Kreatif, Begini Cara Pemuda Desa Ngablak Agar Warga Tak Buang Sampah Sembarangan

Kreatif, Begini Cara Pemuda Desa Ngablak Agar Warga Tak Buang Sampah Sembarangan

Kreatif, Begini Cara Pemuda Desa Ngablak Agar Warga Tak Buang Sampah Sembarangan

PatiNews.Com – Cluwak, Prihatin dengan kondisi sungai yang penuh dengan sampah, membuat sekelompok Pemuda yang tergabung dalam KOMPAK (Komunitas Pemuda Kreatif Ngablak) Kecamatan Cluwak, Pati ini membuat cara – cara kreatif agar warga tidak membuang sampah sembarangan.

Andang Gigih salah satu anggota KOMPAK kepada PatiNews (Minggu, 10 Desember 2017) mengatakan, “Akhir – akhir ini kami sering melihat banyaknya sampah yang menggenangi sungai di beberapa titik, seperti di bawah jembatan Kebolanjam Utara, Kebolanjam Selatan, Jembatan Ngablak Soka, dan Jembatan Kramat”.

Dokumentasi : KOMPAK Ngablak, Cluwak

Dokumentasi : KOMPAK Ngablak, Cluwak

Dari sungai, banyak warga yang menggantungkan kehidupannya, selain itu sungai merupakan ekosistem atau tempat habitat beberapa flora dan fauna. “Keindahan sungai juga bisa dijadikan tempat yang murah untuk melepas kepanatan sebagai sarana rekreasi. Untuk itu wajib bagi masyarakat untuk menjaga dan melestarikannya”, imbuh Gigih.

“Tentu kami sebagai organisasi kepemudaan yang bergerak di bidang sosial kemasyarakatan di Desa Ngablak merasa tergerak untuk ikut mengatasi masalah tersebut”, lanjutnya.

Dokumentasi : KOMPAK Ngablak, Cluwak

Dokumentasi : KOMPAK Ngablak, Cluwak

Setelah mengidentifikasi permasalahan tersebut, pihkanya menyimpulkan, faktor kunci permasalahan tersebut adalah, “Yang pertama, pola pikir dan prilaku masyarakat yang kurang peduli terhadap kebersihan sungai. Kedua, kesadaran untuk membuang sampah pada tempatnya masih kurang, kemudian yang ketiga, tidak ada teguran maupun himbauan. Dan keempat, tidak ada tempat pembuangan sampah yang mampu menampung sampah rumah tangga”, beber Gigih.

Bersama 56 temannya, komunitas yang terbentuk pada 11 Juli 2017 silam ini lantas membuat taman kecil di sepanjang sungai dan juga disekitar jembatan. “Memang tujuan awalnya kita bukan menjadikan tempat wisata. Tetapi menjadikan jalan sepanjang sungai indah dengan taman – taman kecil”, lanjutnya.

Dokumentasi : KOMPAK Ngablak, Cluwak

Dokumentasi : KOMPAK Ngablak, Cluwak

“Minimal, nek wes diapiki kayak gitu orang akan lebih sungkan (untuk membuang sampah di sungai). Alhamdulillah tiap sore ada warga yang berfoto ditempat tersebut. Mungkin karena trend”, sebutnya.

Lanjut Gigih, “Tentu hal ini tidak akan sepenuhnya berhasil jika tidak ada perubahan pola pikir, prilaku dan kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan”.

“Untuk proses masih 70%, ada penanaman cemara laut sepanjang pinggir jalan, pengecatan jembatan dan penanaman bunga di taman-taman kecil. Untuk pendanaan sampai saat ini wasih swadaya anggota. Dan pengajuan proposal kedesa masih on proses belum acc”, ungkapnya.

“Yang kami harapkan. Setelah pengisan taman ini rampung. Kesadaran warga untuk tidak membuang sampah sembarang bisa lebih baik. KOMPAK bukan tentang apa yang kita lakukan. Tetapi bagaimana kita bisa sedikit berguna bagi sesama”, pungkasnya

Ini bukanlah kegiatan pertama dari KOMPAK, Gigih menyebut kegiatan pertamanya adalah “Peken Sonten” yang dilaksanakan selema empat hari di Pasar Ngablak dengan menjajakan aneka penganan tradisional. (YS)

Kreatif, Begini Cara Pemuda Desa Ngablak Agar Warga Tak Buang Sampah Sembarangan | redaksi@patinews.com | 4.5

Leave a Reply