• Patinews.com
  • Berita
    • event
    • Olahraga
    • politik
    • bisnis
  • wisata
    • kuliner
    • Sejarah
  • Lowongan Kerja
  • Kontak
  • Youtube
  • Kirim Artikel/Berita
  • Login
Patinews Berita Pati Hari Ini
  • Home
  • NewsPrime
  • Tech
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Review
  • Kirim Artikel/BeritaCreate Story
No Result
View All Result
  • Home
  • NewsPrime
  • Tech
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Review
  • Kirim Artikel/BeritaCreate Story
Patinews Berita Pati Hari Ini
No Result
View All Result
Patinews Berita Pati Hari Ini
No Result
View All Result
Home Berita

Kilas Balik Islam Kejawen Desa Sukobubuk Kecamatan Margorejo Kabupaten Pati

patinews.com by patinews.com
4 Oktober 2024
in Berita
Reading Time: 3 mins read
A A
0
331
VIEWS
Share on WAShare on FBShare on Twitter

Kilas Balik Islam Kejawen Desa Sukobubuk Kecamatan Margorejo Kabupaten Pati

 

RelatedPosts

Pakar Energi UPER: Diversifikasi Bioenergi dan Riset Jadi Kunci Keberhasilan B50

Plt Bupati Pati Ungkap Solusi Atasi Banjir Juwana, Sudetan Sungai 11 Kilometer Segera Dikebut

AMPB Tuntut Keadilan di Kejari Pati, Seret Isu Dugaan Uang Pelicin Kasus hingga Rp 50 Juta

Setiap Desa memiliki nama uniknya masing-masing demikian halnya dengan Desa Sukobubuk. Sejarah asal muasal desa seringkali tertuang dalam dongeng-dongeng yang diwariskan secara turun temurun dan disampaikan dari mulut ke mulut. Sehingga sulit dibuktikan kebenarannya secara fakta. Desa Sukobnubuk merupakan Desa yang terletak di kabupaten Pati, Jawa Tengah. Desa ini merupakan desa pelosok yang terletak paling ujung timur kabupaten Pati. Luasnya sekitar 11,70km2. Sebagian wilayahnya berupa perkebunan. Desa ini juga memiliki kisah unik dibalik namanya yang menarik.

   Asal usul nama desa Sukobubuk sendiri terdapat beberapa permainan yang diyakini masyarakat. Menurut KH.Moh Anwar yang merupakan salah satu kyai di Desa Sukobubuk yang mengatakan bahwa nama Sukobubuk diambil dari kata suko yang berarti penyanggah, dan bubuk yang arti aslinya tidur. Tidur yang dimaksud adalah perumpamaan sebuah desa yang aman, tentram, damai, dan tenang. Jadi,dulunya desa ini tidak ada segala bala’(musibah) dan penyakit yang menyebar di desa. Oleh karena itu, desa ini dikatakan sebagai desa yang aman dan damai seperti damainya orang bubuk(tidur). Ada juga yang mengatakan, Sukobubuk merupakan gambaran desa, yang dimana dulunya desa ini banyak bubuknya(serbuk kayu). Akhirnya tercetuslah nama Sukobubuk. Sehubungan dengan namanya desa, dulunya desa ini memiliki danyang yang memasang grogol(gembok pengaman). Danyang adalah orang pertama yang menempati desa. Simpang siur menyatakan nama danyang sukobubuk adalah Siti Dzariah.

Indonesia adalah salah satu  Negara yang memiliki keberagaman Budaya, agama dan lain sebagainya. Salah satu hal dari keberagaman itu yang menarik untuk dikaji adalah hubungan Islam dan kepercayaan agama lokal di Indonesia yang kompleks dan beragam. Dimana eksistensi kepercayaan agama lokal di Indonesia telah berkembang sejak zaman sebelum masuknya agama-agama besar seperti Islam, Kristen, Hindu, Budha, Katolik dan Konghucu. Pada dasarnya, Negara Indonesia telah menjamin masyarakatnya untuk memiliki kebebasan di dalam memeluk suatu agama. Hal tersebut telah terejawantahkan kedalam konstitusi Negara Indonesia, yakni Pasal 29 ayat 2 UUD 1945 yang berbunyi “Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurut agamanya dan kepercayaannya itu”,

Adapun salah satu kepercayaan lokal di Indonesia yang eksis hingga saat ini adalah Islam Kejawen. Sejatinya Kejawen merupakan kebudayaan dari suku Jawa yang dimana kebudayaan Jawa adalah kebudayaan yang paling tua di Indonesia. Secara umum, Kejawen merupakan budaya yang memiliki prinsip utamanya adalah mengembangkan kebiasaan secara baik. Terjadinya penyatuan ini salah satunya dikarenakan pemikiran manusia yang berubah seiring waktu dan masyarakat Jawa lebih memilih untuk mengintegrasikannya dengan agama Islam yang dianutnya.

