Categories: AlamFeaturedwisata

Menyingkap Keindahan Gunung Kelud

Menyingkap Keindahan Gunung Kelud

Penulis : Aryu Challi

Gunung kelud merupakan salah satu spot petualangan yang lengkap. Kelengkapan ini merupakan kombinasi dan keindahan sekaligus berbahayanya Gunung Kelud.

Penasaran seperti apa spot petualangan ini?

Satu dari sekian banyaknya pegunungan di Jawa Timur, semua memiliki pemandangan alam yang indah serta spot-spot menantang di taklukan. Termasuk Gunung Kelud, Gunung ketiga yang menjadi favorit setelah Gunung Dsemeru dan Gunung Bromo.

Salah satu keindahan Gunung Kelud yang sudah terkenal keberadaannya adalah pemandangan yang tidak ada habis-habisnya saat perjalanan memuncak.

Perbukitan hijau serta perkebunan nanas menjadi salah satu pemandangan yang bisa dilihat saat mendaki gunung.

Gunung Kelud merupakan salah satu gunung api yang aktif yang terletak di Jawa Timur tepatnya di Kabupaten Kediri, dengan ketinggian 1.791 meter dari permukaan laut. Gunung Kelud termasuk Gunung api tipe strato dengan danau kawah yang tingginya 1113,9 meter.

Gunung ini tercatat pernah meletus sebanyak 24 kali. Pada tahun 1815 Gunung Kelud meletus dengan dahsyat sehingga menelan korban jiwa sebanyak 10.000 jiwa.

Letusan dahsyat terjadi lagi pada tanggal 20 Mei 1919, korban yang tewas sebanyak 5.160 orang. Pada tahun 1951, tanggal 31 Agustus kembali meletus dengan korban jiwa sebanyak 7 orang. Meskipun tidak menimbulkan banyak korban jiwa tapi letusan ini menimbulkan kerusakan hebat dan menyemburkan materi vulkanis dalam jumlah besar.

Hujan abu melanda hampir merata di Jawa Timur dan Jawa Tengah serta lahar panas yang dimuntahkannya membakar kawasan dalam radius 6,5 kilometer dari danau kawah. Letusan ini mengakibatkan turunnya kawah lebih kurang 79 meter.

Pada 1966, Gunung Kelud meletus lagi dengan korban meninggal sebanyak 210 orang, juga pada bulan Februari 1990 tercatat terjadi letusan. Karena hal inilah Gunung Kelud termasuk gunung api dengan tipe A yaitu gunung api yang masih aktif melakukan aktifitas letusan.Akibat aktivitas letusan yang terjadi sekarang ini Kawah Kelud berbentuk danau kawah yang luas di puncaknya. Danau kawah yang berwarna kebiru-biruan merupakan keindahan alam yang disajikan oleh Gunung Kelud.

Danau kawah di kelilingi oleh tebing-tebing yang menjulang antara lain Tebing Gajah Mungkur dengan ketinggian 150 meter, Gunung Lirang dan Gunung Kumbang.

Gunung kelud merupakan salah satu spot petualangan yang lengkap loh. Selain perbukitan, lading dan lembah, gunung Kelud juga dilengkapi dengan air terjun yang indah. Sepanjang perjalanan untuk pergi ke puncak Gunung Kelud, kamu juga akan ditemani oleh berbagai warung-waring makan. Dengan begitu kamu tidak akan perlu takut untuk kehabisan logistik makanan dan minuman ya.

Walau terdapat berbagai warung makan di sepanjang perjalanan, tidak membuat perjalananmu ke Gunung kelud terganggu. Masyarakat sekitar mengerti jika untuk tetap menjaga kelestarian Gunung Kelud.

Gunung Kelud tidak sekaki saja meletus , sejarah mencatat jika gunung berapi aktif inin sudah beberapa kali mengeluarkan isi perutnya. Terakhir, gunung kelud memuntahkan isi perutnya di tahun 2014 lalu.

Letusan tersebut sayangnya menghilangkan beberapa spot keren dengan pemandangan nya yang indah, favorit para petualang. Terlebih, sekarang ini , Gunung Kelud mempunyai berbagai kawah larva yang tidak bisa di dekati oleh petualang karena berbahaya.

Menjelang puncak kita bisa menyaksikan pemandangan yang sangat menarik, berupa hamparan lereng-lereng gunung yang tertimbun pasir vulkanis bekas letusan yang mulai di tumbuhi vegetasi baru. Di ujung jalan aspal perjalanan diteruskan melewati jalan berbatu sepanjang 700 meter dan memasuki terowongan Ganesha sepanjang 200 meter, kita akan sampai di Danau Kawah Gunung Kelud.

Wilayah G. Kelud dibagi atas beberapa daerah yaitu Daerah Terlarang ( radius 5 km dari kawah dengan luas 91 km2 ) dengan ancaman hujan bom dan rempah-rempah batuan, awan panas, lahar letusan dan lahar hujan. Data tahun 1972 menunjukkan hunian 50 orang.

Kemudian Daerah Bahaya I ( radius 10 km dari kawah dengan luas 223 km2 ) dengan ancaman hujan bom dan rempah-rempah batuan. Daerah ini dihuni oleh 136.500 orang ( data tahun 1972). Selanjutnya Daerah Bahaya II yang ancamannya lahar sekunder. Daerah ini meliputi bantaran sungai-sungai lahar yang luasnya 56 km2 dan dihuni oleh 178.000 orang.

Danau kawah terisi oleh air yang bewarna kebiru- biruan, dapat digunakan untuk mandi dan berenang, tetapi harus waspada dan memperhatikan aktivitas Danau Kawah serta perubahan suhunya. Suhu rata-rata air danau 38 derajat sehingga terasa hangat dan mengandung belerang.

Di sekitar danau kawah ini terdapat terowongan pembuangan air yang dinamakan Terowongan Ampera dengan panjang 1200m yang merupakn saluran pembuangan air kawah. Sekitar danau kawah gunung Kelud merupakan dataran berpasir yang luas dan ditumbuhi bunga Edelweis.

Di dataran pasir ini terdapat beberapa tempat yang mengeluarkan asap belerang. Uap Belerang yang keluar dapat digunakan untuk mandi uap.

Untuk sekarang ini, pihak pengelola memberikan kesempatan para petualang untuk melihat kubah lava Gunung Kelud, walau hanya dari kejauhan, kubah lava tersebut terlihat masih berbahaya.

Disekitaran kubah lava tersebut terdapat genangan air, yang sesekali mengeluarkan kepulan asap. Artinya, suhu udara di sana bisa dikatakan panas, dikarenakan oleh lava panas tersebut. Berkaitan dengan suhu udara yang bisa menjadi panas, Gunung Kelud juga memiliki pemandian air panas, lho. Masyarakat sekitar percaya, bahwa siapapun yang merendamkan tubuhnya ke air panas tersebut, niscaya akan kembali segar lagi.

Saat menuju Gunung Kelud, lo akan melihat fenomena aneh yang ada di jalan raya tersebut, yang akan menuju Gunung Kelud. Pasalnya, sebuah jalan raya yang terlihat biasa saja ini mampu untuk menjalankan sebuah mobil dengan keadaan netral, padahal jalan tersebut juga tidak menurun. Sampai saat ini, jalan tersebut masih menjadi misteri dan masyarakat sekitarpun tidak menemukan apa-apa di sana. Oleh karena itu, tidak ada kejelasan yang mampu menjelaskan fenomena tersebut.

Gunung Kelud tidak terlalu jauh dengan pusat Kota Kediri. Jaraknya hanya sekitar 30 kilometer saja. Oleh karena itu, Gunung Kelud dapat ditempuh dengan menggunakan kendaraan roda dua atau kendaraan roda empat.

Untuk kamu yang akan menggunakan kendaraan roda dua, kamu bisa memarkirkan kendaraan sampai pintu masuk. Namun, untuk kamu yang akan menggunakan kendaraan roda empat, kami hanya bisa memarkirkan kendaraan lo di tempat yang sudah disediakan.

Selebihnya kamu perlu berjalan kaki untuk sampai di pintu gerbang menuju Gunung Kelud. Rute untuk menuju Gunung Kelud terbilang cukup mudah. Dengan jalan raya yang sudah di aspal rapi, rute favorit para petualang adalah Kota Kediri, Wates, Menuju Ngancar lalu ke Desa Sugihwaras, dan sampai ke lokasi Gunung Kelud.

Setelah sampai di gerbang menuju Gunung Kelud, lo tidak bisa asal langsung masuk saja tanpa membeli tiket retribusi, ya. Untuk hari biasa, harga tiket dikenakan sebesar Rp. 5.000 saja, dan saat akhir pekan, harga tiket berubah menjadi Rp. 10.000 saja.

Cukup terjangkau untuk sebuah tiket perjalanan ke spot petualangan seperti gunung ini. Perlu lo ketahui juga nih bro – bahwa terkadang Gunung Kelud tidak menerima tamu. Artinya, Gunung Kelud tengah sedang aktif dan berbahaya untuk dikunjungi.

Jika sudah seperti itu, sebaiknya kamu mematuhi larangan tersebut karena Gunung Kelud terkenal berbahaya jika sudah akan memuntahkan isi perutnya keluar. Bro, perlu kamu ingat, letusan dan ledakan dari Gunung Kelud cukup berbahaya untuk sekian jarak yang tidak bisa lo tentukan begitu saja.

Wah, bagaimana nih bro? Dengan keindahan serta bahayanya Gunung Kelud? Apakah kamu cukup tertantang untuk menaklukan puncaknya?

Jika iya, langsung saja siapkan waktu luang, siapkan budget secukupnya, berkemas dan berangkat, bro!

patinews.com

redaksi@patinews.com

Share
Published by
patinews.com

Recent Posts

Pemicu Tindak Pidana, 1637 Botol Miras Disita Polres Pati

PATINEWS.COM - KOTA, Selama berlangsungnya operasi ketupat candi, 24 April hingga 22 Mei 2020, Kepolisian…

24 Mei 2020

Lebaran, Gubernur Ganjar Gelar Open House Virtual

Lebaran, Gubernur Ganjar Gelar Open House Virtual JATENG, PATINEWS.COM Hari raya idul fitri kali ini…

24 Mei 2020

Persiapan sholat Id, Karang Taruna Supo Karyo Semprot Disinfektan di Semua Masjid dan Mushola Desa Pagerharjo

Persiapan sholat Id, Karang Taruna Supo Karyo Semprot Disinfektan di Semua Masjid dan Mushola Desa…

23 Mei 2020

Tagar #IndonesiaTerserah, Bentuk Kekecewaan Petugas Medis Kepada Masyarakat yang Tak Peduli Akan Aturan

Tagar #IndonesiaTerserah, Bentuk Kekecewaan Petugas Medis Kepada Masyarakat yang Tak Peduli Akan Aturan PatiNews.Com -…

23 Mei 2020

Tahap Pertama, BLT Dana Desa di Pati Mulai Disalurkan

Tahap Pertama, BLT Dana Desa di Pati Mulai Disalurkan PatiNews.Com - Kota, Bantuan Langsung Tunai…

23 Mei 2020

118 Pengunjung dan Karyawan Tiga Swalayan di Rapid Tes Acak, ini Hasilnya

118 Pengunjung dan Karyawan Tiga Swalayan di Rapid Tes Acak, ini Hasilnya PatiNews.Com - Kota,…

23 Mei 2020