
Patinews.com – Kediri, Aktivitas pendampingan bagi petani, hari ini dilakukan Koramil 19/Pagu, berkaitan dengan pengubinan padi yang berada di Desa Semambung, Kecamatan Kayen Kidul, Kabupaten Kediri. Danramil Pagu, Kapten Inf Tafsir didampingi Mantri pertanian Kecamatan Pagu, Sutiyono dan Sekretaris Desa Semambung, Hadi Santoso serta beberapa anggota Koramil Pagu ,melihat langsung kondisi lahan pertanian yang diubinkan, sabtu (25/02/2017)
Pengubinan merupakan istilah yang biasa digunakan oleh petugas pertanian maupun statistik untuk menghitung secara cepat dan sederhana hasil panen produk pertanian tidak hanya padi sawah, namun teknik ini paling umum digunakan untuk memperkirakan potensi hasil gabah dalam luasan 1 hektar. Lahan pertanian yang akan diubinkan berstatus milik M.Yusron seluas 0,35 hektar, Margiono seluas 0,35 hektar, Katiyem seluas 0,35 hektar, Sutini seluas 0,35 hektar dan Musadi seluas 0,35 hektar, dan keseluruhan luas lahan yang diubinkan seluas 1,75 hektar.
Fungsi kegiatan pengubinan adalah para petani bisa mengetahui perkiraan potensi hasil dari tanaman padi mereka, hal ini bermanfaat agar petani tidak diperdaya oleh sistem jual ijon yang hanya memperkirakan harga perluasan lahan yang ada. Petani akhirnya mulai berpikir kembali untuk menjual padinya kepada pengijon. kegiatan pengubinan bisa membuka pengetahuan mereka tentang prediksi produksi gabah panennya, walaupun terkadang secara tidak sadar kegiatan ini hanya sekedar menghitung hitung ,namun secara sosial ,hal ini bisa berdampak perubahan yang sangat baik bagi kesadaran petani yang selama ini masih terjerat pola pikir ijon.
Usai melakukan pengubinan, Kapten Inf Tafsir berdiskusi langsung dengan Hadi Santoso, membahas seputar hasil produksi lahan yang sudah diubinkan ,sesuai dengan perkiraan diatas kertas. Dari perkiraan Hadi Santoso, lahan seluas 1,75 hektar tersebut akan mampu menembus angka 13 hingga 14 ton gabah kering panen, dan angka tersebut diperkirakan dengan acuan kondisi cuaca yang pasokan air yang normal. (Patinews.com/ pdk)