
PatiNews.Com – Ekonomi, Inflasi November 2017 sebesar 0,30 persen, setelah pada bulan Oktober 2017 mengalami deflasi.
Inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya indeks pada kelompok pengeluaran, yaitu: kelompok bahan makanan mengalami kenaikan sebesar 0,82 persen; kelompok sandang sebesar 0,27 persen; kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,22 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,20 persen; kelompok transportasi dan komunikasi sebesar 0,05 persen dan kelompok kesehatan sebesar 0,04 persen.
Sedangkan kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan indeks adalah kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga sebesar 0,04 persen.
Komoditas yang memberikan sumbangan terbesar terjadinya inflasi diantaranya adalah beras, cabai rawit, rokok kretek filter, telur ayam ras, cabai merah dan tukang bukan mandor.
Komoditas yang memberikan sumbangan terbesar terjadinya deflasi diantaranya adalah bandeng/bolu, tomat sayur, jeruk, bawang merah, terong panjang dan cat tembok.
Laju inflasi tahun kalender November 2017 sebesar 2,99 persen lebih tinggi bila dibandingkan dengan laju inflasi tahun kalender November 2016 yang mengalami inflasi sebesar 1,98 persen. Sedangkan laju inflasi year on year November 2017 mengalami inflasi sebesar 3,32 persen lebih tinggi bila dibandingkan dengan year on year November 2016 yang mengalami inflasi sebesar 2,90 persen. (Suparman, IPDS BPS Kabupaten Pati).






