangkan sebuah tulisan bertuliskan pesan sosial atau yang lebih tepat kritik sosial yang bertuliskan “TURUNKAN HARGA LAMARAN”, ternyata saat diminta keterangan, salah satu pemuda menerangkan bahwa dia merasa prihatin dan sangat resah terhadap kondisi ahir-ahir ini banyak viral didunia maya khususnya wilayah pati yang menguploud lamaran dengan memamerkan mas kawin salah satu mobil jenis Pajero, sehingga membuat was-was para pemuda setempat yang masih berstatus masih jejaka atau lajang.

Memang tidak hanya menghibur acara semacam ini tetapi juga dapat mengakomodir serta mengelitik dihati dan cenderung mengundang senyum karena menemukan sesuatu yang tergolong lucu seperti terlihat baru saja. (pn/ Snpt’96)

patinews.com

redaksi@patinews.com

Share
Published by
patinews.com

Recent Posts

Monitoring Sungai Silugonggo

  Penulis: Bernadete Valencia Christianto – Mahasiswi Fakultas Bioteknologi Universitas Kristen Duta Wacana Sungai merupakan…

29 Mei 2020

Hewan Kecil, Khasiat Luar Biasa

Oleh Hamidah Nur Asih Hewan apakah ini, lalu khasiat apa yang di hasilkan ? bukan…

29 Mei 2020

Bawa Pemudik, Bus ini Diminta Putar Balik

REMBANG, Seluruh kendaraan yang masuk ke Kabupaten Rembang benar-benar diperketat pengawasannya. Jum'at (29 Mei 2020)…

29 Mei 2020

5 FILM INDONESIA DENGAN JUMLAH PENONTON TERBANYAK DI HARI PERTAMA

Siapa sih yang gak suka nonton film? Pastinya untuk semua orang menjawab suka, apalagi kalau…

29 Mei 2020

Satu Pasien Positif Corona di Kaliori Rembang, Meninggal

REMBANG, Seorang laki -laki berusia 56 tahun, berstatus positif covid-19, meninggal dunia di ruang isolasi…

29 Mei 2020

Hingga 11 Bulan ke Depan, Stok Pangan di Jateng Aman

JATENG, PATINEWS.COM Stok pangan di Jawa Tengah aman hingga minimal 11 bulan ke depan. Bahkan…

29 Mei 2020