Pancasila Sebagai Dasar Bermoderasi

Oleh : Rois Agung Pangestu

Mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Arab IPMAFA

 

Pancasila Sebagai Dasar Ber-moderasi

Kenyataan yang tidak perlu lagi dipertanyakan bahwa Indonesia merupakan negara yang kaya akan khasanah keberagaman. Keberagaman di Indonesia meliputi berbagai aspek, misalnya budaya, adat istiadat, bahasa maupun agama. Dari segi agama sendiri terhitung ada enam agama yang secara legal diakui oleh pemerintah sebagai agama yang masing-masing banyak dipeluk oleh masyarakat Indonesia. Keenam agama itu yaitu Islam, Kristen, Katolik, Khonghucu, Budha serta Hindu.

Keenam agama diatas bukanlah agama baru. Semuanya telah ada jauh sebelum Indonesia merdeka. Dan pasti dari masing-masing pemeluk agama tersebut juga mengambil perannya dalam mewujudkan kemerdekaan Indonesia. Hal ini harus dipahami sebagai kesadaran bahwa Indonesia lahir bukan atas perjuangan pemeluk golongan agama tertentu.

Setiap negara di pelataran dunia sudah pasti memiliki ideologi, sebagai parameter sebuah negara untuk menentukan visi misinya, Tak terkecuali Indonesia. lahirnya pancasila sebagai ideologi negara telah melewati proses panjang, berbagai macam pertimbangan dilakukan sehingga memungkinkan pancasila dapat diterima oleh seluruh elemen masyarakat. Dengan semboyanya “bhineka tunggal ika” . pancasila mengisyaratkan seluruh rakyat indonesia untuk bersatu-padu dalam bingkai kebersamaan berwujud Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Pancasila sebagai dasar ideologi negara, sudah menjadi barang tentu memiliki nilai-nilai yang bisa dipetik manfaatnya. Manfaat pancasila meliputi berbagai aspek kehidupan. Ditinjau dari aspek agama, sila pertama pancasila yang berbunyi, “Ketuhanan yang Maha Esa” tidak lain merupakan sebentuk revisi dari sila pertama sebelumnya yang berbunyi “Menjalankan syariat islam bagi pemeluk-pemeluknya”. Revisi tersebut dilakukan dengan pertimbangan “bahwa Indonesia bukanlah negara yang hanya berpenghuni Agama Islam, karena itu, revisi dilakukan dengan pertimbangan, bagaimana agar sila pertama ini dapat di terima oleh seluruh agama yang ada di Indonesia”. dari sini bisa di petik manfaat, bahwa para pendahulu Indonesia ternyata sudah menerapkan tradisi moderat. Para pendahulu lebih mengedepankan bagaimana menghormati sebuah perbedaan, bukan egosentrisme individu ataupun kelompok.

Indonesia dengan keberagamannya sebenarnya sangat potensial untuk terjadi konflik, ketidak-rukunan, serta berbagai problem yang dapat memecah belah rasa persatuan bangsa. Hal ini perlu disadari kemudian dicari antisipasi-solusi mencegah hal-hal diatas agar tidak terjadi. Contohnya; Moderasi beragama yang belakangan ini disuarakan oleh pemerintah.

 

Moderasi merupakan turunan dari kata moderat yang memiliki arti menghindari perilaku atau pengungkapan ekstrem. Secara istilah moderasi beragama diartikan sebagai penghindaran tindakan ataupun pengungkapan yang sifatnya ekstrem dalam bentuk apapun menyangkut keberagamaan. Hal itu, karena isu agama merupakan isu paling sensitiv. Contoh saja konflik papua. Rasanya baru kemarin media massa dipenuhi berita konflik antar agama di papua. Hasil kabar yang beredar, konflik tersebut dimulai dengan tuntutan PGGJ (persekutuan gereja-gereja jayapura) untuk membongkar menara masjid Al-aqsha disentani. Alasanya, bangunan menara masjid Al-aqsha yang terlalu tinggi dikhawatirkan menghalangi pemandangan dan bangunan-bangunan yang ada disekitar, khususnya gereja yang ada disampingnya. Untunglah kejadian tersebut segera ditanggapi dan ditangani oleh pemerintah, sehingga dilakukan musyawarah sebagai jalan tengah.

Dari sini penulis yakin, apabila Indonesia mampu melewati tantangan diatas tanpa pemaksaan kehendak, serta mampu melestarikan kebhinekaan, Indonesia akan menjadi kiblat bercermin bagi seluruh negara didunia agar bagaimana menciptakan kerukunan, kedamaian, dan rasa persaudaraan dengan dasar yang sama sekali banyak memiliki beragam perbedaan. Sekali lagi, disinilah letak urgensi Pancasila sebagai dasar ideologi bernegara, berbangsa, dan bermasyarakat. Filosofi pancasila beserta nilai-nilainya perlu tanamkan kepada generasi bangsa sejak dini, agar kelak rasa cinta kepada Indonesia mengakar kuat di sanubari mereka.

 

“bukankah jika dipadukan dalam bingkai kebersamaan perbedaan justru akan tampak lebih indah? “

Indonesia lestari

Tanamkan Pancasila Sejak Dini

Lestari Indonesiaku.

Aku, Kamu, Kalian, Dia dan Mereka

Adalah Kita

 

 

Lasemcoffe 5 Desember 2020

Exit mobile version