
Patinews.com – Kediri, Pondok Pesantren (Ponpes) Al Miftsah yang berada di desa Wonorejo Kecamatan Puncu Kabupaten Kediri, saat ini berlangsung pelatihan kader PAC NU Kecamatan Puncu, yang nantinya akan dilaksanakan selama 3 hari berturutr-turut, sejak hari minggu ini hingga berakhir hari selasa depan. Pelatihan ini dipimpin langsung Danramil Puncu, Kapten Inf M.Walifatma didampingi Bati Tuud Koramil Puncu, Peltu Basuki dan 4 anggota Koramil 21/Puncu, serta diawasi langsung pengasuh Ponpes Al Miftsah, Gus Badrul Munir dan Gus Roid, minggu (01/01/2017)
Pelatihan kader NU tersebut diikuti 90 peserta yang berasal dari 8 desa se-Kecamatan Puncu, dan pelatihan ini secara khusus dilakukan untuk memperkuat pandangan berbangsa dan bernegara dalam ruang lingkup sebagai seorang kader NU pada khususnya, serta sebagai warga negara Indonesia pada umumnya. Dari 90 peserta 12 kader berasal dari Desa Gadungan, 13 kader berasal dari Desa Sidomulyo, 15 kader berasal dari Desa Asmorobangun, 10 kader berasal dari Desa Manggis , 10 kader berasal dari Desa Puncu, 8 kader berasal dari Desa Wonorejo, 10 kader berasal dari Desa Satak dan 12 kader berasal dari Desa Watugede. Pelatihan kader ini sendiri dilakukan di 2 lokasi yang berbeda, yaitu Ponpes Al Miftsah (saat pembukaan dan penutupan pelatihan kader) dan Makoramil Puncu, (saat pemberian materi wawasan kebangsaan).
Gus Badrul Munir optimis ,pelatihan kader NU ini akan menghasilkan dan membentuk kader yang berkarakter manusia Indonesia seutuhnya, serta jmampu menjadi benteng dari teologi yang menyimpang dari nilai-nilai spiritual maupun sosial kemasyarakatan, terutama bagaimana menggali Bhinneka Tunggal Ika sedalam mungkin dalam keadaan utuh. Selain itu, pelatihan kader ini, juga menjadi tolok ukur SDM kader NU di Kecamatan Puncu, serta menggali potensi generasi muda agar siap menggantikan generasi sekarang, sekaligus mampu menghadapi tantangan dinamika kehidupan yang beranekaragam permasalahan.
Kapten Inf M.Walifatma meyakini, dalam tempo 3 hari, para peserta pelatihan kader ini sudah mampu mengembangkan pola pikir sebagai warga negara yang baik dan tentu saja sebagai umat muslim yang memiliki dasar argumen yang jelas ketika berada ditengah-tengah suatu permasalahan, khususnya yang berkaitan dengan nasionalisme kebangsaan. Hari pertama materi lebih dititikberatkan pada ketahanan fisik dari para peserta pelatihan kader NU, sedangkan pada hari kedua lebih diutamakan penjelasan secara ringkas, apa itu Pancasila, apa itu UUD 1945 dan bagaimana sejarahnya. Di hari ketiga, para peserta akan diberikan wawasan kebangsaan dengan tema “Membangkitkan Kesadaran Persatuan Indonesia” yang dibawakan langsung Kapten Inf M.Walifatma.






