fbpx
  • Patinews.com
  • Berita
    • event
    • Olahraga
    • politik
    • bisnis
  • wisata
    • kuliner
    • Sejarah
  • Lowongan Kerja
  • Kontak
  • Youtube
  • Kirim Artikel/Berita
  • Login
Patinews Berita Pati Hari Ini
  • Home
  • NewsPrime
  • Tech
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Review
  • Kirim Artikel/BeritaCreate Story
No Result
View All Result
  • Home
  • NewsPrime
  • Tech
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Review
  • Kirim Artikel/BeritaCreate Story
Patinews Berita Pati Hari Ini
No Result
View All Result
Patinews Berita Pati Hari Ini
No Result
View All Result
Home Berita

MERAWAT TRADISI, MENEGUHKAN TAUHID TABARUKKAN KITAB MTS ABADIYAH  DI PONPES MANSAJUL ULUM KAJEN

patinews.com by patinews.com
12 Desember 2025
in Berita, Berita Pati Hari ini, News
Reading Time: 3 mins read
A A
0
MERAWAT TRADISI, MENEGUHKAN TAUHID  TABARUKKAN KITAB MTS ABADIYAH   DI PONPES MANSAJUL ULUM KAJEN
76
VIEWS
Share on WAShare on FBShare on Twitter

MERAWAT TRADISI, MENEGUHKAN TAUHID

TABARUKKAN KITAB MTS ABADIYAH

RelatedPosts

Blusukan Kamtibmas, Bhabinkamtibmas Polsek Sumber Pererat Silaturahmi dengan Warga Binaan

Bupati Pati Tetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Banjir Selama 14 Hari

Relawan Kemanusiaan Kastomo dan Panji Bangsa Salurkan Bantuan ke 8 Desa Terdampak Banjir di Jakenan

DI PONPES MANSAJUL ULUM KAJEN

 

“Perjalanan tabarukan kitab Tijânud Duror yang ditempuh siswa MTs Abadiyah ke Kajen bukan sekadar agenda rutin, tetapi sebuah ikhtiar menjemput hikmah. Di tanah yang melahirkan ulama-ulama besar, mereka belajar bahwa ilmu tidak hanya dibaca, tetapi dicari, dirawat, dan dijalani dengan adab.”

 

(12/12/2025, MTs Abadiyah) Pagi itu, udara masih membawa dingin sisa malam, sementara lantunan Asmaul Husna mengalun dari MTs Abadiyah, mengawali perjalanan panjang para siswa Program Kelas Kitab. Dengan mengenakan seragam batik Ma’arif dan membawa kitab kuning Tijânud Duror di tangan, mereka bersiap menempuh rute ilmu yang telah dijalani para ulama sebelum mereka.

Tabarukan kitab kali ini bukan sekadar agenda tahunan, melainkan sebuah perjalanan spiritual, akademik, dan budaya, sebuah usaha menautkan kembali langkah pelajar muda dengan tradisi ilmu pesantren yang berakar kuat di wilayah Kabupaten Pati.

Tepat pukul 07.00, rombongan berangkat menuju Kajen. Jalanan yang dilalui terasa seperti lorong waktu: dari keseharian para siswa menuju dunia penuh hikmah di mana adab, ilmu, dan keteladanan para ulama menjadi penerang langkah.

Setibanya di Kajen, rombongan melakukan ziarah ke makam KH Mutamaqin, seorang ulama karismatik yang menjadi simbol kealiman dan kesederhanaan. Para siswa berdiri dalam keheningan, memanjatkan doa agar ilmu yang mereka pelajari kelak menjadi wasilah kebaikan.

Dari makam, perjalanan dilanjutkan menuju ndalem KH Liwaudin, tempat majelis tabarukan berlangsung. Di antara halaman rumah yang teduh, para siswa duduk rapi, membuka kitab kuning, seakan membuka jendela-jendela makna yang telah lama ditinggalkan generasi muda.

