Kenali Cara Menjaga Kesehatan Mental Dimasa PPKM, Dengan Memperhatian Lima Langkah Berikut

ilustrasi kesehatan mental

ilustrasi kesehatan mental

Ditulis oleh : Arwan Saikhon

Kesehatan itu mahal harganya, istilah ini kian familiar di telinga kita seiring dengan merebaknya Pandemi Virus Corona (Covid-19) yang melanda dunia tanpa terkecuali khususnya di Indonesia yang kian hari tercatat terjadi penambahan angka positif terpapar virus tersebut. Namun menjaga  kesehatan tidak hanya mencakup pada hal fisik saja namun pada hal jiwa atau psikis seperti kondisi mental seseorang juga harus diperhatikan. Dalam rangka menahan laju angka positif Covid-19 pemerintah kembali memberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat yang dikenal dengan istilah PPKM yang merupakan kepanjangan dari Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat. Sebuah langkah pembatasan yang awalnya diberlakukan di wilayah Jawa-Bali kini diperluas yang mencakup 15 daerah di luar Jawa-Bali yang dirasa memberatkan sebagian masyarakat yang terdampak pembatasan ini. Salah satunya adalah terjadinya gangguan kesehatan mental sebagai akibat dari PPKM yang berubah-ubah secara dinamis sesuai kondisi angka positif Covid-19 di Indonesia. 

Menurut World Health Organization (WHO), membagi kriteria kesehatan mental  dikatakan sehat apabila : (1) Mampu mengelola stres yang wajar, (2) Mampu bekerja secara produktif, (3) Mampu mengenali dan mengembangkan potensi diri, (4) Mampu memberikan kontribusi secara aktif di lingkungan sekitar. Berdasarkan empat kriteria tersebut, berikut ini merupakan metode dalam menjaga kesehatan mental di masa PPKM  :

  1. Membatasi Penggunaan Media Sosial

Media sosial adalah sarana interaksi antara satu orang dengan lainnya secara luas tanpa adanya batasan dan hal ini bisa menjadi positif bila dimanfaatkan dengan maksimal, namun dengan adanya interaksi yang luas ini menyebabkan adanya informasi yang gamang antara yang benar dengan yang salah, sehingga banyak didapati informasi yang menyesatkan karena mengandung hoax khususnya informasi yang berkenaan dengan Pandemi Covid-19, oleh sebab itu metode membatasi penggunaan media sosial adalah salah satu upaya dalam menjaga kesehatan mental agar tetap sehat dimasa PPKM, dan mulai beralih dengan membaca buku-buku yang jauh lebih bermanfaat. 

  1. Menjalankan Hobi

Hobi adala suatu kegiatan yang dapat memicu timbulnya perasaan senang dan kepuasan sehingga dapat meningkatkan kesehatan mental seseorang, adapun salah satu bentuk hobi yang mungkin bisa dicoba adalah merawat tanaman, memiliki hewan pelihaaraan, menonton film,  membaca buku, majalah lama, novel, maupun komik atau mulai membiasakan hobi baru seperti bejemur, maupun berolahraga secara rutin dalam rangka meningkatkan sistem imun tubuh.

  1. Meningkatkan Aspek Religiusitas

Aspek religius adalah salah satu aspek psikis yang ada didalam jiwa seseorang, dengan meningkatkan aspek religiusitas seperti meningkatkan ibadah sholat tepat waktu, berdzikir, berdoa, maupun  mendengarkan ceramah keagamaan melalui internet bisa diterapkan dalam menjaga kesehatan mental. Dengan meningkatkan aspek religiusitas jiwa akan menjadi lebih tenang karena merasa dekat dengan Allah swt, Tuhan yang menjadi tempat sandaran dan memohon pertolongan dan perlindungan atas segala sesuatu yang terjadi di dunia.

  1. Konsultasi Kepada Seorang Konselor

Melakukan janji temu konseling dengan seorang konselor profesional adalah salah satu upaya dalam menjaga kesehatan mental dimasa PPKM, dalam bimbingan konseling kita bisa mengutarakan permasalahan yang sedang dihadapi untuk dicarikan solusi secara bersama secara rahasia, sukarela, terbuka, mandiri, kekinian, dinamis, terpadu, harmonis, serta alih tangan kasus yang terdapat dalam asas-asas dalam pelaksanaan Bimbingan Konseling

  1. Membantu Sesama yang Terdampak

Manusia adalah makhluk sosial yang membutuhkan orang lain, adanya pandemi Covid-19  yang mengharuskan adanya PPKM tidak membatasi seseorang dalam membantu sesama yang terkena dampak dari kondisi tersebut, kita bisa membantu sesama dimulai dari hal terkecil seperti memberi makanan kepada tetangga yang  ISOMAN adalah salah satunya. Dengan kita memberi kita sudah sedikit membantu saudara kita yang sedang berjuang dalam menghadapi Pandemi ini, serta dapat dapat meningkatkan kesehatan mental dengan menelisik dari data WHO diatas.

Exit mobile version