Sebelum menyebarnya islam di desa Sukobubuk, ajaran yang di anut adalah Kristen dan paham kejawen. Paham kejawenlah yang banyak dianut. Kejawen di sini, adalah paham dimana para masyarakat penganutnya begitu mementingkan ilmu ilmu dukun(sihir). Jadi, mereka(para penganut kejawen) akan melakukan sesuatu agar mereka mendapatkan kekuatan. Seperti  kekuatan supaya awet muda, kaya, kecantikan, dan yang lainnya. Untuk mendapatkannya apa yang diinginkan maka perlu melakukan sesuatu, seperti semedi, puasa, makan makanan tertentu, dan yang lainnya. Tergantung apa yang mereka inginkan. Jika para kejawen ekstrem, mereka mandi ketika bulan suro(muharom). Mereka juga akan mencuci keris-keris atau pegangan mereka ketika bulan suro. Bulan suro di anggap sangat keramat oleh mereka. Seiring berjalannya waktu, munculah tokoh tokoh islam serta berkembangnya zaman keberadaan paham kejawen semakin memudar. Para pemeluk islam semakin meluas dan desa semakin maju. 

Penulis:Vivi Agustina Rahmawati,Diva Novaliana,Nadyn Nadyla, Niluh Amelia Firnanda.

(Tim jurnalistik MA Al-Ikhlas Sukobubuk Kecamatan Margorejo Kabupaten Pati).

 

Tags: berita patijatengkabar patimediapatinewspatipati hari inipatihitspatinewssentralpatinewssuara patisuarapatinewswarta pati
patinews.com

patinews.com

redaksi@patinews.com

Related Posts

Pakar Energi UPER: Diversifikasi Bioenergi dan Riset Jadi Kunci Keberhasilan B50
Berita

Pakar Energi UPER: Diversifikasi Bioenergi dan Riset Jadi Kunci Keberhasilan B50

27 Juli 2026
14
Plt Bupati Pati Ungkap Solusi Atasi Banjir Juwana, Sudetan Sungai 11 Kilometer Segera Dikebut
Berita

Plt Bupati Pati Ungkap Solusi Atasi Banjir Juwana, Sudetan Sungai 11 Kilometer Segera Dikebut

27 Juli 2026
18
AMPB Tuntut Keadilan di Kejari Pati, Seret Isu Dugaan Uang Pelicin Kasus hingga Rp 50 Juta
Berita

AMPB Tuntut Keadilan di Kejari Pati, Seret Isu Dugaan Uang Pelicin Kasus hingga Rp 50 Juta

27 Juli 2026
21
PERSIPU Punjulharjo Melaju Mulus, Polsek Pancur Amankan Jalannya Kompetisi Liga PSSI Rembang 2026
Berita

PERSIPU Punjulharjo Melaju Mulus, Polsek Pancur Amankan Jalannya Kompetisi Liga PSSI Rembang 2026

26 Juli 2026
24
Kirab Pusaka Semarakkan Hari Jadi Kota Rembang ke-285, Polres Rembang Pastikan Berjalan Aman dan Lancar
Berita

Kirab Pusaka Semarakkan Hari Jadi Kota Rembang ke-285, Polres Rembang Pastikan Berjalan Aman dan Lancar

26 Juli 2026
85
Polres Rembang Amankan Rembang City Run 2026, Semarakkan HUT ke-285 Kabupaten Rembang
Berita

Polres Rembang Amankan Rembang City Run 2026, Semarakkan HUT ke-285 Kabupaten Rembang

26 Juli 2026
136
Seedbacklink
No Result
View All Result

Terbaru

  • Pakar Energi UPER: Diversifikasi Bioenergi dan Riset Jadi Kunci Keberhasilan B50
  • Plt Bupati Pati Ungkap Solusi Atasi Banjir Juwana, Sudetan Sungai 11 Kilometer Segera Dikebut
  • AMPB Tuntut Keadilan di Kejari Pati, Seret Isu Dugaan Uang Pelicin Kasus hingga Rp 50 Juta
  • Kapolres Rembang Hadiri Upacara Hari Jadi Kabupaten Rembang ke-285 dengan Busana Adat Jawa
  • Kasat Samapta Polres Rembang Jadi Komandan Upacara Hari Jadi Kabupaten Rembang ke-285
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

© 2020 patinews.com - Pati Hari Ini patinews.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Patinews.com
  • Berita
    • event
    • Olahraga
    • politik
    • bisnis
  • wisata
    • kuliner
    • Sejarah
  • Lowongan Kerja
  • Kontak
  • Youtube
  • Kirim Artikel/Berita

© 2020 patinews.com - Pati Hari Ini patinews.