Menjadi Seorang Guru Mengaji, Membentuk Pribadi dan Akhlak yang Baik. Seseorang yang memiliki jiwa besar tidak hanya di miliki seorang guru di sekolah, namun guru mengaji juga memiliki peran yang besar dalam membentuk akhlak dan pribadi yang baik sejak dini.
Suparti beliau adalah sorang guru mengaji di Taman Pengajaran Qur’an (TPQ) di Desa Margotuhu Kidul Kecamatan Margoyoso Kabupaten Pati tanpa meminta imbalan sedikitpun. Pada tahun 2000-an beliau telah memiliki niat untuk mengajar mengaji mulai dari qiraati hingga khatam Al-Qur’an. Beliau juga mengajari do’a sehari-hari, surat-surat pendek, praktek sholat.
Beliau mengajar mulai dari anak-anak TK, SD, dan SMP juga diajari mengaji oleh beliau. Jika ada acara seperti kumpul guru ngaji di kelurahan, beliau juga rela meluangkan waktu untuk menghadiri acara tersebut.
Beliau juga memiliki jiwa yang ikhlas dalam memberikan ilmu serta di kenal di masyarakat seseorang memiliki pribadi yang sangat baik. Alasan mengapa beliau memilih guru megaji sebagai profesinya karena ingin membagikan ilmunya kepada santrinya, untuk mengisi waktu luang yang lebih bermanfaat.
Beliau juga mengatakan alasan yang lain yaitu santri dan gurunya sama-sama mendapatkan pahala untuk masuk surga kelak. Begitulah sosok Ibu Suparti sebagai guru mengaji di desanya yang memiliki jiwa baik dalam pribadinya dan juga dapat mengispirasi warga desa.
Di Desa Margotuhu Kidul beliau setiap sore meluangkan waktunya untuk pergi ke TPQ untuk mengajar para santrinya. Karena teman guru ngajinya banyak beliau dapat bagian di jilid 4 dan 5 qiraati. Kalau biasanya pukul 3 sore sudah di TPQ kini beliau tidak dapat mengajar ngaji seperti biasanya kembali karena ada pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia sekarang ini dan bertepatan juga dengan bulan Ramadhan 1441 H.
Namun dengan adanya pandemi itu beliau tidak patah semangat untuk mengajar ngaji para muridnya, berbagai cara sudah dilakukan salah satunya menggunakan video call WhatsApp tetapi kurang begitu efektif dan sekarang beliau mengajar ngaji di rumahnya sendiri di Desa Margotuhu Kidul RT 3 RW 3. Para muridnya datang ke rumah pada pukul 13:00 sampai dengan jam 15:00. Beliau membatasi waktu tersebut juga sudah aturan dari pihak TPQ dan beliau setelah mengajar tersebut mempersiapkan buka puasa untuk keluarga tercintanya.
Kata beliau disaat pandemi covid 19 seperti ini tidak mematahkan semangat para guru ngaji untuk tetap mengajar santrinya dan begitu juga santrinya tidak dapat mengeluh apalagi ini sudah memasuki bulan suci Ramadhan insyaallah banyak pahala yang kita bakal dapatkan kelak di akhirat. Aminnnnn……
Penulis: Isna Atdi Puspito