Acara dimulai dengan pembukaan, dilanjutkan sambutan dari perwakilan MTs Abadiyah yang disampaikan oleh Ketua Program Kitab MTs Abadiyah, KH. Syafi’i Ahmad,S.Pd. Beliau dalam sambutannya menekankan pentingnya menjaga tradisi ngaji kitab sebagai penyeimbang perkembangan teknologi yang pesat.

Inti acara dimulai ketika Tijânud Duror dibacakan dan dijelaskan oleh kiai. Setiap kalimatnya, setiap syarahnya, membawa para siswa pada pemahaman bahwa tauhid tidak sekadar konsep abstrak, tetapi fondasi dari seluruh amal dan akhlak seorang Muslim.

Setelah sesi ngaji, acara berlanjut dengan tanya jawab, memberi kesempatan para siswa untuk mengasah rasa ingin tahu dan keberanian bertanya. Kiai menjawab dengan sabar dan luas, menunjukkan betapa dalamnya ilmu para ulama yang berakar dari tradisi kitab kuning.

Acara ditutup dengan doa, mengalir lembut dan khusyuk, memanjatkan harapan agar ilmu hari ini menjadi berkah yang menetap dalam hati dan perilaku.

Bapak Syaifi’i, Ketua Program Kelas Kitab MTs Abadiyah, menuturkan alasan dipilihnya Pondok Pesantren Manajul ‘Ulum Margoyoso Pati sebagai lokasi tabarukan kitab. “Ponpes Manajul ‘Ulum adalah salah satu pusat lahirnya ulama besar Pati, terutama para ahli fikih dan alat. Dari pondok inilah lahir sosok-sosok penting seperti Simbah KH Abadullah Rifa’i, yang mendapat gelar Imam Sibawaih Kabupaten Pati. Tradisi keilmuan seperti ini harus dikenalkan kepada siswa, agar mereka tidak hanya belajar kitab, tetapi juga meneladani perjalanan ulama yang penuh kesungguhan.”

Beliau menambahkan bahwa dengan mendatangi langsung tempat para ulama mengajar dan menempa santri, para siswa diharapkan mendapatkan atmosfer keilmuan yang dapat membangkitkan motivasi belajar. “Harapan kami, kegiatan tabarukan ini menjadi titik nyala semangat, bahwa belajar kitab membutuhkan keseriusan, kedisiplinan, dan rasa hormat. Kalau para ulama bisa mencapai derajat tinggi ilmu dengan perjuangan keras, siswa Abadiyah juga pasti bisa.”

Adapaun pada pelaksanaan agenda tahunan Tabarukkan kali ini memilih Kitab Tijânud Duror. KH. Syaifi’i Ahmad, S.Pd., juga menguraikan bahwa pemilihan kitab Tijânud Duror sebagai materi tabarukan bukan tanpa alasan. Menurut Beliau, kitab tersebut merupakan salah satu pondasi penting dalam bidang tauhid dan sangat relevan bagi pelajar saat ini. Beliau menilai bahwa di tengah derasnya arus informasi modern, siswa membutuhkan pegangan yang kuat mengenai keyakinan dan akhlak. Melalui pemahaman Tijânud Duror, siswa diharapkan tidak hanya mengenal Allah dan sifat-sifat-Nya, tetapi juga belajar membangun karakter sebagai seorang Muslim.

Lebih jauh, KH. Syaifi’i Ahmad, S.Pd., berharap materi yang diperoleh dalam tabarukan dapat diperdalam kembali di kelas sehingga menjadi bekal spiritual yang membentuk perilaku dan pola pikir siswa dalam kehidupan sehari-hari.

Salah satu pesan penting dari Kiai adalah kritik lembut terhadap kebiasaan siswa saat ini dalam mengakses informasi dari internet.

KH. Liwaudin menyoroti bahwa generasi muda saat ini cenderung mencari jawaban cepat melalui gawai, tanpa mengecek ulang validitasnya. “Anak-anak sekarang pintar, tapi kadang terlalu cepat percaya. Internet itu seperti dua mata pedang. Ada ilmu yang benar, tapi banyak juga yang menyesatkan, memprovokasi, bahkan membodohi. Karena itu, kalian harus membiasakan tabayyun (klarifikasi), bertanya kepada guru, membuka kitab,” nasehat KH. Liwaudin. Beliau mengingatkan bahwa tabayyun adalah adab ilmu yang harus terus dijaga, terutama di era informasi seperti sekarang. Tanpa tabayyun, ilmu menjadi rapuh, dan keyakinan mudah goyah oleh informasi yang tak jelas asal-usulnya.

