SEMARANG – PATINEWS.COM
Mahasiswa KKN UIN Walisongo kelompok 46 mengadakan pendampingan belajar daring di wilayah Dukuh Wates RW 05 , Bringin Ngaliyan, Semarang.
“Pandemi Covid-19 yang melanda seluruh dunia, sudah lebih dari enam bulan terakhir ini berdampak terhadap perubahan aktifitas belajar-mengajar,” ujar Mumtaz Taqi Naufal selaku pendamping belajar daring.
Tak terkecuali di Indonesia, sejak Maret 2020 aktivitas pembelajaran daring menjadi sebuah keputusan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk mencegah penyebaran virus Covid-19 semakin meluas.
Berdasarkan keputusan Mentri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim menerbitkan Surat Edaran Nomor 4 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Pendidikan Dalam Masa Darurat Coronavirus Disease (Covid-19).
Kegiatan pendampingan belajar daring merupakan tindak lanjut dari aspirasi masyarakat Dusun Wates khususnya RW 5 yang di sampaikan dalam rapat pembukaan KKN RDR 75 kelompok 46 UIN Walisongo Semarang.
Pendampingan belajar daring mulai dibuka pada tanggal 12 Oktober 2020. Kegiatan tersebut mendapat respon positif dari masyarakat dikarenakan mayoritas penduduk di daerah tersebut bermata pencaharian sebagai pegawai pabrik, sehingga waktu untuk mendapingi anak anak belajar daring relatif sedikit.
Kegiatan pendampingan belajar daring merupakan salah satu progam kerja divisi Pendidikan dan Dakwah Keagamaan dengan sasaran anak-anak kelas 1-6 SD. Kegiatan tersebut dilaksanakan setiap hari Senin-Jumat pukul 09.00-11.00 WIB.
“Untuk memperlancar program kerja tersebut, kami memfasilitasi wifi di salah satu rumah warga yang dijadikan tempat untuk pendampingan belajar daring” tutur Mumtaz Taqi Nauval selaku Penanggungjawab Divisi Pendidikan dan Dakwah Keagamaan.
oleh : Mumtaz Taqi Naufal Abdullah





