Kudus – Patinews.com
Bertempat di TPQ Mashalut Ta’lim, Pimpinan Ranting Nahdlatul Ulama Desa Jepang, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus menggelar tasyakuran harlah NU ke 98, Sabtu malam, 27/02/2021.
Tasyakuran yang digelar mematuhi protokol kesehatan tersebut nampak terbatas dan dihadiri oleh Kepala Desa Jepang, tokoh masyarakat dan para kiai dan perwakilan anggota Banom NU Jepang.
Rais Syuriyah PR NU Jepang, KH Sunarto, dalam sambutanya mengajak untuk selalu menjaga amaliyah NU.
“Marilah kita jaga amaliyah ahlussunnah wal jamaah, baik dimulai dari lingkungan kita sendiri, keluarga maupun sekitar. Kalau kita cermati, dengan gempuran teknologi sekarang banyak berita yang mendegradasi nilai-nilai yang digaungkan NU maupun tradisi Indonesia, mengapa itulah kita harus menjaga dan perkuat amaliyah NU,” sampainya.
Apalagi bagi generasi muda, ditengah pesatnya kemajuan teknologi ini, memperkuat amaliyah NU menjadi sebuah prioritas, sebagai generasi penerus masa mendatang.
Ia juga mengingatkan untuk selalu menjaga NKRI, ini sudah menjadi komitmen NU sejak dulu, walaupun NU berada dimanapun, dapat kita lihat pada pelosok negeri bahkan dunia internasional, menjaga NKRI itu menjadi harga mati, dan selalu tertanam nasionalisme yang kuat di dalam tubuh NU.
Berkhidmat di NU itu diniati dengan ikhlas, semoga dengan keikhlasan tersebut kita mendapat barakah dari masyayikh pendiri NU.
Dalam rangka untuk menunjukkan eksistensi, baik kegiatan sosial maupun keagamaan, KH Sunarto menitip pesan,“ora usah ragu, ‘cancut taliwondo’ (red; berjuang dengan segenap kemampuan) untuk selalu berkhidmat di NU,” pesannya.
Dukungan disampaikan Kepala Desa Jepang, Indarto, Sinergisitas NU kepada pemerintah desa memunculkan komitmen yang baik dalam menciptakan kondusifitas masyarakat, “kami tetap mendukung kegiatan-kegiatan NU yang dilaksanakan dalam rangka terwujudnya tatanan kedamaian dan saling menghargai keberbedaan, toleransi di masyarakat ditengah cepatnya arus globalisasi, untuk mempertahankan dan kesatuan NKRI,” katanya.
Dalam bidang pendidikan, NU selalu kontributif, untuk itu pendidikan di desa yang sudah ada di bawah naungan NU, baik TPQ, Diniyah, Madrasah ibtidaiyyah ini, mari kita bersama membahu untuk lebih diperkuat, sehingga arus-arus yang kian marak di medsos untuk melemahkan tradisi asli Indonesia ini tidak menyerang secara menerus.
Indarto pula berpesan, NU di Jepang khususnya, kedepan mampu berinovasi sesuai dengan perkembangan zaman, baik digitalisasi ataupun penguatan ekonomi organisasi.
Senada dengan Rais Syuriyah dan Kepala Desa, Kiai Moh. Ridwan, Ketua Tanfidziyah PR NU Desa Jepang menyampaikan program jangka pendek hingga jangka panjang terkait Perekonomian, kesehatan dan pendidikan.
Ketiga program tersebut hingga kini tetap dijalankan NU Jepang, sebagai salah satu contoh, NU Jepang mengelola Yayasan Al- Kamal yang menaungi pendidikan, kesehatan maupun perekonomian bagi yatim, dan kaum dhuafa. “Maka untuk terciptanya tersebut secara masif dan lebih baik lagi, kita harus terus saling bekerjasama ,” sampainya.
Kiai Moh. Ridwan, yang baru diamanahi sebagai Ketua Tandfidziyah baru di PR NU Jepang tersebut, berharap “dengan usia NU yang sudah matang ini, akan muncul inovasi-inovasi baru, yang kedepanya akan muncul terobosan, ide-ide baru yang dapat berdampak baik pada warga nahdliyin khususnya, dan masyarakat Indonesia pada umumnya,” tukasnya. (Fakhrudin)







