PATI – Puskesmas Dukuhseti, Pati, Jawa Tengah terus berinovasi guna menurunkan angka prevalensi stunting. Diantaranya dengan meluncurkan Layanan Sosialisasi Edukasi MP ASI Tepat (SEMPAT).
Menurut Mujiyono, Kepala Puskesmas Dukuhseti, layanan ini diklaim sangat membantu ibu hamil dan ibu balita dalam mendapatkan informasi yang tepat bagi pola asuh janin dan si kecil.
“Kita telah me-launching Layanan SEMPAT sejak Oktober 2025 lalu. Saat itu angka prevalensi stunting di Dukuhseti berada di 21 persen, dan sekarang berhasil turun ke angka 12,7 persen,” jelasnya pada Jumat (26/6/2026)
Ditambahkan, untuk mengenalkan Layanan SEMPAT ini Puskesmas Dukuhseti melakukan sosialisasi ke 12 desa yang ada di Dukuhseti.
Harapannya, dengan mengakses Layanan SEMPAT ini, bisa mempermudah ibu hamil dan ibu balita mendapatkan edukasi yang benar pada masa 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).
“Karena intervensi bayi dan balita pada periode 1.000 HPK menjadi kunci emas tumbuh kembang optimal si kecil. Hal ini untuk mempersiapkan generasi berkualitas kita menuju Indonesia Emas 2045. Dan itu harus dimulai dari hal kecil di dalam keluarga,” tegas Mujiyono.
Hal senada juga dijelaskan dr. Ikrima, pemrakarsa Layanan SEMPAT. Mengusung slogan “MP ASI Anak Sehat, Anak Hebat” ia berharap, layanan ini bisa membantu ibu hamil dan ibu balita dalam memberikan Makanan Pendamping (MP) ASI yang tepat untuk menunjang tumbuh kembang anak.
“Melalui edukasi yang tepat salah satunya dengan manfaatkan hand phone dan membuka situs Layanan SEMPAT di linktree,” jelas dr. Ikrima.
Layanan SEMPAT, lanjut dr. Ikrima, bisa diakses melalui https://linktr.ee/ikrimaaa?utm_source=linktree_profile_share
Menurutnya, stunting juga bisa dipengaruhi dari kesalahan pola asuh dan pola makan dari orang tua. Untuk itulah layanan hadir agar bisa dimanfaatkan dengan bijak.
“Anak-anak sangat membutuhkan asupan protein hewani untuk mendukung pertumbuhan sesuai porsi dan tekstur makanan,” tuturnya.
dr. Ikrima juga mengatakan, ibu hamil dan ibu balita bisa mengakses ke Layanan SEMPAT melalui barcode yang sudah disediakan puskesmas. Barcode ini juga sudah dibagikan melalui kartu layanan ke masing-masing ibu dan ditempel di buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA).
“Nanti bisa langsung scan barcode yang ada di Kartu Sempat. Secara berkala kita juga sosialisasikan di kelas ibu hamil dan ibu balita disisipkan materi SEMPAT,” tutupnya.
Diketahui, angka prevalensi stunting di Kabupaten Pati saat ini berada di angka 16,5 persen. Berdasarkan data terbaru, kasus balita stunted (perawakan pendek) sempat tercatat sebanyak 5.222 kasus di wilayah Bumi Mina Tani, dengan angka sebaran yang bervariasi di setiap kecamatan.
Upaya yang dilakukan Pemkab Pati dengan menggencarkan program seperti inovasi Bersama Identifikasi Stunting (Berdenting) serta optimalisasi layanan kesehatan di tingkat puskesmas seperti program Layanan SEMPAT yang dijalankan di Puskesmas Dukuhseti.
