Oleh : Hasib Widya Azzahid
Perlu di ketahui Literasi Politik mempunyai arti ketrampilan dan kecakapan yang di anggap perlu bagi warga negara untuk berpatisipasi. Literasi Politik merupakan aspek penting dalam konsolidasi demokrasi. Kurangnya pemahaman tentang isu-isu politik dan kegiatan politik tidak jarang menyebabkan masyarakat apatis terhadap berbagai proses demokrasi dan dinamika politik pemerintahan di sekitarnya. Pengembangan literasi politik yang baik menjadi vital keberadaannya dalam konteks pembangunan kualitas hidup secara demokratis dalam berbagsa dan bernegara. Pegembangan literasi politik melalui struktur pembentukan dan pengembangan sosialisasi dan edukasi yang memadai dalam konteks sosial politik maka warga negara secara literal dan komperehensif akan memahami kedudukannya sebagai warga negara yang sadar akan hak dan kewajibannya.
Seiring berjalannya zaman lahirlah suatu zaman yaitu Era digital, pada masa Era digital ini masa ketika perubahan terjadi menyeluruh dan hampir dalam semua aspek kehidupan. Tatanan baru hadir menggantikan tatanan lama yang sudah tidak sesuai dengan tuntutan zaman. Digital menginisiasi lahirnya model interaksi baru yang lebih inovatif dan masif. Hal tersebut akan berimplikasi terhadap timbulnya kesadaran yang otonom dalam partisipasinya pembangunan sistem politik dan demokrasi yang bermutu rumusan masalah yang di tetapkan adalah penggunaan media oleh semua masyarakat, tingkat kesadaran politik mahasiswa dan peran media sosial dalam pengembangan pendidikan politik mahasiswa. Batasan penelitian hanya mengkaji bagaimana tingkat penggunaan media sosial oleh masyarakat dan hanya mengkaji bagaimana tingkat kesadaran politik masyarakat yang didapatkan melalui peran pendidikan politik untuk mengembangkan literasi digital para penggunaannya.
Media sosial memainkan peran pendukung dalam memediasi komunikasi politik antara anggota masyarakat, politisi dan partai politik. Bersama dengan media sosial, masyarakat kini lebih mudah menargetkan pejabat publik dan politisi untuk menyampaikan aspirasi, gagasan dan kritik mereka atas isu dan agenda politik. Penggunaan media sosial meningkatkan literasi politik masyarakat dalam penggunaan media sosial ini, agar komunikasi memungkinkan anggota masyarakat untuk mendapatkan lebih banyak informasi tentang politik dan meningkatkan kesempatan mereka untuk mempelajarinya. Oleh karena itu, ada baiknya bagi politisi dan partai politik, bersama dengan media sosial untuk atau literasi politik baik untuk konstituen mereka dan pengamat politik lebih lelusa dalam hal ini.
Stratifikasi politik yang melekat pada penggunaan media sosial berkaitan pula dengan perbedaan dalam menyikapi informasi yang diterima namun memiliki kesamaan dalam mendukung upaya pendidikan politik untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan yakni mengembangkan literasi digital warga negara. Dalam hal keluasan jangkuan, media sosial seharusnya dimanfaatkan untuk membangun jaringan komunikasi politik yang memberikan wawasan dan edukasi positif tentang politik dalam kehidupan bernegara yang berkeadilan. Ikatan stratifikasi politik yang melekat diantara penggunaan media sosial, selayaknya digunakan untuk membangun prinsip keterbukaan komunikasi demi mencapai masyarakat informasi yang demokratis.
Literasi politik di era digital berbeda dengan era sebelumnya yang bersifat monolitik, satu arah dan bersifat indoktrinatif. Kini pendidikan politik lebih terbuka, partisipatif dan melibatkan semua pemangku kepentingan. Lewat keluarga nilai-nilai dasar demokrasi mulai disemaikan. Sekolah dengan pendekatan pendidikannya yang baru dapat memberikan penguatan dengan aneka diskusi wacana publik, memperdebatkan isu-isu politik kontemporer. Agama dan interaksi jamaah di tempat-tempat ibadah memberikan bekal yang kokoh dari ajaran agama dan basis keterampilan sosial yang diperlukan dalam partisipasi politik. Melalui tempat kerja, warga juga mendapatkan tambahan literasi politik. Identifikasi individu dalam kelompok sosial sedikit banyak juga akan menentukan pilihan politik seseorang. Pada akhirnya, di era dengan perkembangan media komunikasi seperti sekarang ini, pesan-pesan politik dapat dengan lebih cepat sampai kepada khalayak. Literasi media dapat meningkatkan partisipasi politik secara lebih signifikan. Sehingga ini yang dimaksud dengan pendidikan atau literasi politik di era digital.