Pentingnya moderasi bergama bagi kaum milenial

Oleh: Fathun ni’mah KKN MDR 2020 Saptadasa

Di zaman modern ini teknologi informasi yang begitu canggih telah di buat oleh negara-negara barat yang pada akhirnya bisa mengakibatkan pengaruh positif dan negatif kepada orang yang memakainya yang paling penting adalah kepada pola fikir dan gaya hidup kaum milenial. Dan bisa dikatakan hampir setiap hari bahkan setiap jam kaum milenial membuka informasi-informasi yang viral di sosial media dan kadang kala mereka membaca atau memutar video dan membagikan informasi tentang moderasi beragama tidak mengetahui isi yang terkandung dalam video tersebut .
Milenial begitu dekat dengan teknologi informasi digital , Generasi pengguna gadget dan media sosial ini sehari-hari hidup bergelimang informasi, termasuk informasi atau konten keagamaan. Maka tak heran jika milenial muslim banyak dipengaruhi ajaran keagamaan dari internet.
Di satu sisi kaum milenial muslim memiliki gairah belajar agama yang besar. Dalam ketaatan beragama menjadi hal penting, bahkan meraka menganggap identitas dan atribut keagamaan juga penting ditunjukkan, sebagaimana terlihat dari tren busana muslim, makanan halal, wisata halal, dan sebagainya.
Generasi muda biasanya belum memiliki kemapanan psikis, spiritual dan Gairah beragama yang besar, karena psikis dan spiritual yang masih lemah, ditambah mudahnya akses ke konten keagamaan membuat milenial muslim rentan terpengaruh berbagai ideologi lain di dunia maya. Dan termasuk, ideologi radikalisme agama yang menjerumuskan mereka kedalam pandangan kekerasan dalam beragama.
Dalam empat tahun terakhir ini Kementerian Agama aktif mempromosikan pengarusutamaan moderasi beragama. Arti dari Moderasi beragama adalah cara pandang kita dalam beragama secara moderat, yakni memahami dan mengamalkan ajaran agama dengan tidak ekstrem, baik ekstrem kanan maupun ekstrem kiri.
Hadirnya berbagai ekstremisme, radikalisme, rasisme, ujaran kebencian (hate speech), hingga menjadi retaknya hubungan antarumat beragama merupakan problem yang dihadapi oleh bangsa Indonesia saat ini. Sehingga dengan adanya program pengarusutamaan moderasi beragama ini dinilai penting dan menemukan momentumnya .
Setiap umat agama pastinya mengajarkan tentang kasih sayang, rasa peduli, kedamaian serta saling hormat dan menghargai kepada orang yang berbeda aqidah ataupun faham mengajarkan tentang akhlak dan budi pekerti yang baik di dalam kehidupan bermasyarakat yang penuh dengan keberagaman. Seperti beragamnya agama,suku,budaya dan bahasa.
Dengan upaya penerapan nilai-nilai dalam moderasi bergama bagi generasi milenia diera digital ini yang bertujuan untuk membentuk generasi yang moderat dan tidak mudah terpengaruh oleh dunia maya
Cara menanamkan oderasi agama terhadap generai milenial di era digital saat ini :
1. Generasi milenia dapat memanfaatkan media sosial dengan baik dalam penyebaran nilai-nilai moderasi beragama.
2. Mengikutsertakan generasi milenial dalam kegiatan positif yang konkret dimasyarakat.
3. Generasi milenial dapat memaksimalkan fungsi keluarga sebagai kunci pembaharuan karakter yang positif.
4. Generasi milenial harus bisa memilih dan memilah berita yang datang dari media atau dunia nyata ,dan mengkaji kebenarannya .
5. Bisa melakukan dialog bersama generasi milenial ,baik dilingkungan rumah, sekolah atau masyarakat .
Sebagai generasi milenaial mari kita harus bersama-sama menjaga kerukunan dan menjunjung tinggi toleransi antar umat beragama, agar dapat memperkokoh persatuan bangsa. Jangan pernah ragu untuk menolak dengan tegas sikap dan perilaku intoleransi dan segala bentuk kekerasan. Karena dalam menolak keduanya adalah kunci keseimbangan demi terpeliharanya peradaban dan terciptanya perdamaian. Dengan saling menjaga kerukunan, dan keharmonisan antar umat beragama sejatinya akan memperkuat Negara Kesatuan Republik Indonesia yang kita cintai menjadi lebih baik. Ingat, umat rukun Indonesia maju. Semoga bermanfaat

 

 

Exit mobile version