Pentingnya Literasi Politik dan Media Massa Pada Generasi Z

Mengikuti arus perkembangan zaman,teknologi sekarang sudah tidak bisa dihindari dan bahkan sudah menjadi suatu kewajiban bagi kita yang seakan bagai sayur tanpa garam.Kehadiran media massa berbasis digital membuat informasi politik semakin pasif,tapi juga distribusi cepat yang besifat interaktif.

Dengan karakteristik dan fiturnya yang canggih, tidak sedikit para aktor politik disejumlah negara yang terlibat memanfaatkan media massa seperti Facebook, twitter, instagram, youtube dan aplikasi lainnya untuk proses kampanye politik.Pasalnya penggunaan media massa tidak membutuhkan kerumunan orang dan hanya cukup memantau secara real time online ditambah penggunaan media massa yang diduga akan menghemat biaya.

Namun ,dalam kasusnya media massa ini memiliki dua sisi.Hal ini bergantung kepada siapa yang memegang dan siapa yang menerima yang harus bisa membedakan mana informasi,isu,maupun opini .Karena beberapa akhir ini Indonesia telah merasakan dampak dari perubahan itu,terlebih saat pemilu dan kasus pandemi yang tidak terlepas dari isu politik .Oleh karena itu kita diharuskan untuk bisa memilah dan menjadi smart people agar tidak terseret dari orang-orang yang tidak bertanggung jawab ,khususnya untuk generasi Z yang menjadi topik dalam objek sasaran tulisan ini.

Karena generasi Z atau dikenal sebagai Gen Z adalah generasi yang lahir pada tahun 1997-2012 yang saat ini sedang dalam rentang umur remaja,yang disebut-sebut akan menjadi generasi emas pada 2024 nantinya.Di lihat dari data sensus penduduk,generasi Z tercatat menempati posisi yang cukup besar (persentase 27,94 persen) dibanding lainnya,yang mana hal ini akan memberikan pengaruh kuat dalam berbagai aspek kehidupan bangsa salah satunya politik yang dapat diprediksi mereka akan terlibat aktif dalam penentuan arah politik Indonesia kedepannya.

Oleh karena itu literasi politik dan media massa sangat penting dan sangat dibutuhkan, Karena kunci untuk meningkatkan produktivitas bangsa dan menurunkan angka kemiskinan serta kesenjangan sosial itu terletak pada keberhasilan kita dalam mengatasi masalah literasi,itu sebabnya literasi sangat penting dan sangat ditekankan untuk generasi sekarang dan yang akan mendatang.Selain itu, sebagai generasi muda kita juga dituntut untuk melek terhadap informasi terkini agar bisa memantau sejauh mana perkembangan dan pemahaman kita terkait politik.Karena politik hari ini sudah menjadi konsumsi publik baik secara terbuka maupun tertutup,baik itu pada pelakunya, sistemnya atau bahkan partainya.Karena selama ini banyak dari sikap dan pernyataan para elite politik yang tidak hanya membakar sisi kritis para pembacanya di media sosial,tetapi juga mampu menciptakan daya kritis yang menjurus pada munculnya permusuhan antar sesama,Inilah yang perlu diwaspadai.Yang disebabkan karena rendahnya literasi masyarakat kita sendiri.Oleh sebab itu literasi politik yang baik sangat dibutuhkan ,karena jika literasi politiknya sudah baik maka demokrasi akan terbangun dengan nilai-nilai yang positif.Dan semua yang bersifat hoax dan propaganda negatif akan terhindarkan.Maka tak heran jika literasi politik menjadi bahan pembelajaran di lingkup pendidikan dan sekolah, yang mampu memberikan peluang maupun kesempatan dalam mengajarkan peserta didik untuk berpartisipasi secara aktif ,mampu menghindari perselisihan serta menghormati keputusan orang lain.

Lalu bagaimana cara menciptakan literasi politik dan media yang baik,sebenarnya ada beberapa hal yang perlu diperhatikan ,salah satunya melalui pendidikan politik atau pendidikan kewarganegaraan.Karena banyak sekali kasus-kasus literasi politik yang buruk disebabkan maraknya praktik-praktik money politics yang biasanya terjadi saat adanya pemilu .Oleh karena itu dibutuhkan adanya jalan alternatif untuk meningkatkan literasi yang lebih efektif dan produktif melalui pendekatan pembelajaran kontekstual dengan mengambil materi pelajaran pendidikan kewarganegaraan sebagai model awal pembelajaran yang menghubungkan materi belajar dengan konteks atau situasi riil.Model pembelajaran ini efektif dan produktif karena selain dilakukan dengan ragam metode yang memberdayakan,mendorong kemandirian ,memicu daya kritis dan menumbuhkan kreatifitas peserta didik ,juga berlangsung dalam kurun waktu yang relatif panjang. Selain itu mereka juga dipersiapkan lebih matang untuk menjadi calon pemilih pemula yang cerdas,kritis,rasional dan tentunya akan bertanggung jawab terhadap pilihannya.

Tidak hanya itu, kita juga dituntut untuk bisa merekrut dan meningkatkan kualitas guru untuk bisa meningkatkan literasi para peserta didik kita nantinya,membangun dan meningkatkan infranstruktur pendidikan terutama terkait dengan penyediaan listrik,perpustakaan ,lab komputer dan akses-akses lain yang berkaitan dengan internet dan infranstruktur lainnya.Dan yang paling penting disini kita harus bisa memasukkan buku bacaan wajib ke dalam kurikulum,dengan tujuan untuk menjamin ketersediaan buku bacaan yang lebih bermutu untuk anak didik dan generasi-generasi selanjutnya.

Disini,penguatan budaya literasi media dan informasi juga sangat dibutuhkan ,khususnya di dalam dunia pendidikan .Karena faktanya teknologi sekarang lebih banyak memberikan unsur negatif dibanding positif untuk penggunanya,yang memungkinkan penggunanya dapat melakukan produksi dan reproduksi pesan sesuai keinginannya yang akan membawa pada arus informasi yang sulit diketahui kebenarannya.Misalnya ,hoax atau berita palsu yang dikemas rapi sehingga orang tidak akan mengetahui benar atau salahnya informasi tersebut.Itulah yang perlu diwaspadai,maka dari itulah kenapa literasi media itu penting ,dengan tujuan untuk memberikan kesadaran dan pengenalan terhadap informasi-informasi yang beredar.Setidaknya pengguna media akan mengetahui ciri-ciri informasi yang sifatnya fakta atau pun hoax.

Tidak sampai disitu saja,pengguna media juga harus dibekali pengetahuan etika dalam berinternet sehingga tidak menyebarkan berita yang mengandung hujatan,kebencian,nyinyiran atau yang lainnya.Hal demikian tidak lain dan tidak bukan dilakukan dalam rangka untuk membangun dan menciptakan budaya literasi di dunia pendidikan sebagai langkah antisipatif dan kritis atas informasi di era teknologi sekarang ini,karena kita yakin bahwa kita semua meng inginkan adanya perubahan untuk generasi Z dan generasi selanjutnya demi Indonesia yang lebih baik untuk kedepannya.

Penulis

Maulin Nadhifah
(Kertomulyo , Trangkil, Pati)

Exit mobile version