Penulis : Virama Isaroh (Mahasiswa INISNU Temanggung)
Anak usia dini dikenal dengan masa dimana anak sangat diperlukan penanganan yang sangat ketat terhadap perkembangannya. Dimasa ini anak mengalami perkembangan secara cepat dalam kehidupannya. Beberapa dari mereka bertingkah dengan sangat aktif. Dalam hal ini keluarga atau orang tua adalah peran terpenting dalam perjalanan perkembangan anak.
Melalui proses pendidikan yang baik, baik kebaikan pengetahuan dan perilaku akan menjadi garansi sebagai hasilnya. Memahami perkembangan moralitas pada anak adalah hal yang penting untuk dilakukan orang tua atau keluarga. Alasan moral menjadi poin terpenting yang harus ditanamkan sejak usia dini dikarenakan moral nantinya akan menjadi penentu bagaimana anak dalam bertingkah laku untuk masa depannya nanti.
Lingkungan sekitar akan menjadi acuan perubahan moral pada anak usia dini, sehingga diperlukan suatu bimbingan bagi orang tua atau pendidik dalam mengarahkan dan memberikan bimbingan kepada anak agar anak memiliki perkembangan moral yang baik. Perkembangan moral anak sangat rentan terjadi karena sangat cepat dalam meniru sesuatu meskipun tidak diajarkan secara langsung. Selain itu perkembangan moral anak yang semakin pesat juga menjadi dampak dari perubahan moral anak yang baik atau kurang baik kedepannya nanti.
Pada usia dini dapat dikatakan masa yang sangat berpengaruh terhadap kehidupan anak pada masa remaja. Pada masa anak usia dini akan mengalami perkembangan pesat terhadap jasmani dan rohaninya, termasuk perkembangan moralnya. Sebagian besar anak akan meniru beberapa tindakan orang yang lebih dewasa. Peran lingkungan sangat berpengaruh pada perkembangan anak usia dini khususnya pada motorik dan moral anak. Lingkungan yang paling utama di dalam kehidupan anak adalah lingkungan keluarga terutama pada orang tua. Orang tua adakah sekolah utama untuk segala tindakan yang dilakukan anak, orang tua harus memberikan edukasi di setiap kegiatan sehari hariagar anak dapat mengimitasi hal tersebut dengan baik. Namun itu bukan berarti bahwa anak hanya harus meniru dan belajar, pada masa ini anak justru dapat berkembangang pesat dengan hal-hal yang menurutnya menarik.
Pada permainan keseluruhan potensi pada diri anak akan berkembang jauh lebih baik. Itu sebabnya peran guru disarankan untuk melakukan edukasi kepada anak dengan metode barmain dan belajar. Pengawasan yang berlebihan justru dapat menghentikan pekembangan kreativitas anak. Indra yang sangat berpengaruh pada perkembangan anak adalah ucapan. Karena ucapan akan dianggap lebih cepat mengembangkan pikiran secara bebas. Maka dapat dipastikan dalam setiap kegiatan yang akan dijadikan edukasi untuk anak disarankan untuk melakukan percakapan yang dapat melatih anak untuk mengeluarkan pendapatnya dan untuk membantu perkembangan pada bahasa anak.
Dengan kondisi lingkungan luar keluarga yang kurang aman dan adanya pengawasan serta edukasi dari keluarga membuat benteng baru di dalam perkembangan agar tidak terlalu menyimpang dari yang seharusnya. Maka orang tua harus mengenali kegiatan apa yang anak lakukan saat diluar ruangan atau pada asaat di luar lingkungan keluarga, menelitinta dengan membuat percakapan dengan anak.
Biarlah anak berpikir dengan pemikirannya sendiri terlebih dahulu dan jika anak itu menyimpang maka berilah kebenaran dengan baik. Sebab jika hal itu terjadi, maka kemungkinan besar anak tidak akan terbuka atas apa yang ia alami. Pada tahap yang lebih parah anak akan bertindak sesuai apa yang dia sukai tanpa mengetahui kebenaran atas tindakannya.
