Perkenalkan AADC di Era Adaptasi Kebiasaan Baru, Kelompok Rentan Wajib Tahu
CLUWAK, PATINEWS.COM
Karangsari (03/08/2020) – Pandemi COVID-19 telah mempengaruhi manusia di berbagai sektor kehidupan seperti kesehatan, ekonomi, sosial budaya, lingkungan, pendidikan, dan sektor lainnya. Sebagian besar masyarakat mengalami kerugian serta hal ini memperberat tekanan yang mereka rasakan.
Pandemi COVID-19 ini tidak serta merta hilang secara cepat, sehingga pemerintah mengeluarkan kebijakan untuk meminimalisir kerugian yang dialami masyarakat dengan “Adaptasi Kebiasaan Baru”. Pentingnya edukasi terkait hal ini sebagai upaya promotif dan preventif agar tidak terjadi lonjakan kasus terkonfirmasi, mengingat wilayah Kecamatan Cluwak sendiri yang awalnya selama beberapa minggu tidak ada kasus sama sekali, kini teridentifikasi sebagai zona merah selama kurang lebih dua minggu terakhir ini, sehingga kewaspadaan perlu untuk ditingkatkan.
Mahasiswa KKN Tim II Undip perkenalkan AADC untuk menghadapi era baru di masa pandemi COVID-19. AADC disini bukan film yang dibintangi Dian Sastrowardoyo dan Nicholas Saputra, namun AADC adalah kependekan dari “Ayo Adaptasi Dengan COVID-19”.
AADC ini merupakan salah satu program mahasiswa sebagai upaya promotif dan preventif dengan memperkenalkan “Adaptasi Kebiasaan Baru” kepada masyarakat. Program ini ditujukan kepada kelompok rentan yakni anak-anak, ibu hamil, dan lansia. Kelompok rentan menjadi fokus utama pada program ini karena mereka yang termasuk di dalamnya mudah merasakan kecemasan, kurang informasi yang memadai, imunitas tubuh tidak sebagus kelompok usia produktif.
Program ini dilakukan secara door to door tanpa mengumpulkan massa untuk lansia, namun untuk ibu hamil dilakukan pengumpulan massa bertepatan dengan kegiatan kelas ibu hamil sebanyak 9 ibu hamil dan pada anak-anak sebanyak 5 orang dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan dan adaptasi kebiasaan baru. Program dilakukan dengan memakai handsanitizer dulu baik dari mahasiswa maupun masyarakat yang dituju, kemudian mahasiswa memberikan masker kain kepada masyarakat untuk dipakai dan media edukasi dalam hal ini adalah leaflet kemudian menjelaskannya sesuai dengan kaidah pendidikan kesehatan yaitu melakukan kontrak waktu lamanya penjelasan dan menanyakan kesediaan, menanyakan sejauh mana pengetahuan masyarakat dan melakukan penjelasan.
Tanya jawab dilakukan secara langsung selama penjelasan berlangsung. Setelah itu untuk lansia dilakukan pengecekan tekanan darah sebagai langkah antisipasi hipertensi. Sedangkan pada anak-anak diadakan simulasi dan praktek langsung cuci tangan pakai sabun dengan air mengalir.
Adaptasi terhadap kebiasaan baru memang tidak mudah dan memerlukan waktu, namun bukan berarti tidak bisa dilakukan. Ibu hamil cenderung memiliki suasana hati yang mudah berubah sehingga penting sekali untuk memahami apa yang diinginkan diri sendiri, anak-anak cenderung acuh pada perilaku hidup bersih dan sehat dan mudah mendapat info simpang siur dari gawai nya, sedangkan lansia justru sulit mendapat informasi karena minim akses, sehingga penting untuk menjaga imunitas dan menyebarkan informasi terbaru kepada mereka yang termasuk dalam kelompok rentan.
Pengirim : Rikha Paramitta





