Pembelajaran Jarak Jauh di Masa Pandemi

Penulis : Faizatul Magfiroh

 

Berdasarkan kondisi saat ini wabah Covid-19 sangat mempengaruhi semua sisi dalam kehidupan. Terutama dalam dunia pendidikan. Khususnya pada anak-anak sekolah. Dan semua anggota sekolah mulai dari guru, siswa/mahasiswa, orang tua “dipaksa” untuk berkecimpung dalam dunia teknologi terutama dalam dunia pembelajaran.

Ada banyak cara yang dapat digunakan dalam proses pembelajaran jarak jauh, yaitu salah satunya dengan menggunakan platform-platform yang telah disediakan oleh pemerintah dan telah disetujui kementrian pendidikan misalnya, Vidio Call whats App, zoom, google meet, Facebook, Instagram,Youtube, Telegram form, google class, dan masih banyak lainya.

Terkadang juga dengan banyaknya platform yang disediakan jusru membuat bingung, bagaimana menggunakan platform-platform tersebut yang disesuaikan kenyataannya masyarakat maupun wali murid pun mersa kesulitan dalam mengaplikasikan form-form tersebut.

Metode pembeajaran yang digunakan seoang guru dalam melaksanakan pembelajaran daring terhadap peserta didiknya, terdapat beberapa metode yang efektif digunakan dalam pembelajaran daring.

Sebagaimana yang telah kita ketahui bahwa covid-19 ini memberikan banyak sekali dampak terhadap berbagai sektor pendidikan. Untuk memutus mata rantai penyebaran covid-19, maka pemerintah memutuskan untuk menerapkan pembelajaran jarak-jauh (PJJ) Kepada seluruh jenjang pendidikan termasuk Madrasah Ibtidaiyah.

Metode pembelajaran daring pada siswa Madrasah Ibtidaiyah. Tentunya tidak asing lagi bagi semua kalangan masayrakat maupun dalam dunia pendidikan dengan metode pembelajaran daring pada tingkat Madrasah Ibtidaiyah, Metode pembelajaran adalah suatu cara yang digunakan oleh seorang guru dalam menyampaikan pembelajaan kepada peserta didik.

Terdapat berbagai macam metode pembelajaran yang dapat digunakan oleh seorang pendidik dalam kegiatan belajar mengajar. Beberapa diantaranya adalah metode inquiry, pembelajaaran metode pembeajaran jigsaw, metode pembelajaran demontsrasi, metode pembelajaran mind mapping, dan masib banyak lainnya.

Sebelum memilih metode pembelajaran yang akan digunakan seorang pendidik harus melhat situasi dan kondisi, karakter peserta didik, dan materi yang disampaikan. Dengan begitu, metode pembelajaran yang akan digunakan akan lebih memabantu peserta didik dan lebih cepat dalam pemahaman dan mencapai tujuan pembelajaran.

Berdasarkan apa yang saya ketahui dan saya amati selama kurang lebih 5 bulan selama pandemic covid-19 yang diberlakukannya pembelajaranan daring metode yang digunakan dalam pembelajaran daring siswa Madrasah Ibtidaiyah di daerah saya, adalah metode pembelajaran resitasi. Metode pembelajaran Resitasi sering disebut metode pemberian tugas.

Disini, Soekarawi mendefinisikan bahwa metode resitasi adalah suatu cara yang menyajikan bahan pelajaran, dengan memberikan tugas kepada siswa untuk dipelajari yang kemudian dipertanggung jawabkan didepan kelas.

Berdasarkan yang saya amati, pembelajaran dirumah saja, tindakan yang dilakukan oleh seorang guru adalah, membentuk Whatsapp grub yang mana beranggotakan wali murid dai para peserta didik. Yang kedua, guru memberikan instruksi tentang pemberian tugas melalui WA grup tersebut, dengan ketentuan batas waktu tertentum dan yng ketigam pengiriman tugas dikirim melalui japri (jalur pribadi) kepada guru yang memberikan tugas, kemudian tugas yang dikumpulkan berupa foto, voice note, atau vidio Call sesuai dengan tugas yang diberikan.

Dari sini dapat kita lihat bahwa, perlu adanya kerja sama yang baik antara guru dengan orang tua peserta didik. Namun berdasarkan apa yang saya amati, terhadap lingkungan sekitar, beberapa wali murid memiliki kendala dalam mendampingi putra-putrinya selaa pengerjaan tugas yang diberikan oleh gurunya.

Salah satunya adalah, banyak dari para wali murid yang tidak memiliki waktu, karna mayoritasi dari mereka adalah pekerja, saya melihat banyak dari wali murid yang medaftarkan putra-putrinya untuk mengikuti les rumahan yang ada di sekitar lingkungan rumah meraka.

Menurut pendapat saya pribadi, jika meihat kondisi seperti saat ini tindakan mereka cukup efektif, para wali murid dapat mengontrol hasil belajar putra-putrinya melalui bantuan les rumahan tersebut, dengan begitu para wali murid dapat melakukan kolaborasi yang baik dengan para pendidik.

(Faizatul Magfiroh/ Peserta KKN MDR 2020 IPMAFA PATI, Kelompok 01 KKN DAHSYAT)

Exit mobile version