Penulis : Eka Nur Fitriyani Mahasiswi KKN RDR 77 UIN Walisongo
Kurikulum 2013 merupakan sebuah kurikulum yang dikembangkan untuk bisa meningkatkan skill peserta didik yang diantaranya meliputi kompetensi sikap keterampilan dan pengetahuan secara seimbang, tetapi apabila seorang guru hanya bisa mengukur kemampuan siswa dengan kognitif saja maka dikatakan tidak sesuai dengan kurikulum 2013 karena kurikulum 2013 ini tidak hanya menitik beratkan pada kemampuan kognitif saja melainkan guru juga harus bisa menilai kemampuan secara afektif dan juga psikomotorik.
Selain itu kurikulum 2013 dianggap cukup berat dari sisi pengajaran selain itu kurikulum 2013 jam pelajarannya lebih padat dari pada kurikulum 2006. Karena kurikulum 2013 ini menuntut siswa untuk belajar lebih kritis kreatif dan lebih maksimal lagi. Padahal setiap pola pikir dari siswa itu pasti memiliki daya serap yang berbeda beda, tetapi kurikulum 2013 ini bisa menjadikan siswa lebih aktif dan pasti mandiri dalam memecahkan masalah. Banyak sekali siswa yang menganggap bahwa kurikulum 2013 itu melelahkan sehingga waktu istirahat yang tidak begitu renggang.
Padahal sebenarnya kurikulum 2013 itu disusun dengan tujuan agar mampu membekali peserta didik dengan kepribadian yang baik dan mampu berfikir dengan baik, dan siswa diharapkan mampu untuk bisa memecahkan suatu permasalahan dengan baik dan logis.
Pembelajaran k13 ini mengacu pada pembelajaran dengan berbasis pendidikan karakter di mana pada saat sekarang ini memang karakter anak Mts SMP itu tergolong rendah karena disaat pembelajaran berlangsung justru siswa malah bergurau dengan guru dan sering bermain sendiri dan tidak disiplin. Selain itu pada saat guru memberikan sebuah pertanyaan siswa jarang sekali yang menjawab dengan jawaban yang masuk akal yang ada siswa menjawab dengan jawaban yang aneh. Selain itu ketika guru memberikan tugas kelompok siswa justru hanya mengandalkan satu orang untuk disuruh mengerjakan tugas tersebut.
Karena kurikulum 2013 ini harus berbasis dengan keterampilan sains maka siswa harus pandai dalam memecahkan segala masalah yang ada disekitar nya selain itu siswa yang seharusnya harus sudah bisa menjawab pertanyaan dengan logika yang masuk akal justru siswa malah sebaliknya. Karena pembelajaran IPA itu berhubungan dengan alam maka guru harus bisa memberikan pengalaman secara langsung yang memang berhubungan dengan alam sekitar dan bisa dikaitkan dengan materi pelajaran. Selain itu pada kurikulum 2013 guru juga dituntut untuk lebih bisa menguasai bahan materi ajar yang akan diajarkan kepada siswa supaya siswa tidak mudah jenuh dan siswa tidak selalu menganggap bahwa pembelajaran IPA itu selalu dianggap pembelajaran yang banyak menghafal dan sulit untuk dicerna.
Kurikulum 2013 lebih menekankan pada dimensi pedagogik modern yang berupa Pendekatan ilmiah yang meliputi menanya, Mengamati, Menalar, mencoba. Yang membedakan Antara kurikulum 2013 dengan KTSP salah satunya adalah perbedaan jumlah jam pelajaran perminggu lebih banyak dan jumlah mata pelajaran cenderung lebih sedikit Kalau di KTSP Pelajaran Tik dijadikan sebagai pembelajaran sedangkan kalau di kurikulum 2013 Tik dijadikan Sebagai media pembelajaran. Meskipun kalau kita lihat perbedaan antara k13 dengan KTSP memiliki perbedaan yang sangat jauh tetapi Jika kita Amati maka terdapat esensi K13 dan KTSP, misalnya saja pendekatan ilmiah yang mana mengharuskan siswa untuk mencari sebuah pengetahuan bukan menerima pengetahuan dari hal seperti akan menyebabkan suatu masalah
(*)