Penerapan Kurikulum Prototipe Berbasis Proyek, di Desa Penghasil Tepung Tapioka Ngemplak Kidul
Penulis : Imam Muhlis Ali*
Terkait penerapan kurikulum prototipe yakni pembelajaran berbasis proyek, dapat langsung dihubungkan dalam pengembangan potensi daerah sekitar sekolah. Istilah mudahnya penetapan kurikulum di sesuaikan potensi daerah. Ini tentu saja dapat di mulai sejak sekarang (sejak dini).
Salah satu inti kurikulum ini adalah berbasis proyek. Di mana siswa-siswi dengan di pandu guru langsung menerapkan di lapangan. Sebelumnya guru memberi arahan jelas apa yang akan di lakukan sesuai tema di dalam buku pelajaran.
Salah satu contoh adalah penerapan pembelajaran berbasis proyek di daerah desa penghasil tepung tapioka terbesar di Kabupaten Pati yakni desa Ngemplak Kidul Kecamatan Margoyoso Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Siswa-siswi dapat di ajak langsung ke pabrik tepung tapioka tersebut. Sebelumnya di konsep dulu. Mulai dari alat dan bahan, proses awal pembuatan, hasil produk sampai pemasaran produk tepung tapioka. Siswa-siswi dengan di pandu guru bisa melakukan pengamatan, meneliliti, menganalisa, mencari data mulai dari sejarah awal mula industri, pekerja, teknologi pemroses, bahan dari mana, biaya atau modal pembuatan tepung tapioka, harga bahan dan hasil produk di pasaran, proses urutan pemasaran sampai hambatan maupun peluang pengembangan. Siswa-siswi juga penting di kondisikan untuk mencetuskan ide atau gagasan misalnya penerapan teknologi terbaru mengembangkan variasi produk agar lebih adaptif di dunia internasional. Siswa-siswi di rangsang melakukan secara ilmu sain mulai dari penelitian ilmiyah sampai peluang penemuan teknologi untuk mengembangkan skil (keahlian) kreatif pengrajin dan pengusaha tepung tapioka untuk kreatif menghasilkan berbagai varian produk baru dari tepung tapioka.
Mulai sekarang penting sekali generasi muda misal di desa gemplak Kidul untuk kreatif memperbanyak varian baru tepung tapioka. Limbah tepung tapioka harus di kelola menjadi produk menguntungkan. Lingkungan alam seperti sungai harus tetap bersih dan justru bisa menjadi wisata baru. Sudah saatnya generasi sekarang kedepan menjadi pengusaha tapioka yang mempunyai mind set maju menyongsong masa depan. Sudah saatnya generasi Ngemplak Kidul mengembangkan industri tepung tapioka dengam prinsip ramah lingkungan serta bisa menciptakan inovasi kreatif tanpa mengurangi atau malah menghilankan kearifan lokal seperti sama-sama menghidupkan Usaha giling tepung tapiokaKecil Menengah.
Generasi siswa-siswi mulai sekarang belajar bagaimana ikut menjadikan potensi daerah lebih berkembang. Ini sesuai dengan yang di harapkan Pemerintah agar generasi mempumyai sikap nilai-nilai Pancasilais.
*Pendidik di MI Darun Najah Ngemplak Kidul
(*).