Tabarukan hari itu menjadi pengingat bahwa meski zaman bergerak cepat, akar tradisi ilmu tidak boleh dilepaskan. Dari Tijânud Duror, para siswa belajar kembali bahwa tauhid adalah cahaya yang menuntun seluruh langkah. Dari para ulama Kajen, mereka belajar tentang kesungguhan, adab, dan keberanian mencari ilmu.

Semoga kegiatan tabarukan ini tidak berhenti sebagai agenda tahunan, tetapi menjadi jembatan yang menghubungkan generasi muda kepada akar keilmuan yang kokoh, agar mereka tumbuh sebagai pelajar yang berilmu, beradab, dan mampu membedakan mana cahaya kebenaran dan mana bayangan informasi yang menyesatkan.

 

 

 

 

 

 

Tags: berita patijatengkabar patimediapatinewspatipati hari inipatihitspatinewssentralpatinewssuara patisuarapatinewswarta pati
patinews.com

patinews.com

redaksi@patinews.com

Related Posts

Blusukan Kamtibmas, Bhabinkamtibmas Polsek Sumber Pererat Silaturahmi dengan Warga Binaan
Berita

Blusukan Kamtibmas, Bhabinkamtibmas Polsek Sumber Pererat Silaturahmi dengan Warga Binaan

19 Januari 2026
10
Bupati Pati Tetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Banjir Selama 14 Hari
News

Bupati Pati Tetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Banjir Selama 14 Hari

19 Januari 2026
14
Relawan Kemanusiaan Kastomo dan Panji Bangsa Salurkan Bantuan ke 8 Desa Terdampak Banjir di Jakenan
News

Relawan Kemanusiaan Kastomo dan Panji Bangsa Salurkan Bantuan ke 8 Desa Terdampak Banjir di Jakenan

18 Januari 2026
29
Pastikan Keamanan Laga PSIR Rembang vs Persiharjo di Liga 4 Jateng, Polres Rembang Laksanakan Pengamanan
Berita

Pastikan Keamanan Laga PSIR Rembang vs Persiharjo di Liga 4 Jateng, Polres Rembang Laksanakan Pengamanan

18 Januari 2026
26
Banjir Pati Rendam 136 Desa, 6.800 Warga Mengungsi
News

Banjir Pati Rendam 136 Desa, 6.800 Warga Mengungsi

18 Januari 2026
18
Bagikan Bantuan Banjir, Bupati Sudewo Dorong Pembentukan Dapur Umum di Dukuhseti
News

Bagikan Bantuan Banjir, Bupati Sudewo Dorong Pembentukan Dapur Umum di Dukuhseti

18 Januari 2026
15
Seedbacklink
No Result
View All Result

Terbaru

  • Blusukan Kamtibmas, Bhabinkamtibmas Polsek Sumber Pererat Silaturahmi dengan Warga Binaan
  • Bupati Pati Tetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Banjir Selama 14 Hari
  • Relawan Kemanusiaan Kastomo dan Panji Bangsa Salurkan Bantuan ke 8 Desa Terdampak Banjir di Jakenan
  • Pastikan Keamanan Laga PSIR Rembang vs Persiharjo di Liga 4 Jateng, Polres Rembang Laksanakan Pengamanan
  • Banjir Pati Rendam 136 Desa, 6.800 Warga Mengungsi
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

© 2020 patinews.com - Pati Hari Ini patinews.

No Result
View All Result
  • Patinews.com
  • Berita
    • event
    • Olahraga
    • politik
    • bisnis
  • wisata
    • kuliner
    • Sejarah
  • Lowongan Kerja
  • Kontak
  • Youtube
  • Kirim Artikel/Berita

© 2020 patinews.com - Pati Hari Ini patinews.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist