[image: 45 Template Patinews (50).jpg] Mensos Gus Ipul Kutuk Kasus P3nc4bul4n Santriwari di Pati, Minta Pelaku Dihukum Seumur Hidup
Menteri Sosial Saifullah Yusuf menegaskan pemerintah berdiri di pihak korban dalam kasus dugaan kekerasan seksual yang terjadi di Pondok Pesantren Ndholo Kusumo, Desa Tlogosari, Kecamatan Tlogowungu, Kabupaten Pati, Jawa Tengah.
Pemerintah juga meminta agar pelaku mendapat hukuman berat atas perbuatan yang diduga dilakukan terhadap para santriwati.
Pernyataan itu disampaikan Gus Ipul usai bertemu langsung dengan para korban yang didampingi orang tua serta kuasa hukum mereka.
“Kami mengutuk keras kejadian itu. Kami minta pelaku dihukum sekeras-kerasnya, seberat-beratnya, seumur hidup kalau perlu, agar menjadi pembelajaran bagi semua,” kata Saifullah Yusuf saat mengunjungi SRMP 12 Pati, Jumat (15/5/2026).
Selain mendorong proses hukum berjalan tegas, pemerintah juga menaruh perhatian terhadap pemulihan para korban.
Gus Ipul mengatakan pemerintah akan bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Pati untuk memastikan para korban mendapatkan pendampingan, perlindungan, serta hak pendidikan yang tetap terjamin.
Menurutnya, negara tidak boleh membiarkan korban menghadapi persoalan tersebut sendirian.
Sementara itu, Plt Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, mengatakan pemerintah daerah telah membentuk satuan tugas khusus guna menangani persoalan tersebut.
Pemkab Pati juga telah berkoordinasi dengan Kementerian Agama Republik Indonesia terkait keberlanjutan pendidikan para korban.
“Kami sudah berkoordinasi untuk nantinya pendidikan siswa sementara dilaksanakan di MAN 1 Pati,” ujar Risma.
Ia menegaskan Pemerintah Kabupaten Pati berkomitmen memastikan para korban tetap dapat melanjutkan pendidikan dalam kondisi aman dan nyaman.
Kasus dugaan kekerasan seksual di lingkungan pondok pesantren tersebut hingga kini masih dalam proses penanganan aparat penegak hukum.
#fyp #virals #jangkauan #pati #jateng
Menteri Sosial Saifullah Yusuf menegaskan pemerintah berdiri di pihak korban dalam kasus dugaan kekerasan seksual yang terjadi di Pondok Pesantren Ndholo Kusumo, Desa Tlogosari, Kecamatan Tlogowungu, Kabupaten Pati, Jawa Tengah.
Pemerintah juga meminta agar pelaku mendapat hukuman berat atas perbuatan yang diduga dilakukan terhadap para santriwati.
Pernyataan itu disampaikan Gus Ipul usai bertemu langsung dengan para korban yang didampingi orang tua serta kuasa hukum mereka.
“Kami mengutuk keras kejadian itu. Kami minta pelaku dihukum sekeras-kerasnya, seberat-beratnya, seumur hidup kalau perlu, agar menjadi pembelajaran bagi semua,” kata Saifullah Yusuf saat mengunjungi SRMP 12 Pati, Jumat (15/5/2026).
Selain mendorong proses hukum berjalan tegas, pemerintah juga menaruh perhatian terhadap pemulihan para korban.
Gus Ipul mengatakan pemerintah akan bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Pati untuk memastikan para korban mendapatkan pendampingan, perlindungan, serta hak pendidikan yang tetap terjamin.
Menurutnya, negara tidak boleh membiarkan korban menghadapi persoalan tersebut sendirian.
Sementara itu, Plt Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, mengatakan pemerintah daerah telah membentuk satuan tugas khusus guna menangani persoalan tersebut.
Pemkab Pati juga telah berkoordinasi dengan Kementerian Agama Republik Indonesia terkait keberlanjutan pendidikan para korban.
“Kami sudah berkoordinasi untuk nantinya pendidikan siswa sementara dilaksanakan di MAN 1 Pati,” ujar Risma.
Ia menegaskan Pemerintah Kabupaten Pati berkomitmen memastikan para korban tetap dapat melanjutkan pendidikan dalam kondisi aman dan nyaman.
Kasus dugaan kekerasan seksual di lingkungan pondok pesantren tersebut hingga kini masih dalam proses penanganan aparat penegak hukum.
#fyp #virals #jangkauan #pati #jateng
